Usia yang Tepat untuk Anak Lakukan Tes Imunitas Tubuh

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Usia yang Tepat untuk Anak Lakukan Tes Imunitas Tubuh

Halodoc, Jakarta - Di usianya yang masih belia, anak masih terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tidak hanya kondisi fisik, imunitas tubuhnya terus mengalami penyempurnaan untuk bisa memberikan perlindungan dari segala bahaya yang masuk dan ingin menyerang tubuh. Artinya, perlu dilakukan tes imunitas anak untuk mengetahui bagaimana kondisi daya tahan tubuhnya.

Tes imunitas atau disebut tes imunoglobulin dilakukan untuk mengukur tingkat imunoglobulin tertentu atau antibodi di dalam darah. Antibodi merupakan senyawa protein yang diciptakan oleh sistem kekebalan tubuh guna melawan antigen jahat, misalnya bakteri, virus, dan kuman penyebab penyakit.

Pada dasarnya, tubuh membuat imunoglobulin yang berbeda untuk memerangi antigen yang berbeda pula. Sederhananya, antibodi yang diciptakan untuk memerangi cacar air tentu tidak sama dengan antibodi yang dibuat untuk mengatasi gangguan mononukleosis. Pada beberapa kasus, tubuh tidak sengaja menciptakan antibodi yang bertentangan dengan tubuh dengan memerangi organ sehat seperti layaknya organ yang rusak. Kondisi ini disebut gangguan autoimun.

Baca juga: Memahami Fungsi dari Tes Imunitas yang Harus Diketahui

Jenis Antibodi

Normalnya, tubuh memiliki 5 (lima) subkelas antibodi, yaitu:

  • Imunoglobulin A atau IgA yang ditemukan di selaput lendir dalam jumlah yang begitu tinggi, terutama yang melapisi saluran pernapasan, saluran pencernaan, air liur, dan mata.

  • Imunoglobulin G atau IgG adalah jenis antibodi yang banyak jumlahnya karena ditemukan pada semua cairan tubuh. Antibodi ini membantu melindungi tubuh dari infeksi virus dan bakteri.

  • Imunoglobulin M atau IgM yang ditemukan dalam darah dan cairan getah bening. Antibodi ini dibentuk oleh tubuh pertama kali untuk memerangi infeksi baru.

  • Imunoglobulin E atau IgE yang paling berkaitan dengan reaksi alergi. Antibodi ini banyak ditemukan pada organ paru-paru, kulit, dan selaput lendir.

  • Imunoglobulin D atau IgD berjumlah kecil di dalam darah. Antibodi ini paling sedikit jumlahnya.

Baca juga: Prosedur Tes Imunitas pada Pengidap Penyakit Lupus

Kapan Sebaiknya Tes Imunitas Anak Dilakukan?

Tak sedikit ibu yang bertanya, kapan sebaiknya tes imunitas anak dilakukan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada ibu yang baru memiliki anak pertama. Wajar saja, karena pengalaman ibu dalam pertumbuhan dan perkembangan anak masih minim. Lalu, sebenarnya kapan waktu terbaik untuk melakukan tes imunitas ini pada anak?

Sebenarnya, anak sudah mulai diberikan imunisasi sejak ia dilahirkan dan kemudian berlanjut hingga usianya menginjak 18 tahun. Pada usia ini, bisa dikatakan bahwa pada usia 18 tahun, imunitas pada tubuh anak telah berkembang sepenuhnya dan mampu melindungi tubuh dari ancaman berbagai penyakit. Interval pemberian untuk setiap jenisnya beragam, dengan banyaknya pengulangan yang tidak sama pula. Sederhananya, tes imunitas dilakukan bergantung pada indikasinya, ketika anak sudah mature dan dalam keadaan sehat.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Lakukan Tes Imunologi?

Namun, jika ibu ingin melakukan tes imunitas anak, alangkah baiknya ibu bertanya terlebih dahulu pada dokter, agar ibu tidak salah dalam melakukannya dan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan pada sang buah hati. Tidak perlu berpikir akan kerepotan jika harus bertanya pada dokter, karena ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Aplikasi kesehatan terbaik ini bisa ibu download langsung di ponsel secara gratis. Penunjang kesehatan anak? Percayakan saja pada aplikasi Halodoc!