• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini Perbedaan Autisme dan ADHD pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini Perbedaan Autisme dan ADHD pada Anak

Wajib Tahu, Ini Perbedaan Autisme dan ADHD pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 September 2022

“Autisme dan ADHD merupakan jenis gangguan mental yang dipicu oleh riwayat genetik dalam keluarga. Perbedaannya terletak pada perhatian, interaksi dan komunikasi serta waktu munculnya gejala.”

Wajib Tahu, Ini Perbedaan Autisme dan ADHD pada AnakWajib Tahu, Ini Perbedaan Autisme dan ADHD pada Anak

Halodoc, Jakarta – Autisme adalah kondisi saat anak mengalami gangguan pada sistem saraf yang berdampak pada perilakunya sehari-hari. Gejalanya sudah bisa terlihat pada tahun ketiga setelah mereka dilahirkan.

Sementara ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan anak kesulitan untuk fokus dan memusatkan perhatian. Pengidap juga memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif.

Keduanya merupakan jenis gangguan mental yang dipicu oleh riwayat genetik dalam keluarga. Mereka sulit berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan memiliki gangguan bersosialisasi dengan orang lain.

Perbedaan Autisme dan ADHD

1. Segi Perhatian

Anak autisme terlihat berusaha untuk fokus pada kegiatan yang disukai. Mereka bisa mempelajari aktivitas [ini ada sambungannya engga? Engga ada titiknya] 

Sementara anak dengan ADHD, mereka terlihat sering menghindari kegiatan yang membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi. Membaca buku atau berhitung, misalnya. Ini menjadi gejala awal yang paling terlihat pada pengidap.

Sedangkan, anak dengan autisme cenderung ingin berusaha untuk fokus pada hal-hal yang mereka sukai. Mereka bisa mempelajari hal-hal yang mereka sukai dengan baik, seperti bermain dengan mainan tertentu.

2. Interaksi dan Komunikasi

Anak autisme cenderung kesulitan mengungkapkan emosi dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Mereka juga tidak bisa memulai atau melanjutkan percakapan dan sering menghindari kontak mata saat berbicara.

Sementara anak dengan ADHD, mereka sangat suka berbicara, perhatiannya mudah teralihkan dan terlihat sering memotong pembicaraan. Mereka juga seperti tidak mendengarkan pembicaraan atau arahan yang diberikan.

3. Rutinitas yang Dilakukan

Anak autisme terlihat menyukai kegiatan atau aktivitas yang sudah tertata. Mereka suka dengan ketertiban dan tidak menyukai rutinitas yang berubah secara tiba-tiba. 

Sementara anak dengan ADHD adalah kebalikan dari anak autisme. Sebab, mereka cenderung tidak menyukai rutinitas yang sama atau melakukan aktivitas dalam waktu lama.

4. Waktu Munculnya Gejala

Gejala autisme umumnya muncul saat anak berusia 2 tahun. Pada sebagian kasus, gejala bisa saja terlihat saat mereka berusia di bawah 1 tahun atau baru muncul ketika beranjak dewasa.

Sementara pengidap ADHD, gejalanya baru akan terlihat ketika usianya menginjak 3 tahun dan semakin seiring dengan bertambahnya usia. Gejalanya juga bisa saja muncul ketika dewasa.

Tips Merawat Anak Autisme dan ADHD

Adapun cara untuk merawat anak autisme, yaitu:

  1. Buat jadwal kegiatan. Rutinitas ini membuat anak merasa aman. Sebab, mereka bisa bereaksi negatif terhadap sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
  2. Pertimbangkan homeschooling. Proses belajar di rumah sendiri membantu anak merasa lebih nyaman.
  3. Cari tahu bakatnya. Tak hanya bisa membantu anak lebih tenang. Langkah ini juga bisa menggali dan mengembangkan potensi atau bakat terpendamnya.

Sementara cara untuk merawat anak dengan ADHD, yaitu:

  1. Menerapkan aturan khusus. Misalnya, menempelkan jadwal kegiatan dan aturan yang harus dipatuhi.
  2. Berikan reward. Mereka cenderung kesulitan merencanakan masa depannya. Jika mereka berprestasi, mereka layak mendapatkan hadiah.
  3. Hindari sikap overprotective. Overprotektif memicu perilaku tidak mandiri dan cenderung bergantung pada orang tua saat menghadapi masalah.

Selain beberapa langkah di atas, cara merawat anak dengan gangguan mental bisa dilakukan dengan memberikan multivitamin yang dibutuhkan tubuh. Ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya agar tidak mudah terserang penyakit.

Caranya dengan mendownload Halodoc dan cek kebutuhan multivitamin di Toko Kesehatan pada aplikasi tersebut. Ibu juga bisa mendapatkan informasi seputar pola asuh dan kesehatan anak lewat aplikasi Halodoc

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Autism spectrum disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) in children.