11 December 2018

Wanita Harus Lakukan Hal Ini saat Alami Pelecehan Seksual

Wanita Harus Lakukan Hal Ini saat Alami Pelecehan Seksual

Halodoc, Jakarta – Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Hal yang dimaksud dengan pelecehan seksual adalah tindakan-tindakan yang bernuansa seksual, baik yang disampaikan melalui kontak fisik maupun kontak non-fisik. Tindakan yang dilakukan biasanya menyasar bagian seksual atau area seksualitas seseorang.

Menjadi korban pelecehan seksual bisa menjadi mimpi buruk bagi siapa saja yang mengalaminya. Hal itu yang sering menjadi alasan para “korban” pelecehan seksual memilih untuk bungkam dan tidak menyampaikan apa yang dialaminya. Padahal, ada banyak tindakan yang masuk dalam kategori pelecehan seksual, mulai dari siulan, main mata, mempertunjukkan konten berbau pornografi, gerakan tubuh yang bersifat seksual, hingga komentar dan ucapan bernuansa seksual.

Dilecehkan secara seksual nyatanya bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman, tersinggung, hingga merasa direndahkan martabatnya. Hal itu bisa menyebabkan korban pelecehan mengalami gangguan, baik kesehatan fisik maupun mental. Ha yang perlu diketahui adalah pelecehan seksual tidak melulu tentang seks.

Maka dari itu, menjadi korban pelecehan seksual membuat siapa saja harus berani menyampaikannya. Sebab, dampak jangka pendek maupun dampak dalam waktu yang panjang dari kebiasaan ini bisa sangat mengganggu dan merusak. Lantas, apa saja yang harus dilakukan saat mengalami pelecehan seksual?

  • Minta Pelaku Berhenti

Saat merasa diperlakukan dengan tindakan yang melecehkan, cobalah untuk memberitahu dan meminta pelaku berhenti. Hal ini mungkin terdengar sulit dan tidak akan serta merta membuat pelaku menghentikan aksinya. Namun, cara ini bisa kamu terapkan sebagai pertahanan awal jika merasa diserang.

  • Ceritakan kepada Orang Terdekat

Saat merasa mengalami pelecehan seksual, jangan pernah merasa bahwa kamu harus menjadi satu-satunya orang yang menanggung hal tersebut. Cobalah untuk membicarakan dan ceritakan apa yang kamu alami kepada orang terdekat atau orang yang kamu percaya. Nyatanya, membagi hal ini pada orang lain bisa memberi sedikit rasa tenang. Kamu pun bisa mengajak orang tersebut untuk mendiskusikan hal yang harus dilakukan selanjutnya.

  • Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Setelah merasa sedikit tenang, perlahan bangun kembali diri dan keberanian kamu. Hal ini bisa dimulai dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan ikut konseling. Tujuan mengikuti konseling adalah membuat pikiran menjadi lebih tenang, sehingga terhindar dari depresi atau gangguan mental lain pasca mengalami pelecehan.

Jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, untuk mengetahui ada atau tidak risiko penularan penyakit tertentu. Sebab, bisa saja pelaku pelecehan seksual memiliki riwayat penyakit berbahaya yang menular.

Untuk itu, segera kunjungi rumah sakit dan periksakan diri. Melakukan pemeriksaan dan perawatan segera bisa membantu menghindari penyakit tertentu berkembang dan menyebabkan kondisi yang jauh lebih buruk.

  • Laporkan ke Pihak Berwenang

Bagi sebagian orang, mengalami hal ini mungkin dirasa memalukan sehingga enggan melaporkannya kepada pihak berwenang. Namun percayalah, melaporkan pengalaman pelecehan seksual yang dialami bisa membantu mengurangi kasus-kasus serupa terulang kembali.

Agar lebih mudah, mintalah bantuan dari keluarga dekat atau sahabat untuk memproses laporan tersebut. Pastikan semua bukti dan persyaratan hukum sudah lengkap, sehingga memudahkan proses pelaporan tersebut.

Jika merasa mengalami gangguan kesehatan setelah pengalaman yang tidak mengenakkan, coba bicarakan dengan dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Kamu bisa menyampaikan keluhan kesehatan, hingga berbicara soal pengalaman mengalami pelecehan seksual kepada dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: