Wanita Menopause, Benarkah Rentan Alami Aterosklerosis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Wanita Menopause, Benarkah Rentan Alami Aterosklerosis?

Halodoc, Jakarta – Salah satu penyakit yang rentan menyerang wanita menopause adalah aterosklerosis. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Plak yang menumpuk umumnya diakibatkan oleh kerusakan yang menyerang lapisan sel dinding alami. Risiko penyakit ini meningkat akibat perubahan hormon yang dialami wanita menopause. 

Setelah wanita mengalami menopause, kondisi tubuhnya pun akan mengalami perubahan, termasuk perubahan hormon. Risiko penyakit aterosklerosis dan penyakit jantung pada wanita menopause meningkat karena menurun atau hilangnya kadar estrogen di dalam tubuh. Hormon tersebut memiliki banyak peran, termasuk membantu melindungi arteri bebas dari penumpukan plak yang menjadi pemicu penyakit. 

Baca juga: Kenapa Aterosklerosis Bisa Terjadi di Usia 20-an?

Faktor Lain Penyakit Aterosklerosis

Aterosklerosis terjadi karena penumpukan plak pada arteri yang menyebabkan penyempitan dan penebalan di area tersebut. Plak yang menyebabkan kondisi ini terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, serta fibrin. Pada pengidap penyakit ini, aliran darah membawa plak tersebut, kemudian terjadi penyumbatan atau pembekuan darah. Hal itu kemudian mengakibatkan peredaran darah dan oksigen dari arteri ke organ tubuh terhambat. 

Penyakit yang termasuk penyakit jantung ini bisa menyerang wanita maupun pria, tetapi risikonya menjadi lebih tinggi pada wanita yang sudah menopause. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko aterosklerosis, seperti berusia di atas 50 tahun, pola hidup yang tidak sehat, malas bergerak dan jarang berolahraga, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, stres berkepanjangan, serta memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit sama. 

Meski begitu, penyebab pasti penyakit ini sebenarnya belum diketahui. Namun, ada beberapa penyakit yang disebut bisa menjadi pemicu kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri, sehingga berujung pada aterosklerosis. Penyakit yang bisa mengakibatkan penumpukan plak, di antaranya adalah kolesterol tinggi, hipertensi alias tekanan darah tinggi, diabetes, berat badan berlebih alias obesitas, serta kebiasaan merokok. 

Baca juga: Hati-Hati Kolesterol Jahat Penyebab Aterosklerosis

Kabar buruknya, gejala aterosklerosis sering tidak muncul, sehingga penyakit ini sering terlambat didiagnosis. Gejala penyakit ini biasanya baru akan terasa saat arteri sudah sangat menyempit. Pada kondisi tersebut, peredaran darah menuju jaringan atau organ tubuh juga akan terhambat. Karena sering terlambat disadari, penyakit ini biasanya berkembang dan menyebabkan berbagai komplikasi. Selain pada jantung, aterosklerosis juga bisa mengakibatkan komplikasi pada tubuh lain, termasuk kaki, tangan, ginjal, hingga pada otak. 

Aterosklerosis yang terjadi pada kaki dan tangan ditandai dengan rasa nyeri saat berjalan, pada ginjal penyakit ini memicu gagal ginjal serta tekanan darah tinggi, sedangkan aterosklerosis pada jantung ditandai dengan gejala berupa nyeri dada. Aterosklerosis juga bisa menyerang otak dan ditandai dengan gejala kaki dan tangan kaku, kesulitan berbicara, otot wajah melemah, atau kehilangan penglihatan sementara pada salah satu mata.

Risiko stroke meningkat saat aterosklerosis terjadi pada arteri yang berada di dekat organ otak. Sementara penyakit jantung juga bisa terjadi saat aterosklerosis terjadi pada arteri jantung. Penyakit ini juga bisa memicu komplikasi lain, seperti penyakit ginjal kronis serta aneurisma atau pelebaran pembuluh darah pada dinding arteri. 

Baca juga: Ini Hubungan Antara Serangan Jantung dan Aterosklerosis

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit aterosklerosis dan dan kaitannya dengan menopause atau perubahan hormon dalam tubuh dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter di mana saja dan kapan saja melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Arteriosclerosis.
American Heart Association. Diakses pada 2020. Atherosclerosis. 
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Atherosclerosis?
Healthy Women. Diakses pada 2020. Atherosclerosis.
NCBI. Diakses pada 2020. Increased risk of atherosclerosis in women after the menopause.