Wanita Menopause Lebih Rentan Kena Lichen Sclerosus, Mengapa?

Wanita Menopause Lebih Rentan Kena Lichen Sclerosus, Mengapa?

Halodoc, Jakarta – Lichen sclerosus (LS) merupakan kondisi yang terjadi karena adanya gangguan kulit kronis. Gangguan ini sering menyerang daerah genital hingga anus. Gangguan ini tidak boleh diabaikan karena bisa membuat pengidapnya merasa tidak nyaman. Lichen sclerosus ditandai dengan munculnya bercak putih pada area kulit yang terserang penyakit ini. 

Baca juga: 3 Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Alat Kelamin

Penyakit lichen sclerosus bisa menyerang siapa saja, bahkan anak-anak. Meski begitu, ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit ini, salah satunya adalah wanita yang sudah memasuki masa menopause. Mengapa hal itu bisa terjadi? 

Meski sering menyerang area genital, penyakit ini sebenarnya tidak menular dan tidak menyebar melalui hubungan intim. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab penyakit ini bisa menyerang. Namun, penyakit lichen sclerosus sering dikaitkan dengan masalah ketidakseimbangan hormon, dan hal ini sering terjadi pada wanita yang sudah menopause. 

Lichen sclerosus yang terjadi pada wanita menopause diduga terjadi karena berkurangnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Penyakit ini juga bisa terjadi pada laki-laki, biasanya disebabkan oleh kerusakan berkala yang terjadi karena penyumbatan urine di bawah kulup Mr. P. Untuk mendiagnosis penyakit ini, perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan gejala yang muncul. Dalam beberapa kondisi, mungkin dibutuhkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. 

Baca juga: Kenali 5 Penyakit Kulit yang Jarang Terjadi

Gejala dan Jenis Penyakit Lichen Sclerosus 

Seperti gangguan kesehatan lainnya, lichen sclerosus biasanya muncul dengan gejala tertentu. Namun pada kondisi yang ringan, gejala penyakit ini mungkin akan tidak terlihat dengan jelas. Jika dilihat dari jenis dan gejalanya, penyakit ini dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu: 

  • Lichen Sclerosus Vulva 

Jenis penyakit ini menyerang wanita dan menyebabkan gejala muncul di area vulva yang merupakan bagian genital wanita. Kondisi ini bisa menyebabkan bercak muncul hanya pada satu area atau menyebar ke seputar daerah intim. 

Penyakit ini sering menunjukkan gejala berupa rasa gatal, muncul memar, kulit melepuh, dan borok. Gatal yang disebabkan oleh penyakit ini biasanya akan terasa semakin buruk pada malam hari dan bisa mengganggu kualitas tidur. 

Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus segera diobati. Jika tidak, vulva dapat menjadi jaringan parut dan menyusut secara bertahap. Jika itu yang terjadi, pintu miss V bisa menyempit dan memicu rasa tidak nyaman serta nyeri saat berhubungan intim. 

  • Lichen Sclerosus Ekstra Genital 

Penyakit ini juga menyerang wanita, dan memicu gejala berupa munculnya bercak menyerupai kertas di area tubuh. Bercak tanda penyakit ini bisa ditemukan di paha bagian dalam, punggung bawah, perut, leher, bahu, ketiak, serta pada kulit di bawah payudara. Penyakit ini juga sering muncul dengan gejala berupa folikel rambut yang terlihat jelas, kulit kering, memar, serta muncul luka melepuh. 

  • Lichen Sclerosus Penis 

Ini adalah jenis lichen sclerosus yang menyerang pria. Penyakit ini cenderung berkembang pada kulup atau jaringan ujung penis alias Mr. P. Kondisi ini menyebabkan daerah yang terserang menjadi keras, berwarna putih, dan terdapat jaringan parut. Kondisi ini bisa menyebabkan jaringan parut menyempit dan aliran urine menjadi bengkok. Hal itu menyebabkan pengidapnya kesulitan buang air kecil dan merasakan nyeri saat ereksi. 

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit ini dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!