Waspada, 2 Penyakit Infeksi yang Sering Terjadi saat Puasa

Waspada, 2 Penyakit Infeksi yang Sering Terjadi saat Puasa

Halodoc, Jakarta - Puasa merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim ketika sudah memasuki bulan Ramadan. Kegiatan menahan haus dan lapar dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam itu, disebutkan juga dapat berdampak baik bagi kesehatan. Walau begitu, puasa ternyata dapat menyebabkan infeksi menyerang kamu, lho!

Hal tersebut terjadi karena tubuh tidak mendapat pasokan nutrisi selama 14 jam, akibatnya virus dan infeksi dapat dengan mudah masuk ke tubuh yang tanpa pertahanan. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh saat sahur dan berbuka puasa, supaya tubuh tidak mudah terserang infeksi.

Baca Juga: Demam Muncul saat Puasa, Mungkin Ini Sebabnya

Penyakit Infeksi yang Sering Terjadi saat Puasa

Terdapat beberapa penyakit infeksi yang lebih sering terjadi pada seseorang ketika berpuasa. Berikut adalah penyakit infeksi yang mungkin terjadi pada kamu:

  1. Infeksi Tenggorokan

Ketika seseorang puasa, orang tersebut berisiko terkontaminasi kuman yang dapat menyebabkan infeksi tenggorokan dan daerah mulut menjadi lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan produksi air liur yang berkurang. Air liur berfungsi sebagai antiseptik alami pada mulut.

Dengan berkurangnya produksi air liur di mulut, membuat mulut menjadi kering, sehingga kuman dapat dengan mudah berkembang biak dan risiko infeksi pun meningkat. Hal ini dapat menyebabkan bau mulut, sariawan, sakit tenggorokan, dan influenza ketika seseorang berpuasa.

Maka dari itu, untuk mencegah hal tersebut terjadi, cobalah untuk menggunakan obat kumur dua kali sehari setiap sahur dan malam hari sebelum tidur. Hal tersebut dapat membuat pertumbuhan bakteri, virus, dan jamur menjadi sangat terbatas.

  1. Diare

Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang mungkin terjadi pada seseorang ketika berpuasa. Hal tersebut terjadi dikarenakan orang yang berpuasa mengonsumsi makanan yang tidak steril ketika berbuka yang membuat infeksi pada saluran pencernaan. Selain itu, makanan yang terlalu pedas dan berlemak juga dapat menyebabkan gangguan tersebut. Maka dari itu, bijaklah dalam memilih menu untuk sahur dan berbuka agar terhindar dari gangguan pada saluran pencernaan tersebut.

Baca Juga: Gangguan Kesehatan yang Sering Kambuh saat Puasa

Manfaat dari Puasa

Walau begitu, seseorang yang berpuasa tetap mendapatkan lebih banyak manfaat dibandingkan penyakit. Berikut adalah manfaat dari puasa yang dapat terjadi pada tubuh kamu:

  1. Meningkatkan Kontrol Gula dalam Darah

Disebutkan bahwa puasa dapat meningkatkan kontrol gula darah, yang dapat sangat berguna untuk seseorang yang mengidap penyakit diabetes. Memang berpuasa telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada pengidap diabetes. Hal tersebut terjadi karena puasa dapat membatasi asupan kalori dengan cara mengurangi resistensi insulin.

  1. Mengurangi Peradangan pada Tubuh

Peradangan akut adalah proses kekebalan normal yang digunakan untuk membantu melawan infeksi, sedangkan peradangan kronis dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan kamu. Walau begitu, puasa dapat membantu mengurangi tingkat peradangan dan membantu meningkatkan kesehatan. Selain itu, efek puasa lainnya mengurangi tingkat peradangan dan bermanfaat dalam pengobatan multiple sclerosis.

  1. Meningkatkan Fungsi Otak

Disebutkan juga bahwa seseorang berpuasa dapat berdampak pada fungsi otak. Puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan pembentukan sel-sel saraf untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif. Selain itu, puasa juga dapat membantu untuk meredakan peradangan, yang dapat mencegah gangguan neurodegeneratif. Selain itu, berpuasa juga dapat melindungi dan meningkatkan hasil untuk kondisi seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Baca Juga: Adakah Efek Berpuasa Bagi Pengidap Infeksi Saluran Kemih?

Itulah beberapa penyakit infeksi yang dapat terjadi ketika seseorang puasa. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal berpuasa, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!