Waspada 9 Komplikasi karena Kolitis Ulseratif

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Waspada 9 Komplikasi karena Kolitis Ulseratif

Halodoc, Jakarta – Kolitis ulseratif adalah penyakit radang usus yang menyebabkan peradangan dan borok yang bertahan lama di saluran pencernaan. Kolitis ulseratif memengaruhi lapisan terdalam usus besar (usus besar) dan rektum. Gejala biasanya berkembang seiring waktu, bukannya tiba-tiba.

Kolitis ulseratif dapat melemahkan dan kadang-kadang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Meskipun tidak ada obat yang diketahui, tapi pengobatan dapat sangat mengurangi tanda dan gejala penyakit dan bahkan menghasilkan remisi jangka panjang.

Baca juga: BAB Bercampur Darah Bisa Jadi Tanda Kolitis Ulseratif

Gejala kolitis ulseratif dapat bervariasi yang tergantung pada keparahan peradangan dan di mana itu terjadi. Tanda dan gejala termasuk:

  1. Diare, sering disertai darah atau nanah

  2. Nyeri perut dan kram

  3. Nyeri dubur

  4. Pendarahan dubur dan mengeluarkan sedikit darah dengan feses

  5. Urgensi buang air besar

  6. Ketidakmampuan untuk buang air besar meskipun mendesak

  7. Penurunan berat badan

  8. Kelelahan

  9. Demam

Pada anak-anak bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan. Kebanyakan orang dengan kolitis ulserativa memiliki gejala ringan hingga sedang. Perjalanan radang borok usus besar bisa bervariasi dengan beberapa orang mengalami remisi yang lama.

Penyebab pasti dari kolitis ulseratif masih belum diketahui. Sebelumnya, diet dan stres dicurigai, tapi sekarang dokter tahu bahwa faktor-faktor ini dapat memperburuk tetapi tidak menyebabkan kolitis ulseratif.

Baca juga: Perlu untuk Diketahui, Ini Faktor Risiko Kolitis Ulseratif

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kerusakan sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem kekebalan mencoba melawan virus atau bakteri yang menyerang, respons kekebalan yang abnormal menyebabkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel di saluran pencernaan juga.

Keturunan juga tampaknya berperan dalam kolitis ulserativa lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit ini. Namun, kebanyakan orang dengan kolitis ulseratif tidak memiliki riwayat keluarga ini.

Kemungkinan komplikasi kolitis ulseratif meliputi:

  1. Pendarahan hebat

  2. Sebuah lubang di usus besar (usus besar berlubang)

  3. Dehidrasi parah

  4. Penyakit hati

  5. Keropos tulang (osteoporosis)

  6. Peradangan pada kulit, persendian dan mata

  7. Peningkatan risiko kanker usus besar

  8. Usus besar yang membengkak (megakolon toksik)

  9. Peningkatan risiko pembekuan darah di pembuluh darah dan arteri

Pengobatan kolitis ulseratif biasanya melibatkan terapi obat atau operasi. Beberapa kategori obat mungkin efektif dalam mengobati kolitis ulseratif. Jenis yang digunakan akan tergantung pada tingkat keparahan kondisi.

Baca juga: Mengidap Kolitis Ulseratif, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Obat-obatan yang bekerja dengan baik untuk beberapa orang mungkin tidak bekerja untuk orang lain, jadi mungkin perlu waktu untuk menemukan obat yang membantu. Selain itu, karena beberapa obat memiliki efek samping yang serius, pengidapnya harus mempertimbangkan manfaat dan risiko pengobatan apapun. Obat antiinflamasi seringkali merupakan langkah pertama dalam pengobatan kolitis ulseratif.

Pembedahan seringkali dapat menghilangkan kolitis ulseratif. Tapi itu biasanya, berarti menghilangkan seluruh usus besar dan dubur (proktokolektomi). Dalam kebanyakan kasus, ini melibatkan prosedur yang disebut ileal pouch anal anastomosis.

Prosedur ini menghilangkan kebutuhan untuk memakai tas untuk mengumpulkan tinja. Dokter bedah akan membuat kantong dari ujung usus kecil. Kantung tersebut kemudian melekat langsung ke anus yang memungkinkan pengidapnya untuk mengeluarkan limbah secara normal.

Dalam beberapa kasus bila kantong tidak memungkinkan, sebagai gantinya ahli bedah membuat lubang permanen di perut (ileal stoma) di mana tinja dilewati untuk dikumpulkan dalam kantong yang terpasang.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai komplikasi kolitis ulseratif, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.