Waspada Gigitan Tikus, Ini 5 Faktor Risiko Terkena Penyakit Pes

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Waspada Gigitan Tikus, Ini 5 Faktor Risiko Terkena Penyakit Pes

Halodoc, Jakarta - Penyakit pes atau bisa dikenal oleh orang Indonesia sebagai penyakit sampar adalah infeksi serius yang bisa terjadi karena bakteri. Bakteri ini bisa ditularkan lewat gigitan tikus yang sudah terinfeksi. Sejarah mencatat pada abad ke-13 silam, penyakit ini telah membunuh lebih dari 75 hingga 200 juta manusia. Kini penyakit ini juga patut diwaspadai meski terjadi penurunan jumlah korban hingga 5000 orang per tahun di seluruh dunia. Hal ini karena pengobatan modern melalui antibiotik mencegah penyakit semakin parah.

Penyakit pes disebabkan oleh spesies bakteri yang disebut Yersinia pestis. Bakteri ini sering ditemukan pada hewan dan biasanya ditularkan ke manusia melalui kutu. Wabah penyakit pes menjadi rentan terjadi jika suatu daerah memiliki sanitasi buruk, penduduk padat, dan memiliki hewan pengerat dengan populasi yang cukup besar.

Ternyata bukan hanya gigitan tikus dan kutu saja yang perlu kamu waspadai, karena penyakit pes bisa menyebar antar manusia hingga ke paru-paru. Penyebarannya bisa melalui cipratan ludah saat pengidapnya batuk dan terhirup orang lain. Berikut ini faktor risiko yang memperbesar kemungkinan seseorang terserang penyakit pes:

  • Bekerja sebagai dokter atau perawat hewan.

  • Sering melakukan kegiatan di alam terbuka, sehingga sangat mungkin jika suatu hari ia terkena gigitan tikus atau kutu penyebab pes.

  • Suka berpergian ke area yang terdapat infeksi pes.

  • Tinggal di daerah dengan sanitasi yang buruk dan populasi hewan pengerat yang cukup banyak.

  • Kontak langsung dengan hewan yang mati atau terinfeksi pes.

Baca Juga: Kenali 3 Jenis Penyakit Pes yang Perlu Diketahui

Ini Cara Mengatasi Penyakit Pes

Karena dikenal dapat membahayakan nyawa, oleh karena itu harus dilakukan pengobatan sedini mungkin. Jika tidak segera mendapat pertolongan, pes dapat menyebabkan timbulnya komplikasi, seperti kematian jaringan akibat terganggunya aliran darah ke jari-jari tangan dan kaki (gangrene) serta peradangan selaput otak (meningitis).

Cara untuk mengobatinya, pasien perlu menjalankan perawatan intensif di rumah sakit dan diberi obat antibiotik. Penyakit pes ditangani dengan pemberian obat antibiotik, seperti gentamicin atau ciprofloxacin.

Selain itu, pasien diberi cairan melalui infus serta tambahan oksigen. Pasien yang mengidap pneumonic plague perlu diisolasi untuk mencegah penyebaran. Perlu diingat tenaga medis, perawat, dan siapa saja yang berhubungan dengan pengidap penyakit pes perlu dimonitor kesehatannya serta diberikan antibiotik sebagai tindakan pencegahan. Rangkaian pengobatan akan dilakukan dan dilanjutkan selama beberapa minggu hingga gejala mereda dan benar-benar hilang. Tanpa pengobatan yang tepat, kematian terjadi 24 jam setelah gejala muncul.

Langkah Mencegah Penyebaran Penyakit Pes

Beberapa tindakan bisa dilakukan guna mencegah terjadinya penyakit pes. Tindakan tersebut antara lain:

  • Selalu memastikan bahwa rumah bersih dari hewan pengerat dengan membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang, dan membersihkan sisa makanan yang dapat dikonsumsi hewan pengerat.

  • Pastikan untuk selalu menggunakan sarung tangan saat sedang berhadapan dengan hewan yang kemungkinan telah terinfeksi. Ini dilakukan agar kulit terhindar dari kontak bakteri.

  • Gunakan pembasmi serangga untuk membasmi kutu yang mengenai hewan peliharaan.

Baca Juga: Inilah Perantara Penyakit Pes di Sekitar Rumah

Punya keluhan kesehatan atau ingin tahu lebih jauh mengenai gigitan tikus yang bisa menyebabkan penyakit pes? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!