• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Bahaya Asap Rokok pada Bayi dan Ibu Hamil

Waspada, Ini Bahaya Asap Rokok pada Bayi dan Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kemarin (24/1) dunia maya kembali heboh dengan munculnya berita seorang bayi meninggal yang diduga karena paparan asap rokok. Cerita ini bermula ketika seorang ibu bernama Fitria Indah Lestari mengungkapkan kejadian yang menimpa bayinya melalui media sosial Facebook. Indah menceritakan sesaat sebelum anaknya, Muhammad Hafizh Syawal akan melakukan aqiqah, ada banyak tamu yang ingin melihatnya. Namun, kondisi ruangan tamu tersebut banyak asap rokok. 

Baca juga: Bayi Sering Hirup Asap Rokok, Waspada Terkena Juvenile Rheumatoid Arthtritis

Dua hari setelah acara aqiqah, Hafizh mengalami sesak napas dan diduga mengalami kondisi pneumonia setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter yang membuat Hafizh akhirnya meninggal dunia. Cerita ini membuktikan bahwa paparan asap rokok tidak hanya mengancam kesehatan seseorang yang merokok saja, melainkan juga dapat membahayakan kondisi perokok pasif, khususnya bagi bayi maupun ibu hamil.

Bahaya Asap Rokok bagi Anak dan Ibu Hamil

Ibu, sebaiknya hindari anak maupun bayi dari paparan asap rokok sekarang juga. Bayi, anak-anak, dan ibu hamil rentan terhadap gangguan kesehatan ketika terpapar asap rokok terus-menerus atau dalam jangka waktu yang cukup panjang. Mengapa hal ini begitu membahayakan?

Rokok memiliki kandungan kimia yang sangat beracun di dalamnya. Asap yang dikeluarkan oleh rokok tentunya mengandung bahan-bahan kimia yang membahayakan bagi kesehatan, seperti nikotin, karbon monoksida, dan zat pemicu kanker yang dikenal sebagai karsinogen.

Pada kasus Indah, setelah dilakukan pemeriksaan Hafizh didiagnosis mengalami pneumonia. Pneumonia adalah salah satu masalah gangguan pernapasan yang cukup fatal jika tidak segera diatasi. Ada banyak penyebab seseorang alami pneumonia, salah satunya adalah paparan asapan rokok yang cukup berat.

Baca juga: Ibu Hamil, Waspada Bayinya Mengalami SIDS karena Menghirup Asap Rokok

Tidak hanya pneumonia, ada beberapa risiko gangguan kesehatan lainnya pada anak-anak maupun bayi yang terpapar asap rokok terus-menerus, seperti infeksi telinga, iritasi pada bagian mata, penyakit bronkitis atau meningitis.

Selain itu, bayi yang lebih sering terpapar asap rokok lebih berisiko mengalami sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS) dibandingkan bayi atau anak-anak yang jauh dari paparan asap rokok. Bukan hanya bayi maupun anak-anak, sebaiknya ibu hamil juga menghindari paparan asap rokok agar kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan dapat terjaga.

Ketika ibu hamil terpapar asap rokok ada berbagai risiko kesehatan yang dialami, seperti alami keguguran, kelahiran bayi prematur, berat badan lahir rendah, gangguan kemampuan belajar, dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Hindari Paparan Asap Rokok pada Anak dan Ibu Hamil

Ibu jangan segan untuk menolak seseorang yang merokok di sekitar lingkungan rumah atau anak-anak dan ibu hamil. Bahan kimia yang terkandung dalam rokok dan menyebar melalui udara dapat menempel pada benda-benda yang terpapar. Bahan kimia tersebut dapat menempel pada baju, rambut hingga tangan. 

Baca juga: Hal yang Terjadi Jika Anak Kecil Merokok

Tidak ada salahnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan khususnya jika ibu memiliki anggota keluarga yang merokok. Jika anak mengalami beberapa gejala yang disebabkan oleh paparan asap rokok, seperti sesak napas, kulit dan bibir yang berubah menjadi biru, lemas dan demam, segera kunjungi rumah sakit terdekat agar dilakukan pemeriksaan dan mengetahui penyebab gejala.

Tidak hanya anak-anak dan ibu hamil, kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti penyakit kanker, gangguan pada jantung, gangguan paru-paru, serta gangguan kesehatan pada mulut dan gigi.

Referensi:
Health Hub. Diakses pada 2019. Smoking and Babies: What’s The Harm?
Web MD. Diakses pada 2019. Smoking During Pregnancy
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Smoking, Pregnancy and Babies