Waspada, Ini Komplikasi Berbahaya dari Pembengkakan Otak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Waspada, Ini Komplikasi Berbahaya dari Pembengkakan Otak

Halodoc, Jakarta – Pembengkakan otak atau edema serebral adalah ketika cairan menumpuk di sekitar otak, yang menyebabkan peningkatan tekanan yang dikenal sebagai tekanan intrakranial. Pembengkakan atau peradangan adalah bagian dari respons alami tubuh terhadap cedera. 

Edema mengacu pada pembengkakan karena cairan yang terperangkap, dan itu bisa terjadi di mana saja di tubuh. Namun, jika edema terjadi di otak, itu dapat menyebabkan komplikasi parah. Sejatinya, pembengkakan otak dapat membatasi suplai darah ke otak. Darah membawa oksigen ke otak yang dibutuhkan otak untuk berfungsi. Kekurangan oksigen di otak dapat merusak sel-sel otak atau menyebabkan mereka mati.

Tekanan intrakranial dapat memengaruhi daerah otak tertentu atau seluruh otak tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Edema serebral dapat menyebabkan kerusakan permanen di mana dalam beberapa kasus, berakibat fatal.

Baca juga: Sakit Kepala Bisa Jadi Tanda Pembengkakan Otak, Benarkah?

Ada beberapa gejala dari pembengkakan otak yang perlu diketahui, yaitu:

  • Sakit kepala

  • Mual

  • Muntah

  • Pusing

  • Masalah memori

  • Kesulitan berbicara

  • Kejang

  • Kehilangan penglihatan

  • Sakit leher

  • Kesulitan bergerak

  • Hilang kesadaran

Gejala-gejalanya akan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab pembengkakan. Pembengkakan otak dapat memiliki berbagai penyebab yang berbeda, termasuk:

  1. Cedera Otak Traumatis

Cedera otak traumatis adalah trauma akut, seperti karena jatuh atau kecelakaan kendaraan.

  1. Stroke Iskemik

Stroke iskemik terjadi ketika gumpalan darah membatasi aliran oksigen ke otak. Kekurangan oksigen dapat merusak sel-sel otak dan menyebabkan pembengkakan dan tekanan.

  1. Tumor Otak

Tumor otak dapat menekan area otak lainnya atau mencegah cairan keluar dari otak yang menyebabkan peningkatan tekanan.

  1. Infeksi

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus dapat menyebabkan pembengkakan di otak. Sebagai contoh, ensefalitis adalah infeksi yang menyebabkan peradangan di otak, dan peningkatan tekanan sebagai hasilnya.

  1. Pendarahan Otak

Pendarahan otak terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan bocor. Ini menyebabkan peradangan dan peningkatan tekanan di dalam otak.

  1. Ketinggian

Edema serebral juga dapat terjadi di atas ketinggian sekitar 4.000 meter.

Edema serebral membutuhkan perhatian medis segera untuk mengurangi risiko kerusakan permanen atau kematian.

Baca juga: Hati-Hati, Pembengkakan Otak Bisa Terjadi Karena 6 Hal Ini

Perawatan akan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab pembengkakan. Beberapa perawatan yang mungkin dilakukan, yaitu: 

  • Obat

Dokter akan menggunakan obat untuk mengurangi pembengkakan atau pembekuan darah. Contohnya termasuk warfarin, yang mengencerkan darah dan mengurangi kemungkinan pembekuan darah. Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan aspirin, tetapi pedoman saat ini tidak lagi menyarankan ini untuk kebanyakan orang, karena risiko perdarahan.

  • Pembedahan

Dalam kasus yang parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi penekanan internal. Pembedahan dapat dilakukan dengan mengeluarkan bagian tengkorak dan memperbaiki kerusakan, seperti pembuluh darah yang pecah. Ventrikulostomi adalah prosedur lain yang memungkinkan. Ini melibatkan memasukkan tabung plastik ke tengkorak untuk mengalirkan cairan berlebih dan mengurangi pembengkakan.

Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Kanan

  • Hipotermia

Bentuk terapi ini melibatkan penurunan suhu tubuh, yang dapat mengurangi pembengkakan di otak.

  • Osmoterapi

Osmoterapi melibatkan penggunaan obat-obatan untuk mengeluarkan air dari otak untuk membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan mengurangi pembengkakan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai komplikasi berbahaya dari pembengkakan otak, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.