Waspada Kanker Esofagus Bagi Perokok Aktif

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Waspada Kanker Esofagus Bagi Perokok Aktif

Halodoc, Jakarta – Esofagus adalah salah satu bagian organ tubuh yang memiliki fungsi sebagai saluran penghubung antara mulut dan lambung. Esophagus atau dikenal dengan istilah kerongkongan adalah jalan untuk makanan dapat masuk menuju lambung. Tentu bagian ini menjadi sangat penting untuk sistem pencernaan sehingga kamu perlu menjaga kesehatan esophagus atau kerongkongan.

Ada beberapa penyakit serius yang menyerang kesehatan esophagus jika tidak diperhatikan, salah satunya adalah kanker esophagus. Kanker esophagus adalah kondisi akibat adanya pertumbuhan abnormal jaringan epitel pada esophagus. Sebaiknya kenali kanker esophagus agar kamu tahu penanganan yang baik untuk kondisi ini.

Kanker esophagus memiliki dua jenis yang berbeda yaitu kanker sel skuamosa dan adenokarsinoma. Perbedaannya, pada kanker sel skuamosa terjadi pada bagian atas esophagus. Sedangkan adenokarsinoma umumnya terjadi pada bagian bawah esophagus. Biasanya terjadi pada bagian dekat katup yang membatasi esophagus dan lambung.

Baca juga: Benarkah Sering Konsumsi Teh Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Esofagus?

Hindari Gaya Hidup Tidak Sehat Penyebab Kanker Esofagus!

Penyebab utama terjadinya kanker esophagus adalah mutasi pada DNA jaringan epitel. Mutasi ini menyebabkan regenerasi jaringan epitel menjadi abnormal dan tidak terkontrol. Pertumbuhan jaringan yang abnormal ini bisa menyebabkan tumbuhnya tumor pada esophagus dan menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. Sebaiknya kenali beberapa gaya hidup yang kurang sehat yang dapat menyebabkan kanker esophagus:

1. Merokok

Sebatang rokok memiliki banyak kandungan berbahaya bagi kesehatan. Kandungan toksin dan senyawa berbahaya lainnya pada rokok menyebabkan iritasi pada esofagus. Semakin lama seseorang memiliki kebiasaan merokok, tentu iritasi pada esofagus akan semakin besar potensinya. Hal ini meningkatkan risiko seorang perokok aktif mengalami kanker esofagus.

2. Mengonsumsi Alkohol

Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga menyebabkan iritasi dan inflamasi pada esofagus. Hal ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker esofagus.

3. Diet Tidak dengan Pola Makan Seimbang

Melakukan diet boleh saja, namun sebaiknya perhatikan pola diet yang tepat dan juga penuhi kecukupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kamu. Kurang mengonsumsi buah dan sayuran meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker esofagus.

4. Obesitas

Risiko mengalami kanker esofagus lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal dan stabil. Pengidap obesitas lebih berisiko memiliki penyakit GERD yang menyebabkan kanker esofagus jika tidak segera diatasi.

5. Hindari Konsumsi Makanan atau Minuman Terlalu Panas

Mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas dapat membuat bagian esofagus kamu iritasi. Iritasi ini dapat menyebabkan risiko kanker esofagus meningkat.

Baca juga: Sulit Menelan Makanan, Waspada Gejala Awal Kanker Esofagus

Kenali Gejala Kanker Esofagus

Amati setiap perubahan pada kesehatan kamu, kenali beberapa gejala yang menjadi tanda adanya gangguan pada esofagus atau kerongkongan seperti kondisi disfagia atau sulit menelan. Gejala ini merupakan gejala yang paling umum terjadi karena adanya tumor pada esofagus atau kerongkongan.

Tumor yang muncul dapat memperkecil ruang esofagus sehingga menyebabkan penyempitan ketika ada makanan yang masuk menuju lambung. Penyempitan esofagus menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan sehingga dapat menyebabkan penurunan berat badan secara drastis. Gangguan pada suara yang menjadi parau dan berat menjadi gejala adanya kanker esofagus pada kesehatan kamu. Nyeri dada hingga muntah darah menjadi gejala yang paling parah dari kondisi kanker esofagus.

Tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit kanker esofagus. Kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung seputar penyakit kanker esofagus. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: Benarkah Laki-Laki Lebih Rentan Terkena Kanker Esofagus Dibanding Wanita?