Waspada, Osteoporosis Sebabkan Patah Tulang Belakang

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Waspada, Osteoporosis Sebabkan Patah Tulang Belakang

Halodoc, Jakarta – Ketika mendengar kata osteoporosis pasti yang muncul di benak kebanyakan orang adalah penyakit para lansia. Padahal, osteoporosis bisa diidap oleh siapa saja dan bukan hanya lansia saja. Meski begitu, lansia memang berpeluang lebih tinggi terkena osteoporosis ketimbang orang yang lebih muda. Ini karena, saat muda tulang masih bisa terus menerus diperbarui, sedangkan lansia sudah terhenti pertumbuhan tulangnya.

Baca Juga: Alasan Wanita Lebih Rentan Alami Osteoporosis Dibanding Pria

Saat kita masih muda, tubuh masih bisa membuat tulang baru lebih cepat dan menambah massa tulang daripada memecah tulang yang sudah lama. Namun, memasuki awal 20-an, proses ini mulai melambat dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulangnya di usia 30 tahun. Seiring bertambahnya usia, massa tulang hilang lebih cepat daripada yang diciptakan. Lantas, sebenarnya apa penyebab terjadinya osteoporosis? Ini penjelasannya

Penyebab Osteoporosis yang Perlu Diketahui

Sebenarnya, seberapa besar seseorang terkena osteoporosis tergantung pada seberapa banyak massa tulang yang telah dibentuk saat masa muda. Semakin tinggi massa tulang yang diperoleh saat masa puncak, semakin banyak pula tabungan tulang yang kamu miliki, maka semakin kecil pula kemungkinan  terkena osteoporosis seiring bertambahnya usia.

Namun, ketika tabungan tulang yang kamu miliki tidak memadai, maka ketika pemecahan tulang terjadi tidak memiliki simpanan tulang yang cukup untuk menggantinya. Akibatnya, kamu rentan mengalami osteoporosis seiring bertambahnya usia. 

Kalau kamu ingin tahu tips-tips pencegahan untuk mencegah osteoporosis, tanyakan saja kepada dokter Halodoc. Melalui Talk To A Doctor kamu bisa bertanya berbagai hal secara detail mengenai kondisi osteoporosis. Yuk, download Halodoc disini. Kondisi tulang yang rapuh tentu membuat seseorang lebih rentan mengalami patah tulang, terutama tulang belakang.

Baca Juga: Awasi 5 Penyakit Degeneratif Ini Seiring Bertambahnya Usia

Alasan Pengidap Osteoporosis Rentan Alami Patah Tulang

Patah tulang, terutama di tulang belakang atau pinggul menjadi komplikasi paling serius dari osteoporosis. Patah tulang sering disebabkan karena jatuh yang mengakibatkan seseorang cacat sampai meningkatkan risiko kematian dalam tahun pertama setelah cedera.

Dalam beberapa kasus, patah tulang belakang dapat terjadi bahkan bukan disebabkan karena jatuh. Ini karena, seiring bertambahnya usia, tulang-tulang yang membentuk tulang belakang  dapat melemah ke titik kusut. Akibatnya, para lansia sering mengalami sakit punggung, menjadi lebih pendek dan postur tubuh membungkuk ke depan.

Gejala osteoporosis pun sering tidak disadari. Biasanya, pengidap osteoporosis mulai sadar ketika muncul benjolan atau jatuh yang menyebabkan patah tulang. Beberapa orang bahkan mengalami pengurangan tinggi badan dari waktu ke waktu atau postur bungkuk karena patahnya tulang belakang dan tulang belakang yang bentuknya semakin melengkung. Kalau sudah terjadi, apakah ada pengobatan yang tersedia untuk osteoporosis? Ini penjelasannya

Perawatan Osteoporosis

Sejauh ini, tidak ada obat yang bisa diresepkan untuk mengobati osteoporosis. Perawatan osteoporosis berfokus untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mengelola gejalanya. Biasanya dokter menyarankan untuk konsumsi makanan tinggi kalsium maupun suplemen kalsium untuk memperkuat tulang dan menjaganya tetap sehat. 

Selain kalsium, vitamin D juga dibutuhkan untuk membantu tubuh menyerap kalsium dengan baik. Untuk meningkatkan kekuatan tulang, pengidap osteoporosis justru disarankan untuk rutin berolahraga. Contoh jenis olahraga yang aman dilakukan oleh pengidap osteoporosis, meliputi yoga, Tai Chi, atau latihan keseimbangan. Latihan keseimbangan bertujuan agar pengidap osteoporosis tidak mudah jatuh yang berisiko sebabkan patah tulang

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Osteoporosis di Usia Muda

Adapun beberapa jenis obat-obatan yang bekerja memperlambat laju keropos tulang disebut obat antiresorptif. Selain antiresorptif, obat-obatan anabolik juga sering diresepkan dokter untuk  meningkatkan pertumbuhan tulang adalah obat-obatan anabolik. Bagi wanita yang sedang menopause, terapi estrogen dapat membantu mencegah keropos tulang dan memperkuat tulang.