• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Penggunaan Obat Kumur Tingkatkan Risiko Diabetes

Waspada, Penggunaan Obat Kumur Tingkatkan Risiko Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu sering menggunakan obat kumur? Jika iya, hati-hati. Sebab, menurut sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Nitric Oxide menemukan bahwa orang yang menggunakan obat kumur (tanpa resep) 2 kali dalam sehari, memiliki risiko 50 persen lebih tinggi untuk terkena diabetes atau prediabetes, dibanding orang yang tidak menggunakan obat kumur.

Meski terdengar mustahil karena obat kumur tidaklah ditelan, tetapi bagi para peneliti ini dapat dijelaskan. Kaitan antara penggunaan obat kumur dan risiko diabetes ini diduga memiliki kaitan dengan bakteri baik yang ada dalam tubuh, yaitu mikroba oral atau oral microbes. Bakteri tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan metabolisme. 

Baca juga: Usia Belasan Juga Bisa Kena Kanker Mulut

Hal tersebut dijelaskan oleh sang peneliti, Kaumudi Joshipura, ScD., seorang profesor epidemiologi tambahan di Harvard School of Public Health. Menurutnya, ada banyak bakteri di mulut yang berfungsi untuk mengolah nitrat menjadi nitrit, sebelum masuk ke saluran pencernaan dan diubah menjadi oksida nitrat (NO). NO merupakan senyawa penting dalam mengatur metabolisme, keseimbangan energi, dan kadar insulin dalam tubuh.

Seperti diketahui, insulin berperan untuk menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, sehingga ketika terjadi kegagalan fungsi, diabetes tipe 2 dapat terjadi. Lalu, apa hubungannya dengan obat kumur? Tentu ada. Hampir semua formula dalam obat kumur yang beredar di pasaran memiliki kandungan antibakteri yang dapat membunuh bakteri baik, termasuk mikroba oral.

Jenis bahan antibakteri yang sering digunakan dalam pembuatan obat kumur adalah chlorhexidine, triclosan, cetylpyridinium chloride, alkohol, minyak atsiri, fluoride, dan peroksida. Semua zat antibakteri itu mungkin saja tujuannya baik, yaitu menghilangkan bakteri jahat dalam mulut yang menyebabkan kerusakan gigi dan gangguan mulut lainnya.

Baca juga: Ini Bedanya Kanker Mulut dan Kanker Lidah

Sayangnya, sebagian besar bahan antibakteri dalam obat kumur itu tidak selektif. Artinya, mereka tidak menargetkan bakteri mulut spesifik, sehingga berbagai bakteri baik di mulut yang memiliki peran penting dalam tubuh, justru ikut terbunuh. Jika bakteri baik dalam mulut terbilas, hal ini juga dapat memberi ruang bagi bakteri berbahaya untuk menggantikannya.

Jadi, bisa dibilang penggunaan obat kumur secara rutin justru dapat membawa lebih banyak dampak buruk, ketimbang dampak baiknya. Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah obat kumur sesuai dengan petunjuk dokter saja. Jika masih bingung apakah kamu perlu menggunakan obat kumur atau tidak, kamu bisa download aplikasi Halodoc dan tanyakan pada dokter lewat chat.

Bukti Tambahan bahwa Obat Kumur Dapat Berikan Dampak Buruk

Selain penelitian yang dijelaskan tadi, ada juga studi lain yang diterbitkan pada awal tahun ini, dalam Journal of Periodontal Research. Dalam studi ini, peneliti menemukan bahwa ada beberapa bakteri dalam mulut yang ternyata justru melindungi tubuh dari risiko diabetes dan obesitas. 

Baca juga: 5 Gejala Kanker Mulut yang Diabaikan

Tak hanya itu, studi lain pada 2013 juga menemukan bahwa dalam 7 hari, penggunaan obat kumur dapat menurunkan produksi nitrit lisan seseorang sebesar 90 persen dan menurunkan kadar nitrit darah sebesar 25 persen. Dalam studi ini juga dikemukakan bahwa perubahan kadar dua nitrit tersebut juga dapat memicu lonjakan tekanan darah.

Semua studi tersebut terbukti menguatkan hasil penelitian tentang peningkatan risiko diabetes karena penggunaan obat kumur. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terlalu sering menggunakan obat kumur dapat menyebabkan perubahan pada bakteri di mulut, yang kemudian memicu diabetes dan masalah metabolisme lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan obat kumur, kecuali jika dokter gigi telah menyarankan kamu untuk menggunakannya untuk alasan medis. Jika memang kamu merasa perlu untuk menggunakan obat kumur, sebaiknya gunakan 1 kali saja dalam sehari. 

Lagipula, jika penggunaan obat kumur hanya untuk membuatmu ingin merasakan gigi super bersih, hal ini perlu kamu perhatikan lagi. Sebab faktanya, American Dental Association tidak merekomendasikan penggunaan obat kumur setiap hari, sebagai langkah yang diperlukan dalam perawatan kesehatan mulut yang tepat. 

Referensi:
Prevention. Diakses pada 2019. This Everyday Hygiene Habit Could Up Your Risk For Diabetes.