Waspada, Polusi Udara Dapat Sebabkan Rhinitis Vasomotor

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Waspada, Polusi Udara Dapat Sebabkan Rhinitis Vasomotor

Halodoc, Jakarta - Udara di Jakarta belakangan ini identik dengan polusi udara. Tingkat polusi di ibukota Indonesia ini sempat berada di peringkat kedua paling parah di dunia. Hal ini dapat menyebabkan banyak gangguan pada tubuh. Salah satu yang dapat terjadi adalah rhinitis vasomotor.

Rhinitis vasomotor atau rinitis non-alergi dapat menyebabkan bersin yang kronis atau hidung tersumbat. Gangguan ini dapat mirip dengan gejala demam berdarah, yang termasuk dalam rinitis alergi. Agar rhinitis vasomotor tidak terjadi, ada baiknya untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Rhinitis Vasomotor Dapat Disebabkan oleh Polusi Udara

Rhinitis vasomotor mempunyai arti, yaitu "Vaso" yang berarti pembuluh darah dan "motor" yang berarti saraf. Dengan kata lain, penyakit ini merupakan gangguan distribusi saraf yang menyerang jaringan hidung dan pembuluh darah. Diperkirakan sekitar 10 persen dari populasi akan mengalami gangguan ini.

Rhinitis non alergi dapat menyerang semua orang, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Walau begitu, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang di atas usia 20 tahun. Pemicu dari rhinitis vasomotor dapat bermacam-macam, salah satunya adalah polusi udara. Hal lainnya yang dapat menyebabkannya adalah obat-obatan, makanan tertentu, dan kondisi kesehatan kronis.

Seseorang yang mengidap gangguan ini sangat sensitif terhadap iritasi. Gangguan pada hidung dapat terjadi meski terpapar iritasi konsentrasi rendah. Artinya, rhinitis non alergi ini dapat menyebabkan respons berlebihan pada hidung terhadap iritasi yang umumnya tidak mengganggu orang lain.

Seseorang yang mengalami rhinitis vasomotor terbagi menjadi dua tipe, yaitu "basah" dan "kering". Pengidap gangguan ini akan merespons semua perubahan pada banyak hal, termasuk juga udara. Maka dari itu, polusi udara dapat meningkatkan risiko terhadap gangguan ini.

Baca juga: Waspada, Ini Gejala dari Kondisi Rhinitis Vasomotor

Cara Diagnosis Rhinitis Vasomotor

VMR biasanya didiagnosis dengan mengambil catatan kesehatan yang cermat dan melakukan pemeriksaan pada hidung dan tenggorokan secara menyeluruh. Selain itu, tes alergi harus dilakukan untuk memastikan tidak ada dasar alergi untuk beberapa gejala. Hal itu dilakukan, karena akan memengaruhi perawatan yang dilakukan.

Pada beberapa kasus, CT scan terhadap sinus juga mungkin diperlukan. Hal ini untuk menyingkirkan sinusitis kronis atau polyposis. Dalam kasus yang jarang, beberapa reaksi dari pemeriksaan tusukan kulit akan terlihat pada seseorang yang mengalami gangguan ini.

Tidak perlu ragu untuk mendiskusikan kondisi kesehatanmu dengan dokter terpercaya di Halodoc. Komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: Lendir pada Tenggorokan, Waspada Tanda Rhinitis Vasomotor

Pengobatan Rhinitis Vasomotor yang Dapat Dilakukan

Perawatan yang dapat dilakukan pada gangguan ini bertujuan untuk mengurangi mampet pada hidung dan mencegah rinorea. Pengobatan yang paling ampuh untuk gangguan ini adalah menghindari pemicunya. Selain itu, terdapat beberapa perawatan medis yang dapat dilakukan untuk mengobati gangguan ini, antara lain:

  1. Semprotan Hidung

Semprotan hidung dapat membantu kamu untuk mengobati gejala rhinitis vasomotor. Semprotan hidung dapat mengandung berbagai jenis obat termasuk:

  • Antikolinergik, seperti ipratropium, untuk mengendalikan gejala yang berkaitan dengan disfungsi sistem saraf otonom.

  • Antihistamin, seperti azelastine, yang berfungsi untuk menekan sensitivitas terhadap pemicu lingkungan.

  • Kortikosteroid, seperti mometason furoate, budesonide, atau beclomethasone. Obat tersebut berguna untuk mengurangi mampet pada hidung.

  • Cromolyn, yang dapat berguna untuk mengendalikan ingusan.

  1. Obat Oral

Pengobatan yang dikonsumsi secara oral juga dapat digunakan untuk mengobati rinitis vasomotor. Obat-obatan tersebut antara lain:

 

  • Dekongestan seperti pseudoephedrine dan chlorpheniramine.

  • Antihistamin oral seperti diphenhydramine atau loratadine.

Selain menghindari pemicu dari gejala rhinitis non alergi ini, kamu mungkin dapat memperbaiki kondisi dengan melakukan aktivitas fisik rutin untuk membuka saluran udara.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Rhinitis

Referensi:
Asthma Foundation (Diakses pada 2019). Vasomotor Rhinitis (VMR)
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Nonallergic rhinitis