Waspada, Ini Gejala dari Kondisi Rhinitis Vasomotor

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Waspada, Ini Gejala dari Kondisi Rhinitis Vasomotor

Halodoc, Jakarta - Mungkin kamu atau orang terdekatmu pernah merasakan gejala seperti hidung meler, bersin, dan hidung tersumbat, tetapi sedang tidak mengidap flu. Wajar sekali jika kamu merasa terganggu dengan kondisi ini dan bingung untuk mengatasinya. Kondisi ini bisa jadi merupakan akibat rhinitis vasomotor, atau dikenal dengan rhinitis non alergi. 

Peradangan yang terjadi pada mukosa hidung ini akibat gangguan saraf pada hidung. Meskipun rhinitis vasomotor tidak mengancam nyawa, kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengidapnya.

Baca Juga: Lendir pada Tenggorokan, Waspada Tanda Rhinitis Vasomotor

Gejala Apa Saja yang Bisa Muncul Saat Muncul Mengalami Rhinitis Vasomotor?

Faktanya gejala saat mengalami rhinitis vasomotor bisa datang dan pergi kapan saja. Kondisi tersebut berlangsung beberapa minggu atau bisa juga lebih lama. Sementara itu, beberapa gejala yang bisa terjadi adalah: 

  • Hidung beringus;

  • Hidung tersumbat;

  • Fungsi penciuman menurun;

  • Bersin-bersin;

  • Lendir pada tenggorokan.

Gejala lainnya juga dapat muncul saat penyakit ini menyerang. Jika ingin mengetahui lebih lanjut, kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Segala pertanyaan tentang kesehatan bisa ditanyakan hanya melalui satu aplikasi.

Baca Juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Rhinitis

Apa yang Menjadi Penyebab Rhinitis Vasomotor?

Kondisi ini bisa terjadi akibat pembuluh darah di hidung mengalami pelebaran. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan, hidung tersumbat, dan hidung dipenuhi dengan lendir. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti pelebaran pembuluh darah ini terjadi. Namun, beberapa hal diduga terdapat menyebabkan kondisi ini terjadi, misalnya: 

  • Infeksi virus yang terkait dengan flu;

  • Kebiasaan konsumsi makanan atau minuman panas dan pedas;

  • Konsumsi minuman beralkohol;

  • Paparan bahan iritan dari lingkungan, seperti parfum, asap, atau perokok pasif;

  • Pengguna obat-obatan tertentu, seperti aspirin, ibuprofen, antihipertensi, beta blockers, atau antidepresan;

  • Pengidap penyakit tertentu, seperti hipotiroidisme;

  • Perubahan cuaca atau musim yang kering;

  • Perubahan hormon akibat kehamilan, menstruasi, atau kontrasepsi oral.

Sementara itu, terdapat faktor risiko yang menyebabkan kondisi ini menyerang, misalnya:

  • Telah berusia di atas 20 tahun;

  • Berjenis kelamin wanita, oleh karena dipengaruhi oleh perubahan hormon;

  • Paparan terhadap bahan iritan, seperti asap rokok, asap knalpot, atau kabut;

  • Pengguna nasal drop dekongestan atau spray selama lebih dari beberapa hari;

  • Pengidap kondisi medis, seperti hipotiroidisme atau sindrom kelelahan kronis;

  • Stres emosional atau stres fisik.

Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegah Rhinitis Vasomotor?

Kondisi ini bisa menyerang siapa saja. Jika kamu merasakan gejala seperti yang di atas dan tengah merencanakan pemeriksaan dengan dokter, umumnya dokter melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti tes alergi dan pemeriksaan endoskopi untuk melihat bagian dalam hidung. Jika tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan tersebut, maka dokter akan mendiagnosisnya sebagai rhinitis vasomotor.

Berbagai cara yang dilakukan untuk mengobati rhinitis vasomotor berfokus untuk menghindari faktor penyebab munculnya gejala. Pengidapnya disarankan untuk tidur dengan bantal yang lebih tinggi demi mengurangi hidung tersumbat. Sementara itu, obat yang digunakan misalnya cairan saline semprot hidung untuk irigasi hidung, kortikosteroid semprot hidung, dekongestan (pseudoephedrine atau phenylephrine), dan antihistamin semprot hidung.

Sayangnya, hingga kini belum diketahui metode paling tepat untuk mencegah rhinitis vasomotor. Jadi, penting untuk mengetahui faktor pencetus yang memicu timbulnya gejala untuk menghindarinya. Penting juga untuk tidak terlalu sering menggunakan obat dekongestan hidung. Pasalnya, penggunaan obat ini secara berlebihan dapat memperparah gejala. Tindakan operasi bisa disarankan jika segala tindakan pengobatan tidak mampu mengatasinya. 

Baca Juga: Ini Bedanya Rhinitis Alergi dan Rhinitis Non-Alergi

Referensi:

Mayo Clinic (2019). Nonallergic Rhinitis. 
NHS Choices UK (2019). Non-allergic rhinitis