Waspada Tanda-Tanda Kleptomania pada Anak

Waspada Tanda-Tanda Kleptomania pada Anak

Halodoc, Jakarta - Selain keluhan fisik, penyakit psikis atau mental yang dialami Si Kecil juga sering kali membuat banyak orangtua merasa resah. Misalnya, masalah mental, seperti kleptomania. Kondisi ini masuk ke dalam kelompok gangguan kendali impulsif. Artinya, pengidapnya tak dapat menahan diri untuk mengutil atau mencuri.

Meski penyakit ini jarang terjadi, namun penyakit mental ini bisa membuat pengidapnya terganggu secara emosional, sehingga malu untuk mencari pengobatan. Secara garis besar kleptomania merupakan gangguan kejiwaan yang dapat dibagi dua jenis, yaitu psikosa dan neurosa.

Baca juga: Hati-Hati, Kleptomania pada Anak

Dalam kebanyakan kasus, penyakit mental ini terbentuk di masa remaja, namun ada juga yang muncul setelah dewasa. Dalam menjalankan “aksinya”, pengidap kleptomania kerap melakukannya di tempat umum (warung atau toko), dan ada pula sebagian yang mengutil di rumah temannya.

Lalu, seperti apa sih gejala kleptomania pada anak?

Sulit Menolak Dorongan Mencuri

Ingat, kleptomania ini berbeda dengan pencurian. Bila pencurian dilandasi motif kriminal, namun penyakit mental yang satu ini tak demikian. Nah, berikut beberapa pengertian jelas dan gejala  pengidapnya:

  • Pengidapnya sering kali gagal menolak dorongan yang kuat untuk mencuri, meski barang yang dicurinya sesuatu yang tidak berharga (tak mereka butuhkan). Ini berbeda dengan pencurian kriminal, yaitu mencuri barang berharga dan bernilai tinggi.

  • Mereka merasa cemas dan tegang ketika hendak melakukan pencurian. Tapi, setelah melakukannya akan timbul rasa senang dan puas. Setelah itu, barulah muncul perasaan menyesal, malu, bersalah, dan takut tertangkap. Sayangnya, mereka tetap enggak bisa menahan diri untuk mengulangi perbuatannya lagi.

  • Dalam kebanyakan kasus, pengidapnya melakukan aksinya secara spontan dan seorang diri. Umumnya, pengidapnya akan membuang barang curian tersebut, atau memberikannya ke orang lain.

  • Pencurian yang mereka lakukan, tak berhubungan dengan respon terhadap delusi atau halusinasi. Bukan pula karena luapan balas dendam atau kemarahan.

Baca juga: Kenali Kleptomania pada Anak dan Cara Mengatasinya

Awasi Penyebabnya

Sayangnya, penyebab dari penyakit mental ini hingga kini belum diketahui pasti. Ada dugaan bahwa kondisi ini terbentuk akibat adanya perubahan komposisi kimia di dalam otak. Diduga, perilaku impulsif ini muncul akibat gangguan zat kimia di otak, seperti turunnya kadar serotonin atau hormon yang tugasnya mengatur emosi.

Ada juga dugaan lain, seperti ketidakseimbangan sistem opioid otak yang mengakibatkan keinginan untuk mencuri tak bisa ditahan, dan terjadi pelepasan hormon dopamin. Pelepasan hormon ini membuat mereka merasa senang atas perbuatannya dan cenderung ketagihan.

Penanganan Kleptomania

Kleptomania sulit bila diatasi seorang diri yang jika dibiarkan dapat berkepanjangan dan semakin parah, sehingga menciptakan gangguan fungsi yang signifikan. Pengobatan kleptomania, meliputi obat-obatan dan psikoterapi. Dokter dapat memberikan obat golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) khususnya untuk pengidap yang juga mengalami depresi.

Dokter juga dapat meresepkan obat golongan antipsikotik. Tidak ada obat yang disetujui oleh badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat untuk kleptomania, namun penelitian terus dilakukan untuk menemukan obat yang paling cocok untuk menangani penyakit ini.

Baca juga: Gangguan Pola Asuh Pemicu Anak Melakukan Kekerasan pada Orang Dewasa

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau Si Kecil memiliki keluhan lainnya? Ibu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!