24 November 2018

Waspadai 4 Ciri-Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil Ini

Waspadai 4 Ciri-Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil Ini

Halodoc, Jakarta – Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang sering terlambat disadari. Pasalnya, gejala dari kondisi ini seringnya baru muncul setelah kehamilan memasuki usia 20—24 minggu atau beberapa saat setelah bayi lahir. Selain itu, dalam beberapa kasus preeklamsia bisa berkembang tanpa menunjukkan gejala apapun atau hanya gejala yang ringan.

Preeklamsia pada ibu hamil ditandai dengan meningkatnya tekanan darah (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ lain. Berita buruknya, kondisi ini bisa sangat membahayakan ibu maupun janin yang dikandung. Preeklamsia yang tidak disadari oleh calon ibu bisa berkembang menjadi eklamsia, yaitu sebuah kondisi yang jauh lebih serius dan mengancam.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan kelainan yang terjadi pada plasenta, yaitu organ yang berfungsi menerima suplai darah dan nutrisi untuk janin selama di dalam kandungan. Meski begitu, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab preeklamsia bisa terjadi pada masa kehamilan.

Gangguan preeklamsia yang terjadi selama kehamilan bisa menyebabkan terganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk kelancaran peredaran darah plasenta. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih sempit dari seharusnya, sehingga bisa menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang bisa dialirkan.

Gejala dan Ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil

Salah satu tanda yang cukup khas dari kondisi ini adalah tekanan darah yang terus meningkat. Karena itu, memantau tekanan darah selama kehamilan adalah hal yang penting untuk dilakukan. Ibu hamil harus waspada jika tekanan darah sudah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

Selain hipertensi, ada beberapa gejala lain yang muncul saat seorang ibu hamil mengalami preeklamsia. Apa saja gejala yang sering muncul sebagai tanda preeklamsia dalam masa kehamilan?

1. Terjadi Pembengkakan di Sejumlah Area Tubuh

Preeklamsia pada kehamilan bisa menyebabkan calon ibu tiba-tiba mengalami pembengkakan. Kondisi ini bisa terjadi di telapak kaki, wajah, mata, dan tangan. Ibu hamil yang mengalami preeklamsia juga bisa mengalami peningkatan berat badan dalam 1 atau 2 hari.

2. Nyeri yang Mengganggu

Preeklamsia pun akan meningkatkan risiko ibu hamil mengalami nyeri pada sejumlah bagian tubuh. Nyeri yang muncul bisa sangat mengganggu dan menyiksa. Ibu hamil mungkin akan mengalami nyeri di perut bagian atas, nyeri kepala yang parah, dan nyeri di bagian tubuh lain.

3. Tekanan Darah Melonjak

Salah satu gejala yang cukup khas dari kondisi ini adalah meningkatnya tekanan darah secara drastis. Ibu hamil yang mengalami preeklamsia bisa mengalami peningkatan tekanan darah menjadi sangat tinggi, yaitu lebih dari 140/90 mmHg.

4. Gangguan Lain

Preeklamsia juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan lain. Mulai dari sesak napas akibat cairan di paru-paru, gangguan penglihatan, mual dan muntah, hingga gangguan fungsi hati, dan menurunnya jumlah trombosit dalam darah.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita mengalami preeklamsia, yaitu kekurangan nutrisi, riwayat penyakit tertentu, obesitas, dan ada jeda waktu yang lama dengan kehamilan sebelumnya, misalnya 10 tahun. Faktor usia juga bisa menjadi pemicu preeklamsia, yaitu hamil di bawah usia 20 tahun atau di atas usia 40 tahun. Risiko preeklamsia juga lebih tinggi pada wanita yang baru pertama kali hamil atau pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya.

Cari tahu lebih lanjut seputar preeklamsia pada ibu hamil dan cara mengatasinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kehamilan dan tips menjaga kehamilan tetap sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: