04 October 2018

Yang Perlu Diketahui Tentang Batu Empedu

batu empedu

Halodoc, Jakarta - Lagi-lagi kolesterol adalah hal yang cukup berbahaya jika kadarnya melebihi batas normal. Tidak hanya mengganggu kesehatan jantung, ternyata kolesterol juga dapat mengendap menjadi batu empedu yang menghambat saluran empedu. Pasien yang menderita batu empedu biasanya tidak mengalami gejala apapun pada awalnya. Namun, lama kelamaan batu ini akan menghambat bagian ujung empedu dan menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat. Nyeri ini disebut dengan nyeri kolik, dan dapat bertahan selama hitungan jam.

Mengerasnya empedu biasanya terjadi karena empedu mengandung tingkat kolesterol yang tinggi, bilirubin atau garam empedu, maka empedu akan kekurangan air dan kemudian membuatnya mengeras dan kemudian menjadi batu. Batu empedu dapat memiliki ukuran satu batu empedu besar, seukuran bola golf, atau seperti batu kecil, atau bahkan kombinasi antara keduanya.

Penyebab Munculnya Batu Empedu

Seperti yang disebutkan sebelumnya, batu empedu terbentuk akibat pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu. Hal ini dipicu karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah kolesterol dan  senyawa kimia dalam cairan tersebut. Nah, faktor yang dapat meningkatkan seseorang terkena batu empedu antara lain:

  • Usia. Penyakit batu empedu umumnya dialami oleh mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

  • Jenis kelamin. Menurut penelitian, ternyata wanita memiliki risiko terkena penyakit batu empedu yang lebih tinggi ketimbang pria.

  • Melahirkan. Wanita yang pernah melahirkan pun memiliki risiko penyakit ini lebih tinggi akibat meningkatnya kadar kolesterol terkait perubahan hormon estrogen selama masa kehamilan.

  • Obesitas. Mereka yang mengidap obesitas juga semakin beresiko terkena batu empedu.

  • Pengobatan Batu Empedu

Karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala, maka pasien yang mengidap penyakit ini tidak memerlukan penanganan khusus. Akan tetapi jika penyakit ini dirasa mengganggu maka penyakit ini harus segera ditangani. Cara yang dapat ditempuh antara lain dengan obat-obatan atau pengangkatan kantung empedu. Meski penting, tapi sebetulnya manusia dapat tetap hidup tanpa keberadaannya karena cairan empedu tetap dapat diproduksi oleh hati. Operasi bedah yang akan dilakukan dinamakan kolesistektomi laparoskopik, yang sangat dianjurkan karena metodenya sederhana dan risikonya pun rendah.

Pengobatan Batu Empedu dengan Cara Alami

Jika kamu tidak ingin menggunakan jalur operasi bedah sebagai pengobatan, maka kamu dapat mengikuti beberapa cara alami berikut:

  • Minyak Zaitun. Kamu dapat menambahkan minyak zaitun sebanyak setengah sendok ke dalam teh yang sudah diberi tambahan jeruk nipis.

  • Apel. Konsumsi apel setiap hari untuk membantu mengeluarkan batu empedu lewat pencernaan.

  • Air Putih. Mengonsumsi air putih sebanyak delapan gelas sehari juga ampuh membantu mengeluarkan batu empedu melalui pencernaan.

  • Rajin Olahraga. Olahraga dianjurkan karena aktivitas ini mampu mengeluarkan racun-racun di dalam tubuh melalui keringat sehingga tidak perlu dikeluarkan melalui pencernaan. Olahraga juga dapat meningkatkan kebugaran sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.

  • Menjaga Asupan Makan. Penting sekali bagi kamu yang tengah mengidap batu empedu untuk memperhatikan setiap asupan yang masuk ke tubuh. Pastikan agar kamu membatasi dahulu makanan yang mengandung kolesterol dan lemak dan usahakan perbanyak serat agar pencernaan lancar.

Jika kamu merasakan nyeri di area perut suatu saat nanti dan mencurigai sebagai batu empedu, maka kamu dapat berdiskusi langsung dengan dokter ahlinya mengenai penyakit ini melalui aplikasi Halodoc. Kamu dapat langsung mengobrol di mana saja dan kapan saja dengan aplikasi ini. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play.

 

Baca juga: