17 May 2018

Yang Terjadi pada Tubuh Jika Beralih dari Kopi ke Teh

Yang Terjadi Pada Tubuh Jika Beralih dari Kopi ke Teh

Halodoc, Jakarta – Menyeruput kopi di pagi hari rasanya telah menjadi ritual banyak orang. Minuman yang satu ini memang punya berbagai manfaat bagi tubuh yang telah terbukti secara ilmiah. Misalnya, menurunkan risiko depresi, meningkatkan metabolisme tubuh, hingga menambah stamina.

Nah, kira-kira apa jadinya jika seseorang berhenti ngopi dan beralih ke teh?

1.Mood Turun

Melansir Reader Digest’s, menurut ahli, kopi dapat meningkatkan suasana hati seseorang. Makanya, ketika kamu berhenti mengonsumsi kopi, bisa jadi suasana hatimu akan berubah. Misal semangat atau energimu terasa menurun.

Ada riset menarik mengenai kopi dari Harvard University, AS. Kata para ahli, orang dewasa yang rutin mengonsumsi kopi berkafein sebanyak dua sampai empat cangkir sehari, punya risiko bunuh diri yang lebih rendah ketimbang mereka yang enggak atau sedikit mengonsumsi kopi.

  1. Risiko Diabetes Meningkat

Meski para ahli enggak tahu alasan tepatnya, tapi banyak penelitian yang menunjukkan kalau kopi bisa menurunkan risiko diabetes tipe dua, lho. Menurut para ahli, mungkin saja hal ini disebabkan karena kopi bisa meningkatkan protein yang membawa hormon seks seperti testosteron dan estrogen. Nah, kedua hormon itulah yang membantu tubuh untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2. Enggak cuma itu, ada juga ahli yang bilang bahwa kopi bisa meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

(Baca juga: 7 Buah Terbaik untuk Jantung Sehat)

  1. Napas Lebih Fresh

Terkadang kopi memang membuat napas jadi tak segar. Namun, ketika kamu beralih dari kopi ke teh hijau, masalah ini akan menghilang. Bahkan, napas jadi lebih fresh. Kok bisa?

Nah, hal ini dikarenakan senyawa polifenol yang terkandung di dalam teh hijau. Senyawa ini mampu menghilangkan bau mulut dengan membunuh bakteri yang ada di dalam air liur.

  1. Sakit Kepala

Selain tiga hal di atas, beralih dari kopi ke teh juga bisa menimbulkan sakit kepala. Namun, hal itu juga tergantung seberapa sensitif tubuhmu terhadap perubahan kandungan kafein dalam tubuh. Melansir Reader Digest’s, kata juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, sakit kepala ini biasanya terjadi ketika kamu benar-benar mengganti total kopi dengan teh. Namun, dalam sebagian kasus, mengurangi asupan kopi juga bisa memicu sakit kepala.

Kamu enggak perlu khawatir, ketika tubuh sudah bisa beradaptasi dengan perubahan itu,  gejala-gejala seperti sakit kepala akan hilang dengan sendirinya.

  1. Gigi Jadi Lebih Putih

Memang bukan rahasia lagi kalau kopi sering kali membuat gigi jadi bernoda. Ketika kamu berhenti mengasup kopi dan beralih ke teh, warna gigi pun akan jadi lebih memutih. Apalagi, bila kamu memilih teh hijau. Kata ahli, teh hijau tidak meninggalkan banyak noda pada gigi, enggak seperti kopi yang justru membuat gigi menghitam.

  1. Tidur Lebih Nyenyak

Terkadang kopi sering membuat tidur banyak orang terganggu di malam hari. Alasannya simpel, kopi mengandung lebih banyak kafein dibandingkan dengan teh. Kafein inilah yang menyebabkan seseorang jadi gelisah, bahkan insomnia di malam hari.

  1. Sistem Imun Meningkat

Kopi dan teh memang sama-sama mengandung antikoksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, ternyata teh hijau punya kandungan antioksidan yang lebih banyak ketimbang biji kopi. Nah, antioksidan ini diperlukan tubuh untuk menangkal radikal bebas yang bisa menimbulkan sederet masalah bagi tubuh.

(Baca juga: Jangan Sembarangan, Ini Bahayanya Kebanyakan Minum Kopi)

Kamu juga bisa lho mendiskusikan masalah di atas dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!