11 Gejala Penyakit Multiple Sclerosis yang Harus Diwaspadai

11 Gejala Penyakit Multiple Sclerosis yang Harus Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit progresif yang muncul akibat sistem imun yang keliru. Alih-alih melindungi, sistem imun ini justru menyerang selaput pelindung saraf (mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang. Saraf-saraf yang rusak ini lama-kelamaan akan mengeras dan membentuk jaringan parut atau sklerosis.

Rusaknya mielin bisa menghalangi sinyal-sinyal persarafan yang dikirim melalui otak. Alhasil, akan terjadi miskomunikasi antara otak dengan bagian tubuh lain. Yang bikin resah, bila menyerang otak seseorang bisa saja lupa atau mengalami gangguan memori.

Dalam banyak kasus, pengidap MS akan mengalami gejala, seperti sulit berjalan atau lumpuh, kesemutan, kram otot, gangguan penglihatan, dan bermasalah dengan koordinasi serta keseimbangan.

Lalu, seperti apa sih gejala multiple sclerosis?

Baca juga: 5 Gejala Penyakit Saraf yang Perlu Diketahui

Kenali Gejala-Gejalanya

Sebelum mengetahui gejala multiple sclerosis, ada satu hal yang yang perlu ditegaskan. Ingat, penyakit multiple sclerosis merupakan penyakit yang enggak bisa, terutama multiple sclerosis progresif primer.

Lalu, seperti apa gejala multiple sclerosis yang bisa dialami pengidapnya?

Gejala multiple sclerosis yang ditimbulkan bisa berbeda-beda pada tiap pengidapnya. Gejala ini akan bergantung pada lokasi serat-serat saraf yang diserang. Nah, berikut beberapa gejala umum yang biasanya terjadi.

Baca juga: Multiple Sclerosis Bisa Buat Pengidapnya Sulit Bergerak

  1. Rasa kebas atau lemas, umumnya pada satu sisi tubuh atau kaki.

  2. Otak menjadi kejang atau kaku.

  3. Adanya masalah seksual, seperti disfungsi ereksi, atau berkurang cairan, dan kepekaan Miss V.

  4. Nyeri neuropati, seperti kulit yang sangat sensitif, rasa sakit yang menusuk, ataupun sensasi terbakar.

  5. Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau penurunan kualitas penglihatan.

  6. Cara bicara yang tak jelas.

  7. Rasa atau sensasi geli atau nyeri pada bagian-bagian tubuh.

  8. Timbulnya masalah pada kandung kemih atau pencernaan.

  9. Timbulnya gangguan pada kemampuan motorik dan keseimbangan.

  10. Gangguan mental, seperti kecemasan, depresi, ataupun emosi yang tak stabil.

  11. Rasa kelelahan yang parah, sekitar 90 persen pengidap MS mengalami hal ini.

Banyak Faktor Penyebab

Penyakit MS ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyerang lapisan pembungkus saraf di otak atau sumsum tulang belakang. Sayangnya, sampai kini penyebab pasti dari MS belum diketahui pasti. Tapi, setidaknya ada beberapa kemungkinan yang bisa memicunya. Misalnya, seperti:

Baca juga: Benarkah Multiple Sclerosis Merupakan Penyakit Turunan?

  • Genetik. Meski bukan penyakit keturunan, namun seseorang dengan anggota keluarga yang mengidap MS, cenderung memiliki kelainan gen yang sama. Diperkirakan sekitar 2–3 persen pengidap MS memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit ini.

  • Pengaruh Kondisi Autoimun Tertentu. Pengidap tiroid, diabetes tipe 1, dan penyakit inflamasi usus diduga memiliki risiko yang lebih tinggi mengidap MS.

  • Jenis Kelamin. Faktanya MS lebih banyak diidap oleh wanita dua kali lebih banyak ketimbang pria.

  • Pengaruh Infeksi Tertentu. Beberapa virus diduga berkaitan dengan MS, seperti virus Epstein-Barr.

  • Kekurangan Vitamin D.

Bisa Menimbulkan Komplikasi

Sampai saat ini belum ada cara untuk menyembuhkan penyakit MS. Pengobatan yang diberikan dokter cuma bertujuan untuk mengurangi gejala dan kekambuhan pengidapnya.

Nah, yang perlu diketahui lagi, penyakit autoimun bisa menimbulkan komplikasi bila penanganannya tidak tepat. Misalnya:

  • Epilepsi.

  • Turunnya fungsi seksual.

  • Depresi.

  • Masalah pada pembuangan air seni atau feses.

  • Perubahan suasana hati secara mendadak.

  • Sendi menjadi kaku hingga lumpuh, khususnya pada kaki.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!