11 February 2019

Benarkah Multiple Sclerosis Merupakan Penyakit Turunan?

Benarkah Multiple Sclerosis Merupakan Penyakit Turunan?

Halodoc, Jakarta - Multiple Sclerosis atau MS adalah penyakit jangka panjang yang dapat memengaruhi saraf optik di mata, otak, bahkan sumsum tulang belakang. Penyakit ini menyebabkan masalah terkait penglihatan, kontrol otot, keseimbangan tubuh, dan fungsi dasar tubuh lainnya. Efek penyakit ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Beberapa lainnya hanya memiliki gejala yang ringan dan tidak memerlukan perawatan.

Multiple Sclerosis terjadi ketika bahan berlemak yang membungkus serat saraf (mielin) kamu diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Saraf kamu menjadi rusak tanpa pembungkus ini. Ketika saraf rusak, otak kamu tidak dapat mengirim sinyal ke tubuh dengan benar dan fungsi-fungsi saraf lainnya pun dapat terganggu. Kamu dapat kesulitan untuk merasakan bahkan bergerak.

MS bukanlah suatu penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan. Meski begitu, orang yang salah satu anggota keluarganya mengidap multiple sclerosis akan memiliki risiko yang lebih besar. Hal tersebut disebabkan oleh kecenderungan kelainan gen yang sama. Diperkirakan apabila seorang pengidap penyakit saraf ini sekitar 2-3 persen pengidapnya akan memiliki penyakit yang sama.

Baca Juga: Kesemutan Bisa Jadi Tanda 3 Penyakit Langka Ini

Kerusakan yang terjadi pada otak pengidap MS adalah sulitnya mengirim sinyal melalui tubuh dengan benar. Dalam kondisi ini, saraf pun akan mengalami gangguan, sehingga sulit untuk berfungsi dengan. Akibatnya, kamu pun akan mengalami kesulitan saat bergerak dan merasakan sesuatu.

Gejala-gejala yang dapat timbul pada pengidap multiple sclerosis, antara lain:

  • Kesulitan berjalan.

  • Merasa lelah.

  • Kelemahan atau kejang otot.

  • Penglihatan kabur atau ganda.

  • Mati rasa dan kesemutan.

  • Masalah seksual.

  • Kontrol kandung kemih atau usus yang buruk.

  • Rasa sakit.

  • Depresi.

  • Kesulitan untuk fokus.

Gejala tersebut sering terjadi ketika seseorang berusia 20 hingga 40 tahun. Penyakit tersebut dapat kambuh ketika kondisinya semakin memburuk. Hal tersebut dapat menjadi tanda membaik atau sebaliknya menjadi lebih buruk, seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: 5 Gejala Penyakit Saraf yang Perlu Diketahui

Penyebab Multiple Sclerosis

Hingga kini, apa yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang selubung mielin belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diduga berperan sebagai penyebab MS terjadi pada seseorang. Salah satunya adalah faktor gen dan kebiasaan merokok. Selain itu, seseorang dapat mengidap multiple sclerosis setelah mengidap penyakit yang dapat membuat sistem imunnya berhenti berfungsi secara normal.

Berikut adalah beberapa faktor lainnya:

  1. Kekurangan Vitamin D

Vitamin ini bisa didapatkan dari asupan makanan dan paparan sinar matahari. Kurangnya asupan vitamin D dapat menyebabkan kondisi ini. Tidak sedikit orang-orang yang letak wilayahnya jauh dari garis khatulistiwa mengalami penyakit saraf ini. Walau begitu, belum dipastikan apakah suplemen vitamin D dapat mencegah terjadinya penyakit ini.

  1. Infeksi Virus

Salah satu penyebab seseorang mengidap MS adalah dikarenakan infeksi virus. Umumnya, seseorang yang mengidap multiple sclerosis disebabkan oleh virus Epstein-Barr, virus yang sering membuat demam kelenjar. Hal tersebut dapat membuat sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri.

  1. Menyerang Wanita

Kelainan pada saraf tersebut umumnya lebih berisiko menyerang wanita 2-3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pada pria. Hal tersebut masih belum dapat dipastikan tentang mengapa penyakit ini lebih banyak terjadi pada wanita dan bagaimana cara mencegahnya.

Baca Juga: 5 Penyakit Akibat Kerusakan Saraf

Itulah pembahasan tentang multiple sclerosis yang dapat disebabkan oleh gen keluarga. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit saraf tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!