Bukan Cuma Mudah Letih, Ini 14 Gejala Anemia Defisiensi Besi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bukan Cuma Mudah Letih, Ini 14 Gejala Anemia Defisiensi Besi

Halodoc, Jakarta - Sampai kini, anemia masih menjadi masalah serius bagi dunia kesehatan global. Menurut data WHO, setidaknya 2,3 miliar orang mesti hidup dengan kondisi ini. Sayangnya, masih banyak orang yang menyepelekan anemia. Pada Hal, bila tidak dicegah sedini mungkin, maka akan menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu aktivitas harian.

Selain anemia, ada juga jenis anemia defisiensi besi yang bisa menyerang siapa saja. Masalah kesehatan yang satu ini merupakan satu jenis anemia yang disebabkan kekurangan zat besi, sehingga terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang sehat.

Baca juga: Orang yang Berpotensi Terkena Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat

Zat besi sendiri diperlukan untuk menghasilkan komponen sel darah merah, sebutannya hemoglobin. Nah, ketika tubuh mengalami anemia defisiensi besi, maka sel darah merah juga akan mengalami kekurangan pasokan hemoglobin. Padahal, hemoglobin ini berfungsi untuk mengangkut oksigen dalam sel darah merah untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh.

Lalu, seperti apa sih gejala-gejala yang dialami seseorang ketika dirinya mengidap anemia defisiensi besi?

Tak Cuma Mudah Lelah

Dalam kebanyakan kasus, jenis anemia ini paling rentan dialami oleh anak-anak dan wanita. Bagaimana dengan gejalanya? Sayangnya, gejala awal dari anemia defisiensi besi kadang kala tak terdeteksi karena sangat ringan. Gejalanya baru akan terlihat ketika kadar zat besi dalam darah semakin berkurang, karena anemia semakin parah. Nah, berikut gejala-gejalanya:

  1. Pucat

  2. Pusing atau pening

  3. Nafsu makan menurun, terutama pada anak-anak dan bayi

  4. Pembengkakan pada lidah atau terasa sakit

  5. Rasa nyeri pada dada, sesak napas, dan detak jantung menjadi cepat

  6. Kesemutan pada kaki

  7. Luka terbuka di ujung mulut

  8. Rambut mudah patah atau rontok

  9. Tungkai yang bergerak tidak terkontrol saat berbaring atau tidur (restless leg syndrome)

  10. Kaki dan tangan terasa dingin

  11. Rasa makanan terasa aneh

  12. Kuku mudah patah

  13. Kesulitan menelan (disfagia)

  14. Telinga berdengung.

Baca juga: Wanita Paling Rentan Kena Anemia Defisiensi Zat Besi

Awasi Penyebabnya

Anemia jenis ini bisa terjadi ketika tubuh kehilangan banyak sel darah dan zat besi tanpa bisa digantikan. Lalu, hal apa saja sih yang bisa menyebabkan anemia defisiensi besi?

1. Tubuh Tak Dapat Menyerap Zat Besi

Tubuh yang tak mampu menyerap zat besi bisa memicu terjadinya anemia jenis ini. Bahkan, ketika seseorang mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, maka ada kemungkinan tubuh tak dapat menyerapnya.

Kondisi ini bisa disebabkan karena konsumsi obat untuk mengurangi asam lambung yang memengaruhi zat besi tubuh. Selain itu, operasi pengangkatan bagian usus juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan nutrisi lainnya.

2. Kekurangan Darah

Ketika tubuh kekurangan darah, seseorang akan kehilangan beberapa zat besi. Nah, ketika tubuh tak bisa menyediakan zat besi yang cukup untuk membuat sel darah baru, maka anemia bisa semakin memburuk.

Selain itu, menstruasi yang lama dan banyak juga bisa menyebabkan anemia jenis ini. Alasannya jelas, karena kekurangan zat besi akibat kehilangan darah saat menstruasi. Di samping itu, kekurangan darah yang parah akibat cedera atau operasi juga bisa memicunya.

Baca juga: 3 Fakta Tentang Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat

3. Kurang Asupan Makanan yang Mengandung Zat Besi

Sesuai namanya, anemia defisiensi besi juga bisa disebabkan karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Pengidapnya bisa kok memilih makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah. Selain daging merah, sayur-sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan juga banyak mengandung zat besi.

Ada baiknya konsumsi makanan di atas juga diiringi dengan minuman atau buah yang kaya vitamin C. Misalnya, sari buah jeruk atau buah lainnya yang kaya vitamin C. Alasannya, vitamin C ini dapat membantu tubuh untuk menyerap zat besi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!