2 Pemeriksaan untuk Deteksi Dermatitis Numularis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
2 Pemeriksaan untuk Deteksi Dermatitis Numularis

Halodoc, Jakarta – Salah satu gangguan yang bisa terjadi pada kulit adalah dermatitis numularis. Kondisi ini sering ditandai dengan muncul rasa nyeri atau perih pada bagian kulit yang terserang. Umumnya, area kulit yang mengalami dermatitis numularis akan memiliki bercak berbentuk koin atau oval, yang mulai muncul setelah kerusakan pada kulit terjadi. Selain mengamati tanda fisik, kondisi ini juga bisa didiagnosis melalui pemeriksaan medis. 

Bercak yang muncul akibat dermatitis numularis biasanya akan terasa perih dan bisa menetap di permukaan kulit selama satu minggu hingga satu bulan. Penyakit kulit yang satu ini disebut lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan. Gejala awal penyakit ini adalah munculnya bercak kecil kemerahan pada kulit, tetapi banyak dan berkelompok. Segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah bercak yang muncul merupakan gejala dermatitis numularis atau bukan. 

Baca juga: Perbedaan Gejala Dermatitis Numularis dan Kurap

Mendeteksi Dermatitis Numularis Melalui Pemeriksaan Medis

Penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak merah kecil, yang kemudian membesar dan membentuk seperti koin. Pada kondisi yang parah, bercak bisa berubah menjadi kuning dan merupakan tanda telah terjadinya infeksi bakteri pada area yang mengalami dermatitis. Bercak yang muncul karena dermatitis numularis juga bisa memicu sensasi gatal dan rasa terbakar yang bersifat ringan hingga berat. 

Gatal dan nyeri pada kulit biasanya akan terasa semakin parah pada malam hari, dan berisiko mengganggu kualitas tidur pengidap penyakit ini. Seiring berjalannya waktu, kulit yang mengalami dermatitis mungkin akan mengeluarkan cairan, kemudian berubah menjadi keras dan bersisik. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab dermatitis numularis bisa menyerang. 

Baca juga: Kenali 4 Jenis Dermatitis dan Cara Mengatasinya

Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit kulit ini. Risiko dermatitis numularis disebut meningkat pada orang yang memiliki kulit sangat kering, memiliki riwayat penyakit dermatitis, aliran darah yang kurang baik, serta infeksi bakteri pada kulit. Bekas gigitan serangga juga disebut menjadi salah satu penyebab penyakit ini. Selain itu, ada beberapa faktor yang juga memengaruhi, seperti kulit kering, stres, perubahan temperatur, serta iritasi dari lingkungan. 

Penyakit ini bisa dengan mudah diidentifikasi melalui pengecekan kulit, yaitu melihat bercak atau tanda logam yang muncul. Selain menanyakan faktor-faktor pemicu, biasanya juga akan dilakukan tes alergi untuk memastikan apakah seseorang memiliki alergi yang berkaitan dengan masalah kulit, salah satunya dermatitis. Ada juga beberapa metode diagnosis yang bisa dilakukan untuk dermatitis numularis, yaitu: 

1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan pertama yang dilakukan adalah mengamati adakah tanda dermatitis numularis yang muncul di permukaan kulit. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat dermatitis yang pernah dialami. 

2. Biopsi Kulit 

Biopsi kulit menjadi salah satu cara untuk membantu mendeteksi dermatitis numularis pada kulit. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan kulit, terutama yang mengalami peradangan. Jaringan tersebut kemudian diamati menggunakan mikroskop. Biopsi kulit berfungsi untuk mengamati dan memastikan dermatitis numularis. Sebab, ada kemungkinan gejala yang muncul di kulit merupakan tanda penyakit lain, seperti tinea corporis bahkan psoriasis. 

Baca juga: 10 Tanda Dermatitis Atopik pada Anak dan Orang Dewasa

Masih penasaran tentang dermatitis numularis dan cara mendiagnosisnya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline (2019). Nummular Eczema
Medscape (2019). Nummular Dermatitis