21 Gejala yang Dialami saat Terkena Postpartum Depression

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
21 Gejala yang Dialami saat Terkena Postpartum Depression

Halodoc, Jakarta - Usai persalinan, tidak hanya fisik, mental seorang ibu bisa saja mengalami guncangan. Salah satu gangguan mental yang rentan menyerang ibu pasca melahirkan adalah postpartum depression. Seperti apa gejalanya? Simak dalam pembahasan berikut.

Postpartum depression bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan, mulai dari tahun pertama pasca ibu melahirkan. Selain pada ibu, kondisi ini juga bisa terjadi pada ayah. Postpartum depression juga bisa terjadi akibat komplikasi dari proses persalinan. 

Perlu diketahui bahwa postpartum depression adalah kondisi yang berbeda dengan baby blues, yang umumnya terjadi selama 7-14 hari setelah melahirkan. Gejala postpartum depression biasanya lebih parah dan berlangsung lebih lama. Oleh karena itu, waspadalah jika depresi terjadi lebih dari 14 hari atau berdampak signifikan pada sang ibu maupun bayi. 

Baca juga: Mengenal 3 Jenis Depresi Pasca-Melahirkan

Berikut beberapa gejala yang umum dialami oleh ibu yang mengidap postpartum depression:

  1. Sedih atau murung berkepanjangan.

  2. Sering menangis tanpa sebab yang jelas.

  3. Selalu lemas dan lelah.

  4. Mengalami gangguan tidur dan cenderung mengantuk pada siang hari.

  5. Sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan.

  6. Tidak tertarik pada sekitarnya.

  7. Kehilangan minat pada hal-hal yang pernah disukai.

  8. Nafsu makan yang menurun atau meningkat.

  9. Merasa bersalah dan tak berdaya.

  10. Selalu bicara negatif.

  11. Uring-uringan atau cepat emosi.

  12. Tidak merawat diri sendiri, misalnya tidak mandi atau ganti baju.

  13. Tidak ingat waktu.

  14. Kehilangan selera humor.

  15. Cenderung menarik diri.

  16. Kesulitan merasakan ikatan batin dengan sang bayi.

  17. Tidak merasa senang punya momongan.

  18. Hanya merawat sang bayi karena kewajiban.

  19. Tidak ingin bermain dengan sang bayi.

  20. Selalu merasa ada yang salah pada kondisi sang bayi.

  21. Memiliki pikiran buruk, seperti ingin menyakiti sang bayi atau bunuh diri.

Jika menunjukkan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan tadi, sebaiknya suami atau keluarga terdekat segera melakukan langkah medis. Ajaklah ibu ke dokter agar bisa ditangani secepatnya. Sebab postpartum depression yang tidak ditangani berpotensi memicu berbagai masalah dalam keluarga. 

Contohnya, sang ibu bisa mengalami depresi kronis, sang ayah selalu merasa tertekan, serta gangguan psikologis dan perilaku (seperti hiperaktif dan gangguan makan) pada anak-anak yang dibesarkan oleh ibu yang mengalami postpartum depression.

Pengobatannya Mencakup Medis dan Dukungan Keluarga

Jika hasil diagnosis menunjukkan ibu positif mengidap postpartum depression, dokter biasanya akan menentukan metode penanganan terbaik dengan mempertimbangkan tingkat keparahan kondisi dan kebutuhan pengidap. Jadi, penanganan bisa berbeda-beda. 

Baca juga: Kenali & Atasi Baby Blues Syndrome Pada Ibu

Secara umum, ada 3 langkah utama dalam menangani postpartum depression, yaitu penanganan rumahan, terapi psikologis, dan obat-obatan. Agar lebih jelas, berikut akan dijabarkan satu persatu. 

1. Penanganan Rumahan

Langkah pengobatan ini memerlukan dukungan penuh dari suami dan seluruh anggota keluarga. Ibu yang mengidap postpartum depression perlu melakukan beberapa hal berikut, tentunya dengan dukungan keluarga:

  • Jangan segan untuk menceritakan kesulitan dan perasaan pada suami, keluarga, atau teman agar mereka mengerti dan bisa membantu.

  • Tidak perlu sungkan atau gengsi untuk menerima atau meminta bantuan, misalnya untuk urusan dapur.

  • Beristirahatlah sebisanya, misalnya dengan meminta bantuan suami untuk bergantian menjaga bayi pada malam hari.

  • Luangkan waktu untuk diri sendiri agar bisa bersantai, contohnya mendengarkan musik,

  • Rutin berolahraga. Olahraga ringan terbukti dapat memperbaiki mood.

  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang dan mengatur jadwal makan.

  • Hindari konsumsi minuman keras atau obat-obatan terlarang.

2. Terapi Psikologis

Terapi ini dilakukan untuk membantu ibu dengan postpartum depression dalam menemukan cara tepat untuk menghadapi perasaan putus asa, mengatasi gangguan yang muncul, dan berpikir positif dalam situasi tertekan. 

3. Obat-Obatan

Obat biasanya baru diberikan pada ibu pengidap postpartum depression tingkat menengah atau parah. Pada tingkatan ini, dokter biasanya akan menganjurkan untuk mengonsumsi obat antidepresan. Obat ini akan membantu meringankan gejala-gejala yang muncul, sehingga ibu bisa kembali menjalani kegiatan sehari-hari secara normal.

Baca juga: Inilah Cara Jitu Mengusir Baby Blues

Sebagian besar ibu pengidap postpartum depression bisa sembuh secara total, dengan langkah penanganan yang sesuai kebutuhan. Dukungan suami dan keluarga juga sangat berperan penting dalam proses ini. 

Itulah sedikit penjelasan tentang postpartum depression. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!