22 January 2019

3 Asupan Pengganti Susu Sapi bagi Anak yang Alergi

3 Asupan Pengganti Susu Sapi bagi Anak yang Alergi

Halodoc, Jakarta - Beberapa di antara ibu pasti pernah merasakan repotnya saat mengetahui bahwa anak memiliki intoleransi laktosa. Kondisi ini menyebabkan anak tidak bisa mengonsumsi susu sapi seperti anak-anak lainnya. Ibu mungkin khawatir karena susu adalah sumber gizi untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Anak yang mengidap intoleransi laktosa (komponen gula alami dalam susu sapi), tidak mampu mencerna zat tersebut sampai ke usus besar sehingga hal ini menyebabkan masalah pencernaan.

Anak yang memiliki gejala intoleransi laktosa dapat mengalami gejala seperti perut kembung, sakit setelah minum susu sapi. Pada mereka yang alergi susu, gejalanya berupa gatal-gatal, muntah, diare, sakit perut, hidung dan mata berair, serta batuk-batuk dan sesak napas.

Baca Juga:  Sudah Tahu Ini? 10 Makanan Sumber Kalsium Selain Susu

Jika Si Kecil mengalami alergi susu sapi, ibu tidak perlu khawatir karena beberapa minuman di bawah ini dijadikan alternatif pengganti susu anak:

  • Susu Almond. Buat kalangan vegetarian, susu almond dijadikan sebagai alternatif minuman sehat pengganti susu anak. Meski cenderung memiliki harga lebih mahal, namun susu almond biasanya hadir tanpa pemanis sehingga lebih sehat. Kalau diberi pemanis, yang umum digunakan adalah pemanis alami seperti madu atau buah kurma. Cara pembuatannya kurang lebih sama dengan susu kedelai, direndam selama kira-kira 12 jam, diblender dengan air berikut ditambahkan pemanis atau periksa lalu disaring menggunakan kain. Susu almond dikenal memiliki kalori yang lebih rendah dan kaya akan asam lemak tak jenuh serta kaya vitamin E. Vitamin, A dan D dalam kandungan susu almond juga cocok untuk memenuhi kebutuhan harian.

  • Susu Kedelai. Salah satu produk olahan kedelai ini mudah ditemukan. Susu kedelai merupakan sumber protein, vitamin A, vitamin B12, vitamin D, dan potasium yang baik sehingga bisa digunakan sebagai pengganti susu anak. Kandungan protein dalam susu kedelai hampir setara dengan susu sapi, dan dalam susu kedelai terdapat 9 asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Karena berasal dari tumbuhan, susu kedelai tidak mengandung kolesterol sehingga baik bagi kesehatan jantung. Anak atau anggota keluarga lain dapat konsumsi susu kedelai setiap hari. Konsumsi susu kacang kedelai harus dibatasi bagi mereka yang memiliki masalah dengan penyakit tiroid.

Baca Juga: Ini Manfaatnya Jika Anak Minum Susu Secara Rutin

  • Susu Kacang Mete. Selama ini mungkin kamu mengenal kacang mete sebagai camilan, tapi kacang mede ternyata bisa dijadikan susu. Cara pembuatannya sama dengan susu almond, kamu bisa buat sendiri di rumah atau membeli yang siap saji. Campuran yang biasanya dipakai untuk membuat susu kacang mete adalah kurma, sea salt, dan perisa vanila. Meskipun kacang mete cenderung rendah lemak, tetapi kacang mede memiliki kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang tinggi sehingga bagus untuk tumbuh kembang Si Kecil. Di dalamnya terdapat vitamin E, vitamin K, vitamin B6, fosfor, zinc, magnesium, dan zat besi.

Selain dapat menggunakan pengganti susu anak dengan beragam jenis susu lain di atas, mereka yang memiliki alergi pada susu sapi harus memperhatikan produk-produk kemungkinan menggunakan susu sebagai bahan dasarnya, misalnya:

  • Mentega.

  • Keju.

  • Margarin.

  • Yoghurt.

  • Es krim.

  • Sereal.

  • Makanan bayi.

  • Kue, biskuit, crackers.

  • Puding, custard.

Baca Juga: 7 Jenis Susu yang Perlu Diketahui Serta Manfaatnya

Periksakan selalu kesehatan Si Kecil secara rutin dengan dokter di Halodoc secara rutin. Kamu tidak perlu jauh-jauh pergi ke dokter atau rumah sakit, kamu bisa berdiskusi melalui Voice/Video Call dan Chat. Download segera aplikasinya di App Store dan Google Play untuk menikmati berbagai layanan dari Halodoc.