3 Cara Cegah Kanker Penis Melalui Pola Hidup

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kanker penis, cara cegah kanker penis

Halodoc, Jakarta - Kanker penis merupakan kanker yang tumbuh dan berkembang pada penis atau organ intim pria. Kanker ini memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi, serta umum terjadi pada negara-negara terbelakang dan pria berusia lanjut. Adakah cara untuk mencegahnya?

Jawabannya, ada. Pencegahan kanker penis dapat dilakukan dengan cara menghindari berbagai faktor yang bisa meningkatkan risikonya, serta menerapkan beberapa pola hidup sehat, seperti:

  1. Selalu menjaga kebersihan penis.

  2. Tidak bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.

  3. Menghindari rokok ataupun tembakau yang dikunyah.

Baca juga: Seks Tidak Sehat Bisa Sebabkan Kanker Mr P?

Selain melakukan beberapa langkah pencegahan tadi, beberapa faktor risiko kanker penis yang perlu diketahui adalah: 

  • Usia. Risiko kanker penis dapat meningkat pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Meski sebenarnya juga bisa terjadi pada orang berusia di bawah usia tersebut.fotokemoterapi 

  • Mengidap penyakit menular seksual yang tidak ditangani dengan benar.

  • Paparan zat tertentu, seperti mengunyah tembakau, (dengan ultraviolet A, psoralen), dan zoophilia.

  • Mengidap Fimosis

  • Tidak menjaga kebersihan penis. Orang dengan fimosis seringkali kesulitan membersihkan bagian dalam kulit khitan penis. Smegma juga dianggap sebagai faktor risiko untuk proliferasi kanker pada percobaan klinis.

  • Lichen sclerosus (atau Balanitis xerotica obliterans).

  • Luka pre-ganas, seperti penyakit Bowen’s (Queyrat), Leukoplakia, penyakit paget, dan Buschke-Lowenstein.

Lebih jelasnya, kamu juga bisa tanyakan hal-hal seputar kanker penis dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu lewat Chat atau Voice/Video Call.

Gejala yang Muncul Ketika Mengidap Kanker Penis

Kanker penis yang disebabkan oleh fimosis, dapat membuat pengidapnya mengalami beberapa gejala seperti:

  • Smegma. Umumnya mulai terbentuk pada beberapa hari pertama sejak kelahiran bayi pada bagian dalam kulit khitan.

  • Gatal dan ruam pada area penis.

  • Luka dan nyeri, dapat berupa munculnya benjolan yang sakit atau tidak sakit dalam lipatan kulit khitan.

Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter, supaya penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: Mr. P Melengkung ketika Ereksi, Waspada Gejala Kanker

Sebab, jika tidak ditangani dengan baik, kanker penis dapat menyebabkan:

  • Carbuncle atau Anthrax. Terjadi jika kanker telah terbukti tapi tidak ditangani dengan tepat.

  • Metastasis. Dapat terjadi dengan cepat.

  • Pada pasien tanpa fimosis tapi terjadi gejala-gejala fimosis, perdarahan biasanya terjadi saat penis ereksi di pagi hari atau saat berhubungan seksual (kopulasi).

Selain itu secara klinis, kanker uretra invasif sekunder juga bisa terjadi, meskipun jarang. Kondisi ini seringkali terjadi di sepanjang uretra, menyebabkan obstruksi dan hematuria, disuria, hingga kebocoran urine.

Fitur klinis lainnya yang juga bisa terjadi pada pengidap kanker penis adalah:

  • Ulkus penis terinfeksi-nekrotik.

  • Luka pada penis.

  • Lymphadenopathy.

  • Tanda-tanda fisik (hepatomegali) atau gejala (cachexia, linglung) mengindikasikan adanya penyakit metastatik atau kelainan metabolisme terkait, seperti hiperkalsemia.

Baca juga: Pria dengan Mr P Bengkok Rentan Terkena Kanker Testis, Benarkah?

Pengobatan untuk Kanker Penis

Ketika dicurigai mengidap kanker penis, dokter biasanya akan melakukan biopsi dari luka pada penis yang diinterpretasikan dalam konteks klinis. Tes umum lainnya untuk diagnosis adalah penghitungan WBC untuk mendeteksi kondisi peradangan, X-ray dan abdominal computed tomography untuk melihat hepatomegali atau kanker prostat.

Setelah diagnosis dipastikan, barulah pengobatan dilakukan. Pengobatan untuk kanker penis dilakukan dengan menggunakan Tumor Node Metastasis (TNM) staging system, berbagai evaluasi awal, tahap dan perawatan dapat diindikasi. Perawatan untuk kanker penis dapat meliputi:

  • Operasi (sunat, amputasi penis parsial atau penuh, pembedahan kelenjar limfa inguinal/lymphadenectomy dan pembedahan kelenjar pelvis).

  • Terapi radiasi.

  • Kemoterapi.

Referensi:
NHS (Diakses pada 2019). Penile Cancer.
American Cancer Society (Diakses pada 2019). Signs and Symptoms of Penile Cancer.
WebMD (Diakses pada 2019). Penile Cancer.