01 November 2018

3 Faktor yang Mengakibatkan Radang Panggul

3 Faktor yang Mengakibatkan Radang Panggul

Halodoc, Jakarta - Radang panggul adalah penyakit yang menyerang kalangan wanita. Penyakit ini memiliki nama lain yaitu pelvic inflammatory disease (PID), yaitu suatu infeksi yang menyerang area leher rahim (serviks), rahim, tuba falopi (saluran indung telur), dan ovarium (indung telur). Penyakit ini kerap menyerang wanita usia dengan rentang usia dari 15 hingga 24 tahun. Selain menyebabkan ketidaksuburan, jika tidak segera ditangani penyakit ini menyebabkan nyeri panggul yang cukup parah bahkan dapat menyebabkan kehamilan di luar kandungan (ektopik).

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui hubungan intim dan cenderung lebih cepat menyebar saat menstruasi. Beberapa gejala yang pengidap rasakan saat terserang radang panggul antara lain demam tinggi, menggigil, hilang nafsu makan, nyeri pada perut disertai dengan timbulnya gangguan pada sistem pencernaan dan urine. Periode menstruasi juga tidak beraturan, seperti menjadi lebih lama.

Cara agar terhindar dari radang panggul, kamu wajib mengetahui beberapa faktor penyebab radang panggul berikut ini:

  • Aktivitas Seksual

Wanita yang sudah aktif melakukan aktivitas seksual memiliki risiko terkena radang panggul lebih besar. Kecuali bagi mereka yang telah memasang kontrasepsi intrauterine dan operasi. Infeksi awal radang panggul dapat muncul pada wanita yang aktif atau terlalu berlebihan melakukan hubungan intim.

Bakteri pada infeksi menular seksual, seperti chlamydia dan gonore, adalah contoh bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi pada leher rahim. Bakteri ini menyebar dari Miss V hingga ke organ reproduksi wanita bagian atas. Beberapa bakteri yang hinggap di area Miss V dapat menyebabkan radang panggul. Mereka mampu masuk ke dalam Miss V dan menginfeksi organ di dalamnya. Oleh sebab itu, wanita harus rajin membersihkan organ intim dengan membasuhkan air hangat.

  • Riwayat Radang Panggul Sebelumnya

Wanita yang pernah terserang radang panggul sebelumnya memiliki risiko tinggi untuk terjangkit kembali. Kemungkinan penyakit ini kembali menyerang sebesar 20 hingga 25 persen. Fungsi antibodi dalam tubuh berperan dalam pengobatan penyakit radang panggul agar penyakit ini tidak mudah kambuh kembali.

  • Penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim

Banyak wanita yang memilih menggunakan alat kontrasepsi di dalam rahimnya, padahal hal ini meningkatkan risiko wanita mengalami radang panggul. Jenis kontrasepsi yang cukup berpengaruh adalah alat kontrasepsi spiral.

Mengobati Radang Panggul

Pemberian obat antibiotik adalah cara tepat untuk melawan radang panggul tahap awal. Selama dua minggu setelah penderita didiagnosis penyakit ini, pengidap akan diberikan antibiotik jenis ofloxacin, metronidazole, doxycycline, atau ceftriaxone untuk melawan infeksi bakteri. Sebagian besar pasien dengan kasus radang panggul berat dapat menerima antibiotik melalui infus di rumah sakit. Pengobatan dengan antibiotik harus diselesaikan sampai tuntas sesuai periode konsumsi yang dianjurkan oleh dokter agar infeksi bakteri benar-benar hilang.

Tidak hanya antibiotik, pengidap dapat mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen. Sementara untuk pengidap yang telah memakai alat kontrasepsi spiral, maka dokter menyarankan untuk mencabut alat tersebut. Jika abses sudah muncul pada organ yang terinfeksi, maka tindakan operasi akan dilakukan. Tindakan operasi bertujuan untuk mengangkat atau mengalirkan abses dan memotong jaringan parut yang terbentuk di area reproduksi wanita.

Apabila kamu sudah merasakan beberapa gejala radang panggul seperti yang disebutkan di atas dan siklus menstruasi mulai bermasalah, sebaiknya kamu menghubungi dokter. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung mengenai keluhan kamu melalui fitur Contact Doctor dan mendapatkan jawaban secara langsung. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui Google Play atau App Store!

 

Baca juga: