21 September 2017

Jangan Anggap Remeh, Waspadai Gejala Kanker Serviks Ini

Jangan Anggap Remeh, Waspadai Gejala Kanker Serviks Ini

Halodoc, Jakarta - Kanker serviks merupakan kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim memiliki fungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari alat kelamin wanita. Semua wanita dari berbagai usia memiliki risiko mengidap kanker serviks. Namun sebenarnya penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang sudah aktif secara seksual. Kanker serviks merupakan kanker yang sering diidap oleh wanita. Setiap wanita memiliki risiko terkena kanker serviks. Di Indonesia hampir setiap jam ada 1 perempuan yang meninggal karena kanker serviks. Kurangnya kesadaran para wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi salah satu penyebab kanker serviks banyak menyerang wanita.

Kanker serviks berkaitan dengan infeksi human papilloma virus (HPV). Adanya infeksi HPV bisa menyebabkan perubahan struktur gen yang menjadikan pertumbuhan abnormal dari jaringan serviks. Namun sayangnya, jaringan yang tumbuh merupakan jaringan abnormal yang rapuh. Sehingga mudah berdarah dan menyebabkan pendarahan dari alat kelamin wanita.

Infeksi HPV bisa ditularkan lewat jalur seksual. Jenis tipe HPV cukup banyak, namun yang paling erat dihubungkan dengan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18.  Pada tahap awal, kanker serviks tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Namun saat berada pada stadium lebih lanjut, gejala kanker serviks harus diwaspadai. Ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap kanker serviks. Untuk gejala awal kanker serviks yang dialami pengidap kadang sering diabaikan karena dianggap sebagai keluhan yang normal. Gejala awal kanker serviks yang biasanya terjadi adalah pendarahan pasca berhubungan intim, di luar masa menstuasi atau setelah menopause. Namun walau terjadi pendarahan, belum berarti kamu mengidap kanker serviks. Namun hal yang patut dicurigai adalah bila kamu mengalami gejala awal kanker serviks seperti:

  1. Gangguan buang air kecil seperti nyeri buang air kecil, buang air kecil berdarah jika kanker sudah menyebar ke saluran kencing.
  2. Gangguan buang air besar, jika kanker sudah menyebar ke saluran pencernaan.
  3. Keputihan dalam jangka waktu lama.


Sementara itu jika sudah memasuki stadium lanjut gejala kanker serviks bisa muncul dengan tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Keputihan yang lama, berbau, dan bercampur dengan darah.
  2. Pendarahan yang terjadi setelah masa menopause.
  3. Pendarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan alat kelamin wanita (douching).
  4. Pendarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
  5. Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
  6. Nyeri saat melakukan hubungan intim.
  7. Nyeri di daerah panggul.
  8. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

BACA JUGACara Mengatasi Keputihan


Dalam menghadapi kanker serviks, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Sebaiknya  jika kamu sudah aktif secara seksual, lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin. Dengan melakukan hal ini bisa mencegah hilangnya nyawa karena kanker serviks.

Untuk memastikan kondisi kamu, kamu bisa mengandalkan aplikasi kesehatan Halodoc. Segera tanyakan kepada dokter yang ada di Halodoc untuk mendapat penanganan yang tepat. Bila kamu dicurigai terkena kanker serviks, kamu akan mendapat rujukan menemui dokter spesialis. Di aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih dokter yang ingin kamu ajak bicara dengan metode chat,  voice call, atau video call melalui menu Contact Doctor. Kamu juga bisa memesan obat atau vitamin melalui aplikasi Halodoc lewat menu Pharmacy Delivery. Ayo download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau di Google Play.

BACA JUGA : 4 MANFAAT PARE CEGAH KANKER