• Home
  • /
  • Panas Dalam Menyerang? Awas, Hindari 11 Makanan Ini

Panas Dalam Menyerang? Awas, Hindari 11 Makanan Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Panas Dalam Menyerang? Awas, Hindari 11 Makanan Ini

Halodoc, Jakarta - Sudah enggak asing dengan istilah panas dalam? Seseorang yang mengalami keluhan pada tenggorokan, seperti nyeri saat menelan atau rasa tidak nyaman di tenggorokan. Tidakcuma itu, ada pula yang disertai dengan bibir pecah-pecah dan bau mulut.

Faktanya, dunia medis tidak mengenal istilah panas dalam. Kondisi yang digambarkan pengidapnya bukan pertanda suatu penyakit melainkan gejala dari penyakit di tenggorokan. Bisa juga gejala awal dari infeksi virus atau bakteri. Benarkah terdapat beberapa makanan yang dapat menyebabkan panas dalam? Penasaran? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Cara Mengatasi Radang Tenggorokan

Makanan yang Jadi Kambing Hitam

Berbicara panas dalam berkaitan erat dengan makanan tertentu. Ada beberapa makanan yang menjadi kambing hitam ketika gejala panas dalam muncul. Banyak awam menduga, makanan tersebut merupakan penyebab panas dalam.

Di dalam ilmu pengobatan tradisional, gejala panas muncul ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak makanan yang diolah dengan suhu tinggi atau daging serta gorengan. Di samping itu, panas dalam juga sering dikaitkan dengan terlalu banyak mengonsumsi durian, cokelat, atau makanan yang berbumbu pekat. Benarkah, faktanya demikian?

Jangan buru-buru menuduh makanan di atas. Sebab hal di atas belum bisa dijelaskan secara ilmiah. Menurut National Institutes of Health, sakit tenggorokan atau faringitis (rasa tidak nyaman, sakit, atau gatal di tenggorokan) disebabkan pembengkakan  pembengkakan di bagian belakang tenggorokan (faring). Faring ini terletak antara amandel dan kotak suara (laring).

Nah, kebanyakan sakit tenggorokan disebabkan oleh pilek, flu, virus coxsackie atau mono (mononukleosis). dalam beberapa kasus, sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh bakteri, contohnya streptococcus.

Kesimpulannya, sakit tenggorokan atau panas dalam yang digambarkan oleh orang-orang, tidak disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu. Kondisi ini disebabkan oleh serangan virus atau bakteri.

Baca juga: Cari Tahu 5 Penyebab Panas Dalam dan Cara Mengatasinya

Awasi Susu sampai Sayuran Mentah

Panas dalam memang disebabkan oleh virus atau bakteri, tapi ada beberapa makanan yang bisa membuat gejalanya semakin menjadi-jadi. Nah, bagi kamu yang mengidap sakit tenggorokan atau panas dalam, hindari makanan di bawah ini.

  1. Susu

Pada beberapa orang, susu dapat menebal atau meningkatkan produksi lendir. Kondisi ini dapat mendorong seseorang untuk membersihkan tenggorokan lebih sering, sehingga dapat  memperparah sakit tenggorokan.

  1. Makanan Pedas

Makanan pedas diduga dapat memperparah gejala panas dalam atau sakit tenggorokan. Oleh sebab itu, hindari makanan pedas seperti sambal, cengkeh, lada hitam, pala, hingga rempah-rempah dengan rasa pedas.

3. Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Tekstur makanan yang digoreng kering dan berminyak membuat tenggorokan semakin sulit untuk menelan. Hal ini yang membuat gejala panas dalam atau sakit tenggorokan semakin berkembang.

Baca juga: Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh Ketika Panas Dalam?

  1. Buah-buahan Masam

Buah-buahan masam seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, tomat, dan jeruk bali perlu dihindari. Buah-buahan ini dapat membuat sakit tenggorokan semain berat. Jeruk, jus jeruk dan buah-buahan lainnya yang bersifat asam, dapat mengiritasi permukaan tenggorokan.

Selain tiga makanan di atas, ada pula beberapa makanan yang sebaiknya hindari ketika mengalami sakit tenggorokan, seperti kerupuk, roti kering, minuman soda, kopi, alkohol, makanan ringan kering seperti keripik kentang, pretzel atau popcorn, serta sayuran mentah.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa berbicara langsung dengan dokter ahli, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
ENTHealth - American Academy of Otolaryngology. Diakses pada 2019. Seven Tips to Help You Prevent a Sore Throat
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2019. Pharyngitis - sore throat
Healthline. Diakses pada 2019. What to Eat and Drink When You Have a Sore Throat
Medical News Today. Diakses pada 2019. What to Eat and Drink When You Have a Sore Throat