3 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Pengidap Neuropati

3 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Pengidap Neuropati

Halodoc, Jakarta - Kurang berolahraga dan pola makan yang buruk seringkali menjadi penyebab dari beberapa gangguan kesehatan pada saraf. Contoh paling umum adalah neuropati.

Neuropati sendiri merupakan istilah umum yang digunakan untuk kondisi-kondisi terkait dengan kelainan fungsi saraf. Dalam dunia medis, neuropati sendiri berarti gangguan saraf. Yang perlu ditegaskan, saraf-saraf yang ada di seluruh tubuh bisa mengalami gangguan. Penyebabnya bisa karena penyakit tertentu ataupun cedera.

Baca juga: 3 Penyakit Kronis yang Dapat Tingkatkan Risiko Terkena Neuropati

Lalu, makanan apa sih yang sebaiknya dikonsumsi oleh pengidap neuropati?

Bisa Memunculkan Berbagai Gejala

Sebelum mengetahui makanan untuk pengidap neuropati, tak ada salahnya untuk berkenalan terlebih dahulu dengan gejalanya. Sebenarnya pembahasan neuropati ini sangat luas. Gangguan saraf ini bisa dikelompokkan berdasarkan lokasi saraf yang terpengaruh dan penyakit yang menyebabkannya. Neuropati ini terdiri dari berbagai jenis, ada neuropati perifer, neuropati otonom, neuropati kranial, dan neuropati fokal.

Nah, yang mesti diingat, gejala neuropati bergantung pada penyebab yang mendasari dan individu. Tapi, gejala yang sangat umum berupa:

  • Mati rasa sementara atau permanen.

  • Rasa kesemutan atau tusukan.

  • Sensasi terbakar.

  • Peningkatan sensitivitas terhadap sentuhan atau rasa sakit.

  • Kelemahan otot atau wasting.

  • Kelumpuhan.

  • Disfungsi dalam organ atau kelenjar.

  • Gangguan pada buang air kecil dan fungsi seksual.

Baca juga: Pengidap Neuropati Perifer Dapat Kehilangan Kemampuan Otot, Ini Penyebabnya

Di samping itu, gangguan neuropati akibat diabetes cenderung terjadi pada daerah kaki. Sementara neuropati akibat kemoterapi biasanya berhenti setelah pemberian kemoterapi berhenti juga atau dapat bertahan selama beberapa waktu, namun tidak secara permanen.

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Kerusakan saraf neuropati dapat terjadi dalam berbagai cara. Misalnya, dengan mempengaruhi akson saraf (sepanjang impuls dihantarkan ke sel-sel lain), selubung mielin (menutupi dan melindungi akson), atau kombinasi keduanya.

Faktor risiko prevalensi akan meningkat seiring bertambahnya usia. Alasannya jelas, sebab semakin tua seseorang, semakin berisiko meningkatnya penyakit kronis. Sementara penyebab lainnya yang dapat menimbulkan gangguan neuropati adalah diabetes, kemoterapi, penyakit autoimun, infeksi, defisiensi vitamin, toksin, trauma, stres repetitif terhadap saraf, inflamasi, genetik, serta idiopatik.

Lalu, makanan yang yang perlu dikonsumsi oleh pengidap neuropati?

Vitamin B1

Vitamin B1 merupakan makanan untuk pengidap neuropati yang mesti dikonsumsi. Kita bisa mendapatkannya dari beras merah dan gandum sebagai pengganti karbohidrat. Bisa juga melalui sayur-sayuran, seperti wortel dan kacang panjang. Asupan tersebut akan menjaga keseimbangan air dalam tubuh, melancarkan cairan tubuh, dan juga membantu proses metabolisme.

Vitamin B6

Pengidap neuropati juga perlu mengonsumsi vitamin B6. Kita bisa mendapatkan asupan ini dari aneka sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Makanan untuk pengidap neuropati yang satu ini akan membantu pembentukan sel-sel darah dan merangsang urat saraf. Akan lebih baik lagi bila ditambah dengan daging atau ikan, sebab ini bisa membantu proses pertumbuhan sel-sel darah lebih cepat.

Vitamin B12

Vitamin B12 merupakan vitamin yang penting untuk regenerasi saraf yang rusak atau memperbaiki lapisan saraf yang rusak. Sebab, pengidap neuropati amat disarankan untuk mengonsumsi vitamin B12. Sumbernya bisa melalui telur, tempe, susu atau yoghurt, daging sapi, atau ikan tiap harinya.

Baca juga: Pengidap Neuropati Perifer Rentan Terkena Osteomielitis

Memiliki gangguan saraf atau keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!