13 November 2018

Perawatan untuk Mencegah Dispareunia

Perawatan untuk Mencegah Dispareunia

Halodoc, Jakarta – Dispareunia adalah penyakit yang ditandai dengan rasa nyeri saat sebelum, selama, dan sesudah berhubungan intim. Bagian tubuh yang terasa nyeri biasanya di area Miss V, klitoris, dan labia. Penyakit ini lebih banyak dialami oleh wanita dibanding laki-laki. Penyebabnya adalah faktor medis atau psikologis. Lantas, apakah ada cara mencegah dispareunia?

Bagaimana Cara Mengobati Dispareunia?

Diagnosis dispareunia dilakukan dengan identifikasi gejala dan riwayat kesehatan. Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan berupa infeksi dan peradangan, iritasi kulit atau gangguan anatomi tubuh di area yang terasa nyeri. Selain itu, pemeriksaan pada area Miss V dan panggul dengan ultrasound mungkin dilakukan. Setelah diagnosis ditetapkan, dispareunia diobati sesuai dengan penyebabnya.

Jika pemicu nyeri saat berhubungan intim adalah kurangnya pelumas akibat rendahnya hormon estrogen, dokter memberikan obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan produksi hormon estrogen dalam tubuh. Obat salep estrogen pada area Miss V juga direkomendasi pada pengidap dispareunia wanita.Obat lain yang mungkin diberikan adalah obat antijamur, antibiotik, dan krim steroid.

Selain obat-obatan, prosedur operasi dan terapi mungkin dilakukan untuk mengobati dispareunia, di antaranya:

  • Terapi atau konseling seks. Tujuannya membicarakan pengalaman emosional yang menjadi pemicu rasa sakit saat berhubungan intim. Terapi ini untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan mengembalikan intimasi seksual antar pengidap dispareunia dengan pasangannya.

  • Terapi perilaku kognitif untuk membantu mengubah pola perilaku dan pikiran negatif.

  • Terapi desensitisasi untuk mengurangi rasa sakit. Caranya dengan mempelajari teknik relaksasi Miss V dan latihan khusus tulang panggul atau kegel.

Pengidap dispareunia dan pasangan bisa mengubah beberapa rutinitas seksual untuk mengurangi rasa sakit ketika berhubungan intim untuk mendukung terapi yang dilakukan, di antaranya dengan:

  • Membuka diri dalam membicarakan perasaan masing-masing saat berhubungan intim. Misalnya posisi apa yang cocok dengan kondisi kamu dan pasangan.

  • Tidak terburu-buru saat berhubungan intim. Cara ini bisa merangsang produksi pelumas alami dan gairah yang berperan dalam mengurangi rasa sakit ketika penetrasi.

  • Pilih merek pelumas yang cocok agar tetap nyaman dan tidak menyakitkan saat berhubungan intim.

Apakah Dispareunia Bisa Dicegah?

Berikut cara mencegah dispareunia yang bisa dicoba:

  • Gunakan pelumas untuk mencegah Miss V kering. Atau kamu bisa melakukan tindakan pengobatan lain jika keringnya Miss V disebabkan oleh kondisi atrophic vaginitis.

  • Seka area kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air untuk mencegah infeksi saluran kemih. Pastikan juga untuk selalu berkemih setelah berhubungan intim.

  • Hindari seks bebas dan berganti-ganti pasangan seksual. Bagi pria, pastikan selalu gunakan kondom tiap berhubungan intim.

  • Kenakan pakaian berbahan katun dan tidak terlalu ketat untuk mengurangi risiko infeksi jamur. Kamu dianjurkan untuk menjaga kebersihan dengan rutin mengganti pakaian saat berkeringat.

  • Hindari penetrasi dalam atau dengan melakukan hubungan intim tiap dua minggu sebelum menstruasi untuk mengurangi rasa sakit.

Itulah cara mencegah dispareunia yang bisa dilakukan. Jika cara di atas belum berhasil mengatasi dispareunia yang kamu alami, segera tanya dokter Halodoc untuk mendapat rekomendasi penanganan yang tepat. Ibu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: