02 May 2018

4 Alasan Ibu Hamil Enggak Boleh Kelamaan Berdiri

4 Alasan Ibu Hamil Enggak Boleh Kelamaan Berdiri

Halodoc, Jakarta – Apabila kamu warga Jakarta dan sering menaiki transportasi umum semisal commuterline atau bus transjakarta, kamu pasti akan sering melihat kursi prioritas yang ditujukan untuk ibu hamil. Pemberian kursi  tersebut bukan tanpa tujuan. Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh para ahli di Belanda, berdiri terlalu lama ternyata akan menyebabkan hambatan pertumbuhan pada bayi di dalam kandungan.

Dari penelitian tersebut didapatkan kesimpulan bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terlalu lama berdiri akan memiliki lingkar kepala rata-rata 3 persen lebih kecil dari bayi pada umumnya. Selain itu, penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa terlalu lama berdiri akan membuat berat badan bayi akan lebih ringan kira-kira 140 sampai 200 gram ketika lahir.

(Baca juga: 5 Olahraga yang Paling Disarankan untuk Ibu Hamil)

Risiko gangguan pertumbuhan bayi di dalam kandungan tersebut disebabkan karena terlalu lama berdiri saat hamil, maka aliran darah menuju rahim akan terganggu. Aliran darah menjadi terfokus pada bagian kaki yang menopang ibu hamil, padahal darah tersebut sangat dibutuhkan oleh calon bayi sebagai sumber oksigen dan nutrisi. Selain gangguan pada pertumbuhan bayi, berdiri terlalu lama bagi ibu hamil juga akan memengaruhi banyak hal, berikut penjelasannya:

  1. Kelelahan

Semua orang pun sebenarnya akan merasa kelelahan saat berdiri, apalagi jika ibu hamil yang membawa janin di dalam perutnya. Maka dari itu, jangan biarkan ibu hamil berdiri terlalu lama. Selain itu, bagi ibu hamil yang bekerja terlalu berat dan memaksanya untuk banyak bergerak, maka pihak perusahaan wajib memberinya toleransi. Biarkan ibu hamil istirahat atau duduk saat mereka sudah mulai merasa lelah, capek, dan pegal. Segeralah berbaring dan mengonsumsi makanan atau minuman manis, saat ibu hamil sudah merasa pusing dan mata berkunang-kunang.

  1. Pembengkakan Kaki

Berdiri lama berisiko menyebabkan kaki ibu hamil menjadi bengkak atau bahkan memperparah bengkak yang sudah terjadi. Selama hamil pun, jumlah cairan tubuh akan semakin banyak dan memuncak antara trimester kedua hingga ketiga. Karena gaya gravitasi bumi, maka cairan tubuh tersebut akan semakin banyak terkumpul di bagian bawah tubuh. Sehingga, tungkai ibu hamil akan mudah membengkak.

  1. Pingsan atau Terjatuh

Pada tubuh Ibu hamil, hormon progesteron akan membuat pembuluh darah mengalami pelebaran. Sehingga varises, gusi berdarah, dan hipotensi akan biasa terjadi. Nah, apabila hipotensi atau penurunan tekanan darah ini akan berakibat buruk untuk Ibu hamil, ibu akan merasakan pusing dan pandangan menjadi gelap karena suplai darah ke otak berkurang. Apabila tidak segera istirahat, Ibu hamil berisiko pingsan atau terjatuh yang akan semakin membahayakan kondisi janin di dalam kandungan.

  1. Varises

Inilah sebabnya Ibu hamil harus banyak melakukan gerakan ringan dan menghindari duduk terlalu lama. Jika tidak, efek gravitasi bumi akan membuat otot pada kaki bekerja semakin keras untuk mengembalikan darah ke atas. Jika aliran darah tidak lancar makan vena pun akan melebar, sehingga terjadi pengendapan-pengendapan yang menimbulkan tonjolan besar berwarna kebiru-biruan yang disebut varises.

Nah, sudah tau kan penyebab Ibu hamil harus dibiarkan untuk menempati kursi prioritas di dalam transportasi umum. Kalau ibu hamil ingin tahu lebih banyak mengenai hal-hal yang perlu dihindari selama hamil, ibu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

(Baca juga: 5 Kondisi Yang Membahayakn Janin)