07 August 2018

7 Mitos Kehamilan Trimester Ketiga yang Perlu Diketahui

kehamilan trimester ketiga, mitos trimester ketiga kehamilan, ibu hamil

Halodoc, Jakarta – Ibu hamil kerap mendapatkan banyak informasi seputar kehamilannya yang tidak selamanya benar. Hal ini biasanya terjadi di kehamilan awal dan kehamilan trimester ketiga. Faktanya, ada banyak informasi yang merupakan mitos belaka. Beberapa di antaranya yang paling umum adalah:

  1. Makan Untuk Dua Orang

Ada keyakinan semakin tua kehamilan, maka semakin banyak juga asupan makanan yang dibutuhkan ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil makan untuk dua orang. Justru ketika memasuki trimester ketiga, ibu hamil harus ekstra hati-hati menjaga asupan makannya supaya tidak mengalami obesitas.

Perencanaan diet yang tepat di trimester ketiga kehamilan akan membuat ibu hamil berada di posisi berat badan ideal. Terlalu banyak makan hingga obesitas akan meningkatkan risiko kesehatan kehamilan.

  1. Mengalami Pengurangan Nyeri Haid Setelah Melahirkan

Salah satu mitos yang salah kaprah lainnya adalah kepercayaan bahwa ibu hamil yang melahirkan secara normal akan mengalami pengurangan nyeri haid di masa menstruasi mendatang. Menurut para ahli, secara medis kelahiran normal tidak akan membuat nyeri haid yang biasa dialami berkurang. Rasa sakit selama menstruasi umumnya adalah genetis, tidak ada kaitannya dengan proses melahirkan. Baca juga: Ibu Perlu Tahu Manfaat Mengelus dan Mengobrol dengan Janin

  1. Tidak Boleh Naik Pesawat

Sebenarnya dalam kondisi aman dan stabil, ibu hamil trimester ketiga tidak akan mengalami masalah ketika naik pesawat. Tidak ada kaitannya sama sekali antara kehamilan trimester ketiga dengan keguguran karena naik pesawat. Ada baiknya untuk penerbangan panjang, ibu hamil meluruskan kaki dengan berjalan-jalan di lorong untuk memperlancar peredaran darah. Tapi memang, memasuki masa 36 minggu kehamilan, ibu hamil tidak disarankan untuk naik pesawat karena berisiko.

  1. Cokelat Dilarang Dimakan Saat Trimester Ketiga

Studi baru menunjukkan bahwa mengonsumsi cokelat secara rutin dapat membuat ibu melahirkan anak dengan mood yang baik, setidaknya sampai usia enam bulan pertama. Bahkan, makan cokelat bisa menurunkan risiko 40 persen tekanan darah tinggi pada ibu hamil atau yang biasa dikenal dengan preeklampsia.

  1. Membatasi Olahraga

Mitos lainnya di trimester ketiga kehamilan adalah ibu hamil dilarang untuk berolahraga. Padahal, olahraga dapat menguatkan detak jantung janin juga. Bahkan, bayi-bayi dengan ibu rutin melakukan olahraga selama kehamilan justru memiliki berat badan lebih stabil. Selain itu, bayi justru memiliki kecerdasan kognitif dan motorik yang lebih baik ketimbang bayi dari ibu yang tidak rutin berolahraga. Baca juga: Mendengkur saat Hamil, Benarkah Berbahaya?

  1. Mengonsumsi Makanan Dingin akan Membuat Janin Kedinginan

Faktanya adalah tidak ada kaitannya suhu makanan yang dimakan ibu selama kehamilan dengan apa yang dirasakan anak di dalam kandungan. Pada akhirnya, semua makanan yang dimakan oleh ibu akan melewati sistem pencernaan. Jadi, tidak ada yang benar-benar dingin atau benar-benar panas.

Sebaiknya ibu tidak perlu merisaukan mengenai suhu makanan. Sebab, hal yang paling penting adalah jenis makanan yang ibu konsumsi. Yaitu makanan yang sehat, bernutrisi, serta baik untuk perkembangan kesehatan anak.

  1. Jenis Kelamin Anak Bisa Ditentukan dari Bentuk Perut Ibu

Konon, kalau perut ibu lonjong berarti jenis kelamin anaknya laki-laki. Sedangkan jika perut ibu hamil melebar, jenis kelamin anaknya adalah perempuan. Ini adalah mitos. Sebenarnya yang paling sahih adalah memeriksakan jenis kelamin melalui USG.

Ingin tahu lebih banyak mengenai mitos kehamilan trimester ketiga yang perlu diketahui atau fakta-fakta lainnya mengenai kehamilan sehat untuk ibu dan anak yang kuat? Ibu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.