• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Efektif agar Memiliki Sistem Pernapasan yang Baik

4 Cara Efektif agar Memiliki Sistem Pernapasan yang Baik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
4 Cara Efektif agar Memiliki Sistem Pernapasan yang Baik

“Paru-paru yang sehat dilihat dari besarnya kapasitas dalam menampung udara. Semakin besar penampungan udara, paru-paru bisa dibilang lebih sehat. Namun, kapasitas tersebut dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia, dan pada pengidap gangguan kesehatan paru-paru. Lantas, bagaimana cara efektif memelihara sistem pernapasan tersebut?”

Halodoc, Jakarta – Salah satu langkah efektif dalam memelihara kesehatan tubuh adalah melindungi dan menjaga kesehatan sistem pernapasan.  Memelihara organ pernapasan seperti paru-paru sama pentingnya dengan menjaga kesehatan sendi, jantung, dan organ vital lainnya. Jika tidak dijaga dengan baik, kerusakan sistem pernapasan membuat kamu kesulitan bernapas.

Guna menunjang fungsi pentingnya, berikut ini beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan:

Baca juga: Cara Kerja Sistem Ekskresi Paru-Paru pada Manusia

1. Jangan Merokok atau Berhenti Merokok

Merokok bukan hanya meningkatkan risiko kanker paru-paru saja, tetapi juga fibrosis paru idiopatik, dan asma. Merokok juga dapat meningkatkan intensitas gejala penyakit yang sudah dialami. Setiap merokok, ribuan bahan kimia masuk ke dalam paru-paru, termasuk tar, nikotin, dan karbon monoksida. Bahan-bahan kimia tersebut masuk ke dalam paru-paru, dan merusak organ penting tersebut.

Sejumlah bahan kimia akan meningkatkan lendir dalam paru-paru, menyulitkan organ tersebut untuk membersihkan diri, dan mengiritasi jaringan penting di dalamnya. Akibatnya, saluran udara perlahan akan menyempit, dan membuat seseorang kesulitan bernapas. Merokok juga menyebabkan paru-paru menua lebih cepat daripada seharusnya. Sebelum telat, sebaiknya hentikan sekarang juga.

2. Latihan Pernapasan

Selain berhenti merokok, berolahraga secara teratur menjadi langkah efektif untuk kesehatan paru-paru seseorang. Saat berolahraga, jantung berdetak lebih cepat dan paru-paru bekerja lebih keras. Oksigen dalam jumlah yang banyak dibutuhkan tubuh untuk mengisi bahan bakar otot. Paru-paru meningkatkan aktivitasnya untuk mengirimkan oksigen sambil mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh.

Jika sebelumnya pernapasan hanya 15 kali per menit, saat berolahraga seseorang akan bernapas sebanyak 40-60 kali per menit. Salah satu jenis olahraga yang disarankan adalah senam aerobik. Senam ini dapat memicu kontraksi otot-otot di antara tulang rusuk, dan memicu organ paru-paru bekerja lebih cepat dapat menukar oksigen dan karbon dioksida. 

Baca juga: Cara Mengukur Volume Udara Residu dalam Paru-Paru

3. Hindari Paparan Polutan

Paparan polutan di udara menjadi salah satu penyebab rusaknya organ paru-paru, sekaligus mempercepat penuaan. Saat berusia muda, paru-paru dengan mudah melawan berbagai polutan yang masuk. Namun, paru-paru akan kehilangan kekuatannya seiring dengan bertambahnya usia. Akibatnya, paru-paru lebih rentan mengalami infeksi.

Berikut ini berbagai jenis polutan yang dapat menghambat sistem kerja paru-paru manusia:

  • Asap rokok.
  • Debu dan kotoran.
  • Asap knalpot kendaraan.
  • Limbah industri.

4. Mencegah Infeksi 

Infeksi yang menyerang organ paru-paru perlahan dapat menurunkan kinerja organ penting tersebut. Bagi seseorang yang memiliki riwayat Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), mereka sangat rentan terkena infeksi baru. Hal yang sama berisiko pada lansia. Berikut ini beberapa langkah yang efektif dilakukan guna mencegah terjadinya serangan infeksi pada paru-paru:

  • Rajin mencuci tangan.
  • Minum banyak air putih.
  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang.
  • Melakukan vaksinasi.

Baca juga: Ini yang Dimaksud Kapasitas Vital Paru-Paru

Itulah langkah menjaga fungsi sistem pernapasan manusia. Ingat, menjaga organ paru-paru sama pentingnya seperti memelihara organ vital lainnya. Jadi, jangan sampai disepelekan. Jika mengabaikannya, bisa saja kamu mengidap gangguan kesehatan yang menyulitkan untuk bernapas, seperti pneumonia, tuberkulosis (TBC), bronkitis, penyakit paru obstruktif kronis, atau asma.

Jika kamu mengalami sejumlah gejala, seperti batuk-batuk, sesak napas, dahak berlebihan, mengi, batuk berdarah, sakit pada dada, atau pucat, segera buat janji temu dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Sejumlah gejala tersebut menandakan jika ada yang tidak beres dengan sistem pernapasan pada tubuh. Segera download aplikasinya di sini, ya.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:

American Lung Association. Diakses pada 2021. Protecting Your Lungs.
Genesis Medical Associates. Diakses pada 2021. 6 Simple Ways You Can Take Care Of Your Lungs & Live A Healthier Life.
Healthline. Diakses pada 2021. 5 Ways to Keep Your Lungs Healthy and Whole.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Respiratory System.