4 Cara Mengatasi Kondisi Perikoronitis pada Ibu Hamil

4 Cara Mengatasi Kondisi Perikoronitis pada Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Perikoronitis adalah peradangan jaringan yang mengelilingi molar ketiga, atau dikenal sebagai gigi bungsu. Kondisi ini paling sering terjadi pada geraham yang sebagian terkena dampak atau tidak sepenuhnya terlihat. Ini juga lebih umum terjadi pada geraham bawah daripada yang atas.

Kebanyakan orang dengan perikoronitis memiliki jaringan gusi yang menutupi sebagian mahkota gigi yang sedang erupsi. Gejala perikoronitis bervariasi, berdasarkan pada apakah kondisinya akut atau kronis.

Gejala perikoronitis akut meliputi:

  1. Sakit parah di dekat gigi belakang 

  2. Pembengkakan jaringan gusi

  3. Rasa sakit saat menelan

  4. Keluarnya nanah

Sedangkan perikoronitis kronis dapat mencakup gejala-gejala berikut:

  1. Bau mulut

  2. Rasa tidak enak di mulut

  3. Sakit ringan pada gigi dan area gusi yang berlangsung selama satu atau dua hari

Ibu hamil rentan terhadap penyakit gusi salah satunya perikoronitis karena perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah. Karenanya sangat penting bagi wanita yang hamil untuk mempraktikkan kebiasaan kebersihan mulut yang baik.

Baca juga: Alasan Ibu Hamil Rentan Terkena Perikoronitis

Lantas, bagaimana cara mengatasi kondisi perikoronitis pada ibu hamil? 

Sebenarnya konsisten melakukan beberapa kebiasaan perawatan di rumah atau praktik perawatan mulut adalah upaya terbaik. Berikut ini tahapan yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Menyikat dan Flossing 

Ada alasan mengapa dokter gigi selalu mendorong untuk menyikat dan membersihkan benang setiap hari. Kebiasaan menyikat gigi dan flossing yang baik dapat membersihkan gusi dan mulut bakteri, serta mengurangi gangguan gigi dan mulut termasuk perikoronitis.

  1. Vitamin C

Untuk melawan bakteri yang menumpuk di mulut, ada baiknya ibu hamil banyak mengonsumsi lebih banyak buah. Vitamin C sejatinya dapat dapat membantu memerangi perikoronitis.

  1. Vitamin A

Vitamin A sangat penting dalam membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Selain itu, baik dikonsumsi selama masa kehamilan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Retan Dialami Ibu Hamil

  1. Garam Laut 

Berkumur dengan garam laut dapat membantu mengurangi perikoronitis saat ibu hamil berusaha menyembuhkan gusi.

Mengingat saat ini sedang berada dalam kondisi kehamilan, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai perawatan masalah mulut dan gigi. Umumnya, dokter menyarankan untuk menjalani perawatan gigi terjadi selama trimester kedua jika memungkinkan.

Jika infeksi bakteri parah, dokter atau dokter gigi dapat memberi ibu hamil antibiotik untuk membantu memerangi infeksi. Dokter harus tahu antibiotik mana yang aman selama kehamilan, tapi ibu hamil harus memberi tahu dokter jika ibu memiliki alergi sebelum memulai antibiotik. Pelajari lebih lanjut tentang perawatan gigi selama kehamilan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Ibu Hamil Rentan Alami Radang Gusi

Antibiotik umum yang diresepkan selama kehamilan adalah amoksisilin, ampisilin, klindamisin, eritromisin, penisilin, dan nitrofurantoin. Mengenai penggunaan obat kumur biasanya yang diresepkan adalah yang membantu mengobati penyakit gusi.

Penyakit mulut dan gusi tidak boleh dianggap remeh. Sebuah penelitian dan survei yang dilakukan di Rwanda menemukan adanya hubungan antara ibu dengan penyakit periodontal. Ibu-ibu yang memiliki masalah gigi dan mulut cenderung melahirkan bayi prematur dengan berat badan kurang. 

Dalam sistem kekebalan ada dua set protein yang disebut sitokin, yang mengatur respons tubuh terhadap peradangan. Ada sitokin proinflamasi dan sitokin antiinflamasi. Pada kehamilan trimester ketiga, protein yang mendorong peradangan dalam tubuh mencegah tubuh mengembangkan peradangan dan menolak janin.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai perikoronitis pada masa kehamilan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.