4 Cara untuk Mencegah Anak Mengalami Tantrum

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
mencegah tantrum pada anak

Halodoc, Jakarta - Ketika tantrum terjadi pada Si Kecil, hal tersebut terjadi karena adanya perkembangan pada kemampuan emosional dan sosialnya. Selain itu, tantrum pada anak juga dapat terjadi karena Si Kecil kesulitan dalam mengekspresikan perasaannya. Ketika hal ini terjadi, Si Kecil pasti akan menangis tersedu-sedu sambil berteriak, bahkan bisa saja Si Kecil bergulingan di lantai karena apa yang diinginkan tidak terpenuhi. Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya hal ini?

Baca juga: Inilah 6 Jenis Pola Asuh Anak yang Bisa Diterapkan Orangtua

Sebenarnya tantrum merupakan fase yang wajar terjadi pada setiap anak. Biasanya, kondisi ini dialami oleh anak yang berusia 1-3 tahun, dengan durasi tantrum yang berbeda-beda pada masing-masing anak. Jika tantrum terjadi di rumah, hal ini tentunya bukan menjadi masalah yang berarti bagi kedua orangtua. Namun, bagaimana jika Si Kecil mengalami tantrum di tempat umum? Sebelum hal ini terjadi, yuk intip tips mencegah anak mengalami tantrum di bawah ini!

1. Jangan Plin-Plan

Sebaiknya ibu atau ayah tetap menjaga konsistensi sikap pada anak. Karena jika ibu atau ayah plin-plan dalam mendidik, hal ini hanya akan membuat Si Kecil bingung dengan hal apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan. Sebagai orangtua, sebaiknya membuat rutinitas dan aturan yang jelas supaya anak paham dan bisa mengikutinya.

Baca juga: Mengenal Dampak Pola Asuh Orangtua ke Anak Lewat Film Shazam!

2. Gunakan Suara yang Lembut

Saat ibu atau ayah meminta tolong pada Si Kecil, gunakan nada dan suara yang ramah. Jangan lupa sertakan kata “tolong” dan “terimakasih”. Dengan kedua kata tersebut Si Kecil akan merasa dihargai, karena permintaan tersebut lebih terlihat seperti ajakan ketimbang suruhan.

3. Jangan Menjanjikan Sesuatu

Jangan menjanjikan sesuatu atau menyogok atas hal-hal yang sudah seharusnya dilakukan oleh Si Kecil, seperti mandi, menyikat gigi, atau tidur. Dengan sering menjanjikan sesuatu kepada Si Kecil hanya akan mengajarinya untuk melanggar aturan setiap ibu atau ayah lupa untuk memberi hal-hal yang telah dijanjikan.

4. Berikan Si Kecil Kebebasan untuk Memilih

Kebebasan memilih disini tentunya masih dalam batas yang sangat wajar, seperti memilih pakaian yang akan dikenakan, memilih buku cerita yang ingin diceritakan, atau memilih mainan yang ingin dimainkan. Dengan begitu, ibu telah memberikan Si Kecil kesempatan untuk membuat pilihannya sendiri dan memegang tanggung jawab atas hal-hal yang dipilih. 

Bagaimana, apakah ibu tertarik untuk mencoba beberapa cara di atas? Cara-cara di atas memang tampak sederhana, tetapi agak sulit untuk dilakukan sehari-hari, bukan? Jika tantrum pada Si Kecil tampak sering muncul secara intens, apalagi membuat Si Kecil menyakiti diri sendiri atau orang lain, segera diskusikan dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc, ya! Ibu wajib waspada akan hal ini, karena bisa jadi ada kesalahan dalam tahapan perkembangan dan perilaku Si Kecil.

Baca juga: Enggan Menikah tapi Bisa Punya Anak dengan Platonic Parenting

Selain itu, jika ibu menemukan kendala dalam melakukan pencegahan di atas, ibu juga bisa mendownload aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store. Di sana ibu bisa mendapatkan lebih banyak tips tentang parenting yang baik untuk Si Kecil. Hal yang paling penting dilakukan untuk membuat Si Kecil bahagia adalah hidupkan selera humor padanya agar mood-nya tetap terjaga. Selamat mencoba ya, bu!