4 Hal yang Dilakukan untuk Meringankan Dismenore

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Hal yang Dilakukan untuk Meringankan Dismenore

Halodoc, Jakarta - Nyeri selama menstruasi bukan hal yang baru. Kondisi ini menyebabkan munculnya kram di bagian perut bawah yang terjadi sebelum seorang wanita mengalami menstruasi. Kondisi nyeri haid ini dalam dunia medis disebut dismenore.

Kondisi dismenore bisa bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitas mereka, tetapi beberapa wanita bisa merasakan nyeri haid yang luar biasa. Karena nyeri ini pun banyak wanita yang memilih untuk beristirahat di rumah saja. 

Baca Juga: 7 Tanda Nyeri Haid yang Berbahaya

Secara umum, ada dua jenis dismenore yang bisa dialami wanita, yaitu:

  • Dismenore primer. Kondisi nyeri haid yang terjadi akibat otot rahim berkontraksi dengan kuat. Rasa nyeri ini biasanya terjadi pada perut bagian bawah dan bahkan bisa menjalar hingga ke punggung bagian bawah dan paha. Nyeri haid ini bisa muncul 1 hingga 2 hari sebelum menstruasi datang. Meski begitu, terkadang, nyeri ini bisa muncul selama menstruasi berlangsung. Tidak hanya nyeri, gejala yang bisa dirasakan adalah mual, muntah, lemah, lesu, tidak bertenaga, dan diare.

  • Dismenore sekunder. Nyeri haid ini disebabkan karena adanya masalah pada organ reproduksi wanita. Pada dismenore sekunder, nyeri biasanya dimulai pada awal siklus menstruasi dan bertahan lebih lama dari kram menstruasi pada umumnya. Kebanyakan nyeri akibat dismenore sekunder tidak disertai dengan gejala lain. 

Dalam banyak kasus, nyeri ini berkurang seiring dengan bertambahnya usia perempuan tersebut dan ketika seorang wanita sudah melahirkan anak pertama.

Faktor Risiko Seorang Wanita Alami Dismenore

Terdapat banyak hal yang meningkatkan risiko seorang wanita mengalami nyeri haid. Beberapa di antaranya adalah: 

  • Berusia di bawah 30 tahun.

  • Masa puber dimulai sejak usia 11 atau ke bawah.

  • Mengalami perdarahan berat atau yang tidak normal selama menstruasi.

  • Mengalami perdarahan menstruasi yang tidak teratur.

  • Belum pernah melahirkan.

  • Memiliki riwayat nyeri haid dalam keluarga.

  • Seorang perokok.

Baca Juga: Hati-hati, Ini Penyakit yang Sebabkan Nyeri Haid

Hal yang Dilakukan untuk Mengurangi Nyeri Dismenore

Karena menyebabkan nyeri yang cukup hebat dan rentan mengganggu aktivitas, berikut ini hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri akibat dismenore. Langkah yang bisa kamu lakukan, antara lain:

  • Kompres Perut

Kamu bisa mengompres perut atau punggung bagian bawah dengan handuk kecil yang dicelupkan ke air hangat atau dengan botol yang sudah diisi dengan air hangat. Berkat kompresan ini, maka panas yang dihasilkan membuat pembuluh darah melebar, sehingga aliran darah dan suplai oksigen dapat lebih mudah mencapai daerah yang sakit. Aliran darah yang lebih lancar membantu melemaskan otot-otot yang menegang dan kaku, sehingga mengurangi nyeri haid.

  • Aktif Bergerak

Nyeri haid bikin badan lemas dan suasana hati naik turun, akan tetapi ini bukan alasan kamu untuk malas-malasan. Usahakan untuk tetap aktif bergerak, termasuk melakukan olahraga. Kegiatan ini membantu mengurangi rasa sakit karena olahraga memperlancar sirkulasi peredaran darah. Kamu bisa memilih untuk melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, senam aerobik, bersepeda, yoga, atau jogging ringan. 

  • Menjaga Asupan Makanan

Makanan tertentu bisa menyebabkan kembung dan kamu mengalami resistansi air yang kemudian menyebabkan nyeri haid semakin parah. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang tinggi lemak, garam dan gula. Selain itu, hindari pula minuman bersoda, berkafein, dan beralkohol.

Sebagai gantinya, kamu disarankan untuk banyak konsumsi makanan yang tinggi asam lemak omega-3 dan magnesium untuk mengurangi peradangan penyebab nyeri haid. Selain itu, perbanyak asupan zat besi karena membantu mencegah anemia yang sering datang menghampiri saat menstruasi.

  • Minum Teh Chamomile atau Wedang Jahe

Kedua jenis minuman ini ternyata mengandung senyawa untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan di dalam tubuh termasuk nyeri haid dismenore. Jahe juga ampuh mengatasi rasa mual yang sering muncul selama  haid. 

Baca Juga: Telat Menstruasi Belum Tentu Hamil, Jangan Panik Dulu!

Lebih baik kamu diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call jika kamu punya keluhan nyeri perut dan punggung saat sedang menstruasi. Dengan aplikasi Halodoc, kamu juga bisa langsung membeli obat yang telah diresepkan oleh dokter, dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu kurang dari satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!