4 Jenis Sarkoma Kaposi yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
4 Jenis Sarkoma Kaposi yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Kesehatan saat ini masih menjadi prioritas utama untuk memiliki kualitas hidup yang baik. Banyak gejala yang muncul ketika kesehatan mengalami gangguan. Sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan ketika muncul lesi pada area leher atau kaki, karena bisa jadi kamu mengalami kondisi sarkoma kaposi.

Baca juga: Waspada, Virus Herpes Mampu Sebabkan Sarkoma Kaposi

Tidak hanya lesi pada area leher dan kaki, sarkoma kaposi membuat pengidapnya mengalami kondisi susah menelan hingga muntah yang bercampur dengan darah. Ketahui lebih banyak mengenai sarkoma kaposi dan jenis penyakit sarkoma kaposi agar dapat melakukan pengobatan.

Sarkoma kaposi adalah salah satu penyakit yang masuk dalam kategori kanker. Kanker sarkoma kaposi berasal dari sel-sel endotel yang mengalami pertumbuhan secara abnormal dan diperparah dengan munculnya human herpesvirus 8 yang menyerang sel endotel.

Pada orang-orang dengan imunitas yang baik, human herpesvirus 8 sulit untuk berkembang menjadi kanker yang ganas, namun orang dengan imunitas tubuh yang rendah, seperti pengidap HIV, orang yang lanjut usia, dan pasien transplantasi organ dapat menyebabkan sarkoma kaposi.

Ketahui jenis-jenis dari penyakit sarkoma kaposi agar dapat menjalani pengobatan dengan tepat, yaitu:

1. Sarkoma Kaposi Epidemik

Biasanya, sarkoma kaposi jenis ini rentan dialami oleh orang-orang dengan kondisi HIV/AIDS. Sistem kekebalan tubuh yang rendah diduga menjadi salah satu penyebab pengidap HIV/AIDS lebih mudah mengalami sarkoma kaposi jenis ini.

2. Sarkoma Kaposi Klasik

Sarkoma kaposi klasik sangat umum terjadi pada orang-orang yang sudah memasuki usia lanjut. Sarkoma kaposi klasik lebih rentan dialami oleh pria dibandingkan wanita. Umumnya gejala yang terlihat dari sarkoma kaposi klasik adalah munculnya lesi pada kulit bagian kaki, pergelangan tangan atau telapak kaki. Perkembangan lesi pada sarkoma Kaposi klasik juga memiliki waktu yang sangat lambat. Perkembangan lesi bisa memakan waktu 10-15 tahun. Untuk memastikan gejala dari sarkoma kaposi klasik ini, kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Kenali Gejala Awal Sarkoma Kaposi yang Harus Diwaspadai

3. Sarkoma Kaposi Endemik

Sarkoma kaposi endemik dikenal dengan sarkoma kaposi Afrika. Ya, kondisi ini disebabkan karena jenis sarkoma kaposi endemik terjadi pada orang-orang yang tinggal di Afrika. Tidak hanya lansia, sarkoma kaposi jenis ini menyerang anak-anak dan orang yang masih memiliki usia terbilang muda.

Beberapa faktor yang menyebabkan sarkoma jenis ini banyak terjadi di Afrika, seperti penyakit yang menyerang imunitas, infeksi kronis, dan masalah kekurangan gizi. Perkembangan sarkoma kaposi endemik lebih cepat jika dibandingkan dengan sarkoma kaposi jenis lain.

4. Sarkoma Kaposi Latrogenik

Ada beragam pengobatan untuk mengatasi gangguan kesehatan, salah satunya adalah transplantasi organ. Tindakan ini membutuhkan perawatan yang khusus, salah satunya adalah pemberian obat agar sistem imun dalam tubuh melemah sehingga tidak menolak atau menyerang organ baru dalam tubuh. Sistem kekebalan yang melemah membuat seseorang rentan mengalami sarkoma kaposi latrogenik.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa gejala dari penyakit sarkoma kaposi, seperti munculnya lesi pada daerah kaki, leher atau kepala. Lesi yang muncul memiliki diameter dengan ukuran beragam, mulai yang kecil hingga besar. 

Baca juga: Sarkoma Jaringan Lunak, Tumor Menyerang Jaringan Lunak

Sarkoma kaposi dapat menyerang bagian pencernaan dan paru dengan gejala yang berbeda. Penyakit yang muncul pada pencernaan menyebabkan feses yang bercampur dengan darah. Sedangkan sarkoma kaposi yang menyerang paru menyebabkan pengidap sarkoma Kaposi mengalami sesak napas yang disertai batuk darah.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What Is Karposi Sarcoma?
Web MD. Diakses pada 2019. What Is Karposi’s Sarcoma?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Kaposi’s Sarcoma