08 October 2018

4 Kebiasan Makan Supaya Panjang Umur

4 Kebiasan Makan Supaya Panjang Umur

Halodoc, Jakarta - Banyak para ahli yang terus mencari rahasia anti-penuaan selama lebih dari satu dekade. Misalnya, menelisik kebiasaan makan orang-orang yang hidup di Zona Biru. Zona Biru ini sendiri merupakan wilayah yang penduduknya hidup lebih lama dan sehat.

Contohnya, mereka yang tinggal di Pulau Yunani Ikraia, dataran tinggi Sardinia (Italia), Semenanjung Nicoya di Kosta Rika, hingga Okinawa di Jepang. Di daerah-daerah itulah banyak orang yang telah hidup lebih dari 100 tahun, atau lebih dikenal dengan sebutan centenarian.

Menurut para pakar, ternyata kebiasaan makan seseorang sangat berhubungan erat dengan kesehatannya di masa mendatang. Dengan kata lain, turut menentukan seseorang dapat hidup panjang umur atau tidak. Lalu, seperti apa sih kebiasaan pola makan penyebab panjang umur?

1. 95 Persen Bersumber dari Tanaman

Mau tahu resep rahasia orang-orang yang tinggal di Zona Biru? Simpel kok, sebagian besar sumber makanan mereka berasal dari tanaman. Orang-orang di wilayah tersebut, rutin mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau setiap harinya. Menurut para ahli, sayuran hijau merupakan salah satu rahasia dari panjang umur.

Studi telah membuktikan, bahwa orang paruh baya yang mengonsumsi setara dengan secangkir sayuran hijau tiap harinya, kemungkinan memiliki umur empat tahun lebih lama dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi sayur.

2. Kurangi Konsumsi Daging

Kebiasaan pola makan penyebab panjang umur para centenarian tak lepas dari minimnya konsumsi daging. Orang yang tinggi di Zona Biru punya cara tersendiri untuk menikmati daging. Kebanyakan dari mereka tidak pernah mengonsumsi daging lebih dari dua kali dalam seminggu. Kira-kira tidak lebih dari dua ons (lima kali sebulan). Sekalinya mengonsumsi daging, sumber dagingnya pun tidak sembarangan. Mereka akan mengolah daging, seperti ayam atau domba langsung dari peternakan keluarga.

Kata ahli, daging di Zona Biru berasal dari hewan-hewan yang merumput atau mencari makan secara bebas. Nah, hal inilah yang meningkatkan kemungkinan hewan tersebut memiliki tingkat asam omega-3 yang lebih tinggi.

Jangan lupa, terlalu banyak mengonsumsi daging memang tak baik buat kesehatan. Misalnya, tuduhan yang dilayangkan ke daging merah menyangkut kanker, ternyata bukan tanpa landasan yang main-main, lho. Faktanya, World Health Organization (WHO) sudah menempatkan daging merah yang diproses ke dalam makanan yang bersifat karsinogen. Misalnya, sosis dan bacon. Nah, karsinogen sendiri merupakan zat yang dapat menyebabkan kanker dengan cara memengaruhi gen atau merusaknya.

3. Perbanyak Asupan Ikan

Alih-alih mengonsumsi daging, orang di wilayah ini lebih gemar mengonsumsi ikan. Pendek kata, ikan merupakan salah satu pola makan penyebab panjang umur di Zona Biru. Enggak percaya?

Menurut riset dari Adventist Health Study 2 yang telah meneliti 96.000 orang Amerika Serikat sejak 2002, menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi pola makan nabati dan memasukkan ikan (satu kali sehari) dalam menu hariannya, mereka itulah yang hidup paling lama.

Di Zona Biru, ikan merupakan menu umum dari makanan sehari-hari. Sebagian besar penduduk di sana memilih ikan sarden, teri, dan ikan cod ataupun ikan lainnya yang tidak terpapar merkuri atau bahan kimia lainnya.

4. Batasi Konsumsi Telur

Di Zona Biru, masyarakatnya cenderung makan hanya satu telur dalam satu waktu. Contohnya, orang-orang di daerah Nicoya menggoreng telur untuk dilipat menjadi tortilla jagung. Sementara itu, orang di Okinawa menyajikan telur dengan cara mendidihkan telur dalam sup.

Oleh sebab itu, agar lebih menyehatkan cobalah olah telur dengan bahan lainnya. Misalnya, sarapan satu telur dengan buah atau makanan nabati lainnya seperti bubur gandum utuh atau roti. Saat memanggang, gunakan seperempat cangkir saus apel, seperempat cangkir kentang tumbuk, ataupun pisang kecil untuk diolah dengan satu telur.

Mau tahu lebih jauh mengenai hal di atas? Atau ingin merancang pola makan sehat demi kesehatan tubuh? Gampak kok, kamu bisa bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: