Hati-Hati, Ini 4 Komplikasi Akibat Vaginosis Bakterialis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hati-Hati, Ini 4 Komplikasi Akibat Vaginosis Bakterialis

Halodoc, Jakarta – Vaginosis bakterialis merupakan jenis infeksi yang menyerang area intim wanita. Kondisi ini terjadi karena terganggunya keseimbangan flora normal di dalam Miss. V. Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki bakteri baik yang berfungsi sebagai perlindungan dari bakteri jahat penyebab infeksi. Tapi, pada pengidap vaginosis bakterialis, jumlah bakteri baik tersebut berkurang, sehingga tidak lagi mampu melindungi tubuh.

Alhasil, seorang wanita menjadi lebih rentan terhadap serangan infeksi. Kondisi ini bisa dialami oleh wanita dari segala usia. Tapi, sebagian besar vaginosis bakterialis menyerang saat seorang wanita berada dalam masa reproduksi, yaitu usia 15–40 tahun. Meski termasuk dalam jenis infeksi ringan, namun kondisi ini sama sekali tidak bisa dianggap sepele. Sebab jika dibiarkan, vaginosis bakterialis bisa menyebabkan berbagai komplikasi.

Penyebab utama terjadinya gangguan ini adalah ketidakseimbangan jumlah bakteri yang ada pada organ kewanitaan tersebut. Salah satunya karena adanya pertumbuhan berlebih dari bakteri tertentu, sehingga mengganggu keseimbangan alami bakteri di dalam Miss. V. Hal ini bisa menyebabkan jumlah bakteri “baik” menurun, dan terjadi penumpukan bakteri “jahat”, yaitu anaerob secara berlebih yang kemudian menyebabkan vaginosis bakterialis.

Baca juga: Keputihan Berbau Tak Sedap, Indikasi Vaginosis Bakterialis?

Meski begitu, penyebab pasti terjadinya gangguan keseimbangan bakteri pada Miss. V masih belum diketahui secara pasti. Tapi, ada berbagai faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini, di antaranya kebiasaan merokok serta sering berganti pasangan seksual serta tidak menggunakan pengaman saat berhubungan intim.

Gejala dan Komplikasi Vaginosis Bakterialis

Kabar buruknya, kondisi ini sering terjadi tanpa menimbulkan gejala sama sekali. Tapi, vaginosis bakterialis bisa menyebabkan seseorang mengalami keputihan yang tidak normal, yaitu keputihan yang encer, berwarna kelabu atau putih, serta mengeluarkan bau amis. Kondisi ini juga bisa menyebabkan munculnya gejala berupa rasa gatal dan perih pada Miss V saat buang air kecil.

Pada dasarnya, penyakit ini jarang menyebabkan munculnya komplikasi. Tapi, jika dibiarkan dan tidak mendapat pengobatan yang seharusnya, vaginosis bakterialis bisa memicu komplikasi yang bersifat serius dan bisa berbahaya. Apa saja komplikasi yang bisa muncul karena penyakit ini?

1. Penyakit Radang Panggul

Vaginosis bakterialis bisa menyebabkan seseorang mengalami penyakit radang panggul. Kondisi ini terjadi karena adanya peradangan pada rahim dan saluran indung telur. Kabar buruknya, kondisi ini ternyata berkaitan dengan kesuburan. Penyakit radang panggul bisa menyebabkan menurunnya tingkat kesuburan seseorang.

Baca juga: Jika Mengalami 3 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Bacterial Vaginosis

2. Infeksi Menular Seksual

Penyakit ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi menular seksual. Vaginosis bakterialis bisa menyebabkan komplikasi berupa HIV, chlamydia, dan herpes simplex.

3. Komplikasi dalam Kehamilan

Vaginosis bakterialis juga bisa menyerang wanita yang sedang hamil. Wanita hamil yang terserang penyakit ini berisiko mengalami komplikasi kehamilan, berupa kelahiran prematur, hingga meningkatkan risiko munculnya infeksi setelah proses persalinan.

4. Infeksi Setelah Operasi

Penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi saat seseorang menjalani prosedur operasi. Vaginosis bakterialis bisa meningkatkan risiko infeksi setelah operasi di daerah panggul, seperti operasi Caesar dan histerektomi.

Baca juga: Ini Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Vaginosis Bakterialis

Cari tahu lebih lanjut seputar vaginosis bakterialis dan komplikasi yang bisa terjadi akibat penyakit ini dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter dengan mudah kapan saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!