4 Penyakit ini Bisa Dideteksi Lewat Brain Mapping

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
4 Penyakit ini Bisa Dideteksi Lewat Brain Mapping

Halodoc, Jakarta - Kesehatan otak selalu harus dijaga karena seluruh anggota tubuh bergantung pada organ tersebut. Banyak gangguan yang dapat terjadi pada otak, seperti yang disebabkan oleh infeksi atau benturan. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah pada gelombang otak seseorang.

Ternyata, seseorang yang mengalami masalah pada kepala dapat dideteksi dengan menggunakan brain mapping. Pemeriksaan ini disebut juga dengan EEG atau electroencephalogram. Beberapa penyakit dapat dideteksi dengan menggunakan metode ini. Berikut beberapa penyakit yang dapat dideteksi oleh cara ini.

Baca juga: Ini Prosedur Melakukan EEG dan Brain Mapping

Penyakit yang Dapat Dideteksi dengan Brain Mapping

Brain mapping atau EEG adalah sebuah metode yang menggunakan alat untuk mencatat aktivitas gelombang otak seseorang. Pemeriksaan ini akan memberikan data yang komprehensif tentang gelombang otak dan memberikan analisis yang tepat terkait otak seseorang yang diperiksa.

Seseorang yang diperiksa akan menggunakan semacam topi di kepala yang sudah diletakkan konduktor sebagai sensor untuk mencatat aktivitas gelombang otak. Ahli terapi akan menyuruh kamu melakukan sesuatu, dari menggerakkan mata, membaca, hingga mengerjakan soal matematika untuk mengetahui cara kerja otak saat berlangsung.

Pada kenyataannya, cara ini dapat mendeteksi seseorang terhadap suatu gangguan yang terjadi. Kamu mungkin mengalami perasaan tidak nyaman pada kepala, dan brain mapping dapat mendeteksinya apabila terdapat gangguan pada kelistrikan otak. Berikut adalah beberapa penyakit yang dapat dideteksi oleh brain mapping, yaitu:

  1. Demensia Tipe Alzheimer

Salah satu penyakit yang dapat dideteksi oleh metode brain mapping adalah demensia tipe alzheimer. Penyakit ini dapat menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir seseorang. Brain mapping dilakukan dengan mendeteksi perubahan pada bentuk otak dan penyusutan hippocampus, salah satu area yang paling terpengaruh oleh alzheimer. Selain itu, cara ini dilakukan untuk dapat memprediksi jalur penyakit tersebut menyerang.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait penyakit yang dapat didiagnosis oleh brain mapping, dokter dari Halodoc siap membantu. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Kamu juga dapat melakukan pemesanan online untuk pemeriksaan fisik pada otak di rumah sakit tertentu melalui aplikasi tersebut.

Baca juga: Apa Tujuan Dilakukan Pemeriksaan EEG dan Brain Mapping

  1. Epilepsi

Brain mapping juga dapat mendeteksi penyakit epilepsi yang menyerang seseorang. Hal ini dilakukan dengan merekam aktivitas sel-sel otak dan melihatnya apakah terdapat suatu kelainan. Selain itu, dokter juga akan menggunakan EEG untuk merencanakan operasi untuk mengatasi epilepsi. Ahli bedah dapat menemukan pusat kejang pada otak, sehingga gangguan yang terjadi dapat diatasi.

  1. Autisme

Penyakit autisme juga dapat dideteksi oleh brain mapping, karena gangguan ini memiliki dasar struktural pada otak. Kelainan ini menyebabkan serangkaian koneksi yang salah antara neuron. Dengan alat tersebut, penyakit mental yang terjadi dapat dideteksi dan ditangani dengan tepat.

  1. Skizofrenia

Seseorang yang mengalami skizofrenia juga dapat dideteksi oleh brain mapping. Hal ini menyebabkan otak kehilangan materi di korteks temporal dan prefrontal seiring waktu, sehingga dapat terlihat dengan pemeriksaan dengan melihat gelombang otak. Walau begitu, diagnosis ini belum mengarah pada penanganan yang dilakukan.

Baca juga: Hampir Mirip, Apa Perbedaan EKG dan EEG?

Itulah beberapa penyakit yang dapat dideteksi menggunakan brain mapping. Pemeriksaan ini memang efektif untuk mendiagnosis gangguan pada otak, terutama ketika berhubungan dengan kelainan pada gelombang otak. Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala-gejala dari gangguan otak, ada baiknya langsung melakukan pemeriksaan jenis ini.

Referensi:
Medical Xpress. Diakses pada 2019. A spherical brain mapping of MR images for the detection of Alzheimer's disease
howstuffworks. Diakses pada 2019. How Brain Mapping Works