4 Tanda yang Muncul di Tubuh Saat Mengalami Stres

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Tanda yang Muncul di Tubuh Saat Mengalami Stres

Halodoc, Jakarta – Stres merupakan reaksi tubuh yang terjadi pada kondisi tertentu. Stres biasanya muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau sesuatu yang baru. Kondisi ini juga dapat terjadi akibat situasi atau perasaan gugup, putus asa, marah, atau saat sedang merasa sangat bersemangat. Lantas, apa saja tanda-tanda yang muncul saat seseorang mengalami stres? 

Baca juga: Kenali Tandanya, Ini 4 Cara Mudah Atasi Stress

Saat mengalami situasi-situasi tersebut, tubuh akan menunjukkan respon dan perubahan pada fisik maupun mental. Hal ini terjadi secara alami, dan menyebabkan tubuh melepas hormon bernama adrenalin dan kortisol. Sebenarnya, reaksi ini adalah hal yang baik dan bisa menjadi tanda serta membantu seseorang untuk keluar dari masalah yang terjadi. Namun tetap saja, stres yang menyerang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. 

Semua orang bisa mengalami stres, termasuk anak-anak. Stres biasanya hanya bersifat sementara dan akan berakhir saat penyebabnya diatasi. Namun pada beberapa kondisi, stres yang berkepanjangan bisa mengganggu kesehatan fisik dan membuat daya tahan tubuh menjadi lebih lemah. 

Saat daya tahan tubuh melemah, virus atau bakteri penyebab penyakit menjadi lebih mudah menyerang. Stres yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan pengidapnya mengalami masalah pada pencernaan dan gangguan tidur di malam hari alias insomnia. 

Baca juga: Hilangkan Stres dengan Meditasi

Pada dasarnya, gejala yang sering muncul sebagai tanda stres bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung pada penyebab dan ketahanan tubuh. Ada empat hal yang bisa berubah dan menjadi tanda pada tubuh saat mengalami stres, yakni:

1. Perubahan Emosi 

Perubahan emosi menjadi salah satu tanda paling umum yang terjadi pada pengidap stres. Kondisi ini menyebabkan seseorang mudah gusar, merasa frustasi, dan suasana hati menjadi mudah berubah-ubah alias mood swing. Orang yang mengalami stre umumnya akan sulit menenangkan pikiran, merasa rendah diri, kesepian, bingung, menghindari orang lain, sulit mengendalikan diri, hingga depresi. 

2. Gejala Fisik

Perubahan kondisi fisik juga bisa menjadi tanda seseorang mengalami stres. Hal ini menyebabkan seseorang mudah merasa lemas, pusing, migrain, gangguan pencernaan, nyeri otot, serta jantung berdebar. Stres juga sering ditandai dengan sulit tidur di malam hari, tubuh gemetar, kaki terasa dingin dan berkeringat, mulut kering, sulit menelan, hingga menurunnya hasrat seksual. 

3. Perubahan Kognitif 

Selain ciri fisik, stres juga bisa menyebabkan seseorang mengalami perubahan kognisi. Kondisi ini membuat seseorang menjadi sering lupa, sulit memusatkan perhatian, selalu berpikir negatif, pesimis, dan sering membuat keputusan yang tidak baik. 

4. Perubahan Perilaku

Dalam tingkat yang parah, rasa tertekan dan stres bisa menyebabkan seseorang mengalami perubahan perilaku. Kondisi ini menyebabkan penurunan nafsu makan, tidak fokus dan sering menghindari tanggung jawab, sering gugup, mudah marah, hingga mencari “pelampiasan” misalnya dengan mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok. 

Jangan remehkan stres yang berlangsung dalam waktu lama apalagi muncul secara berulang. Kalau itu yang terjadi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau psikiater untuk mengatasi stres. Pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan gejala stres bisa muncul dan mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. 

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Bedanya Psikolog dan Psikiater

Atau kamu bisa mencoba untuk bicara seputar stres pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan masalah seputar stres atau keluhan kesehatan lain dan dapatkan rekomendasi pengobatan terbaik. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!