5 Cara Menghentikan Darah Mimisan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Cara Menghentikan Darah Mimisan

Halodoc, Jakarta – Hidung berdarah, mimisan atau kerap disebut dengan epistaksis memang tidak nyaman dan tampak menakutkan. Tapi sebagian besar mimisan, biasanya tidak berbahaya. Anak-anak mengalami mimisan lebih sering daripada orang dewasa. Ini karena membran hidung mengalami iritasi akibat terlalu sering menggosok-gosok hidung.

Ketika orang dewasa mengalami mimisan, maka itu bisa menjadi indikator masalah medis yang lebih parah. Tanda-tanda bahaya dari mimisan yang perlu diwaspadai adalah epistaksis unilateral yang sering disertai nyeri pada wajah, sakit kepala, nyeri telinga. Pastikan untuk memberi tahu dokter jika kamu mengalami mimisan, terutama tanpa trauma fisik. Berikut ini beberapa cara menghentikan darah mimisan yang perlu diketahui:

Baca juga: Jika Mimisan Jadi Tanda Penyakit Serius

  1. Jangan Condong ke Belakang

Salah satu mitos terbesar dalam pertolongan pertama mimisan adalah bahwa kamu harus mendongak supaya darah tidak turun ke bawah. Padahal, ini justru sangat berbahaya karena kemungkinan besar darah akan turun ke tenggorokan. Darah bisa masuk ke tenggorokan yang menyebabkan jalan napas tersumbat atau masuk ke perut. Sehingga, darah dapat mengiritasi lapisan lambung dan menyebabkan pasien muntah tiba-tiba.

  1. Menjepit Hidung dengan Benar

Sebagian besar orang secara naluriah mencubit hidung saat mimisan, tapi ada cara yang benar untuk melakukannya. Jepitlah hidung tepat di bawah jembatan bertulang. Jangan hanya mencubit lubang hidung tertutup. Jari-jari arus berada di tulang serta jaringan lunak. Jika masih ada darah yang mengalir, maka sesuaikan genggamanmu. Ketika dilakukannya dengan benar, kamu bisa bernafas melalui hidung saat kamu mencubit aliran darah.

Baca juga: Risiko yang Timbul Akibat Sering Mimisan

  1. Menempatkan Es

Menempatkan es atau kompres dingin di atas jembatan hidung dapat menyempitkan pembuluh darah dan membantu menghentikan pendarahan. Es tidak akan memperbaiki pendarahan hidung dengan sendirinya. Gunakan es sebagai tambahan tekanan saat menjepit hidung.

  1. Jangan Meniup Hidung

Hindari mengangkat, meniup, mencungkil hidung, ataupun aktivitas lain yang melibatkan peregangan untuk mencegah kambuhnya mimisan hingga 24 jam setelah mimisan berhenti. Cari konsultasi profesional jika kamu mengalami mimisan parah atau berulang. Jika kamu minum obat untuk mengencerkan darah atau memblokir pembekuan darah, maka memiliki kondisi yang menempatkan pada risiko yang lebih tinggi terjadi pendarahan serius dalam bentuk apapun (misalnya, hemofilia dan kanker tertentu).

  1. Jangan Berbaring Telentang

Sama halnya dengan mendongak atau memposisikan wajah ke atas, kamu juga tidak disarankan untuk berbaring telentang, karena darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan. Situasi tersebut dapat membuat kamu menelan darah secara tidak sengaja yang biasanya menyebabkan mual dan muntah.

Baca juga: Bisa Jadi Stres, Mimisan Salah Satu Tanda PMS

Apabila setelah melakukan beberapa cara di atas, namun pendarahan tidak juga kunjung berhenti, artinya kamu membutuhkan bantuan medis. Gejala kehilangan darah yang berlebihan dapat meliputi kelelahan, kulit putih atau sangat pucat, merasa pusing, pusing atau bingung, serta sakit dada atau detak jantung yang cepat.

Alasan lain hidung berdarah mungkin merupakan keadaan darurat medis yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Dalam hal ini, bila hidung berdarah mungkin disertai dengan sakit kepala parah atau kebingungan. Kamu juga harus mencari perawatan medis darurat jika sebelum mimisan mengalami trauma kepala atau leher yang melibatkan tulang belakang.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara menghentikan darah mimisan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.