Jangan Diabaikan, 5 Ciri-Ciri Gangguan Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Jangan Diabaikan, 5 Ciri-Ciri Gangguan Pencernaan

Halodoc, Jakarta – Gangguan pencernaan merupakan kondisi yang terjadi karena adanya masalah pada salah satu organ pada sistem pencernaan. Sebelumnya perlu diketahui, sistem pencernaan manusia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, serta anus. 

Semantara dalam proses mencerna makanan, ada beberapa organ yang terlibat yaitu pankreas, organ hati, dan kantung empedu. Namun, organ-organ tersebut tidak dilewati oleh makanan alias berada di luar saluran pencernaan. 

Secara umum, sistem pencernaan berfungsi untuk menerima dan mencerna makanan yang kemudian diubah menjadi nutrisi untuk diserap tubuh. Nutrisi yang diserap kemudian akan disalurkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Selain itu, sistem pencernaan juga bertugas memisahkan dan membuang bagian makanan yang tidak dibutuhkan dan tidak bisa dicerna oleh tubuh. Gangguan pencernaan yang terjadi bisa sangat menyulitkan dan sebaiknya tidak diabaikan. 

Baca juga: Ini 5 Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan

Ada banyak penyebab gangguan pencernaan bisa terjadi. Mulai dari pola makan yang salah, gaya hidup tidak sehat, hingga tanda penyakit tertentu. Pada gangguan pencernaan yang ringan, gejala yang muncul biasanya akan hilang dengan sendirinya atau setelah mengonsumsi obat. 

Sementara gangguan pencernaan yang parah harus sangat diwaspadai. Sebab, kondisi ini bisa menyebabkan masalah permanen pada sistem pencernaan, salah satunya munculnya jaringan parut esofagus. 

Gangguan pencernaan bisa terjadi pada siapa saja, dan kapan saja. Ada 5 gejala yang sering menjadi ciri-ciri gangguan pencernaan. 

  1. Rasa tidak nyaman pada area perut. Kondisi ini sering menyebabkan rasa tidak nyaman dan membuat perut terasa sangat penuh atau berat.

  2. Sering bersendawa, terutama saat makan atau setelah selesai makan. Sendawa yang terjadi umumnya terasa tidak wajar dan bisa sangat mengganggu. 

  3. Terasa aliran makanan kembali ke kerongkongan. Gangguan pencernaan bisa ditandai dengan makanan atau minuman yang sudah dikonsumsi kembali dari perut ke kerongkongan. 

  4. Perut kembung, hal ini juga sering disertai dengan nyeri perut atau perasaan penuh pada bagian tersebut. 

  5. Mual dan muntah. Hal ini juga sering menjadi gejala bahwa kamu mengalami gangguan pada sistem pencernaan. 

Gangguan Pencernaan yang Harus Diwaspadai 

Meski tidak melulu berbahaya dan memicu penyakit serius, tapi gangguan pencernaan sebaiknya tidak diabaikan. Ada beberapa jenis gangguan pencernaan yang sebaiknya diwaspadai, yaitu :

  • Diare

Makanan berlemak yang masuk ke dalam tubuh membutuhkan waktu lebih lama serta lebih sulit untuk dicerna. Lemak membutuhkan asam empedu untuk dapat dicerna oleh usus, kemudian asam empedu ini diserap kembali kedalam pembuluh darah dan kembali ke kantung empedu. Jika asam empedu ini tidak terserap kembali ke dalam pembuluh darah, maka asam empedu ini tetap berada dalam usus, dan berujung diare.

Baca juga: Begini 4 Cara Cegah Gangguan Pencernaan

  • Konstipasi

Konstipasi adalah kondisi yang berlawanan dengan diare. Konstipasi menyebabkan seseorang kesulitan untuk buang air besar. Hal ini umumnya terjadi karena kurang asupan makanan berserat dan kurang minum. 

  • Asam Lambung Naik 

Naiknya asam lambung alias GERD biasanya disebabkan oleh kebiasaan langsung tidur setelah makan bisa menyebabkan makanan, termasuk asam dari lambung naik ke tenggorokan. Kalau sudah begitu, kamu mungkin akan merasa tidak nyaman dan muncul gangguan pencernaan. 

Baca juga: Perlu Tahu 7 Gangguan Pencernaan dari yang Ringan Sampai Berat

  • Nyeri Ulu Hati 

Nyeri ulu hati sebenarnya merupakan salah satu gejala dari berbagai masalah pencernaan. Namun, hal ini harus diwaspadai, apalagi jika terjadi secara tidak wajar. Pasalnya, selain tanda adanya gangguan pencernaan, nyeri ulu hati juga bisa menjadi gejala penyakit jantung. 

Nah, bila kamu mengalami ciri-ciri gangguan pencernaan di atas, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.