5 Fakta Puasa bagi Ibu Menyusui yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Fakta Puasa bagi Ibu Menyusui yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Bulan suci Ramadan akan segera tiba, waktu yang ditunggu. Umat muslim tentunya menunggu-nunggu datangnya ibadah yang hanya bisa dijalankan satu kali dalam setahun ini. Sehingga, dalam keadaan apapun banyak orang yang mengusahakan untuk berpuasa, termasuk ibu menyusui.

Sebenarnya, ibu diperbolehkan untuk tidak berpuasa saat masih menyusui. Namun, ada ibu yang ingin ikut berpuasa juga saat masa menyusui. Tapi sebetulnya, puasa saat menyusui itu aman bagi ibu dan bayi atau enggak ya? Kekhawatiran ini muncul karena tubuh lebih banyak kehilangan cairan karena perubahan pola makan dan tidur.

Faktanya, berpuasa bagi ibu menyusui tidak menjadi masalah meskipun ibu menyusui sedang memerlukan banyak nutrisi untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan bayinya. Berpuasa bagi ibu menyusui juga tidak terlalu berdampak pada produksi ASI serta kesehatan ibu dan bayi. Pada dasarnya, puasa atau penurunan asupan kalori tidak akan memengaruhi produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini hanya akan memengaruhi kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya.

Bila ibu sedang menyusui, namun tetap ingin menjalani ibadah puasa, simak 3 tips puasa bagi ibu menyusui di bawah ini.

Perhatikan Asupan Saat Sahur

Tips berpuasa bagi ibu menyusui yang pertama, yakni memperhatikan asupan saat sahur.  Pada saat sahur, perhatikan apa saja yang baik untuk ibu konsumsi. Makanan dan minuman yang ibu konsumsi saat sahur menjadi cadangan nutrisi dan kalori selama menjalankan ibadah puasa. Maka dari itu, ibu tidak boleh melewati sahur.

Makanan yang baik untuk ibu menyusui di antaranya, yakni bayam, brokoli, daging tanpa lemak, ikan salmon, kacang merah, katuk, dan telur. Ibu juga bisa menambahkan suplemen vitamin D saat sahur yang terbukti bagus untuk ibu menyusui.

Cegah Dehidrasi

Meskipun diperbolehkan, dehidrasi saat berpuasa dan menyusui bisa berbahaya bagi ibu maupun bayi. Bila ibu mengalami gejala dehidrasi saat sedang berpuasa, seperti haus, pusing, lemas, lelah, mulut kering, dan lainnya, sebaiknya batalkan puasa ibu. Konsumsi air atau cairan yang memiliki kandungan elektrolit untuk proses rehidrasi tubuh. Saat sahur maupun berbuka puasa, ibu wajib mengonsumsi cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang saat berpuasa.

(Baca juga: 9 Buah-buahan yang dapat Mencegah Dehidrasi Saat Berpuasa)

Perhatikan Aktivitas Selama Berpuasa

Selama berpuasa dan menyusui, ibu tentu masih menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Namun sebaiknya, lakukan tugas berat ketika sudah berbuka puasa. Selain itu, usahakan untuk berada di tempat teduh ketika menjalani puasa dan menyusui. Ibu juga disarankan mencatat makanan dan minuman yang dikonsumsi selama berpuasa.

Tentunya, hal ini membantu ibu untuk mengukur nutrisi dan cairan yang dikonsumsi selama puasa. Selama berpuasa kandungan potasium, magnesium, dan zinc yang ada di dalam ASI bisa berkurang. Sebisa mungkin untuk mengonsumsi makanan yang mengandung ketiga nutrisi tersebut. Ibu juga dituntut untuk lebih peka pada apa yang dirasakan oleh tubuh. Jika merasa tidak enak badan, segera tanyakan pada dokter.

Istirahat yang Cukup

Tips berpuasa bagi ibu menyusui yang terakhir adalah cukupi istirahat untuk mencegah ibu mengalami kekurangan energi. Ibu bisa memanfaatkan waktu untuk tidur di siang hari agar bisa menghemat energi. Selain itu, kurangi aktivitas berat dan olahraga saat puasa agar ibu tidak terlalu lelah.

4 tips berpuasa bagi ibu menyusui di atas bisa membantu ibu menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Yang tak boleh dilupakan juga, pertimbangkan juga apakah si Kecil masih membutuhkan ASI eksklusif. Untuk lebih meyakinkan ibu, sebaiknya tanyakan pada dokter sebelum memutuskan ikut berpuasa.

Ibu bisa berdiskusi dengan dokter yang ada di Halodoc melalui pilihan komunikasi Chat, Voice/Video call melalui layanan Contact Doctor. ibu juga bisa membeli keperluan medis seperti obat atau vitamin melalui layanan Pharmacy Delivery yang akan mengantarkan pesananmu tidak lebih dari satu jam.

Selain itu, ibu bisa melakukan pemeriksaan darah dan juga menentukan jadwal, lokasi, dan petugas lab yang akan datang ke lokasi tujuan melalui layanan Lab Service. Hasil lab bisa dilihat langsung pada aplikasi layanan kesehatan Halodoc.  Ayo download aplikasi   Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.

(Baca juga: Nutrisi yang Diperlukan Ibu Menyusui)