4 Gangguan Kesehatan yang Sering Dialami Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
4 Gangguan Kesehatan yang Sering Dialami Ibu Menyusui

Halodoc, Jakarta - Ibu yang baru melahirkan akan membutuhkan banyak dukungan orang-orang terdekat dalam hal menyusui. Dua pekan pertama setelah melahirkan, ibu menyusui juga memerlukan perhatian lebih. Hal tersebut perlu dilakukan, sebab banyak masalah yang dapat terjadi terkait dengan menyusui. Kondisi ini perlu dicegah dan disembuhkan, supaya pemberian ASI eksklusif pada Si Kecil tidak terganggu. Berikut beberapa masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui:

Baca juga: 6 Hal yang Sebaiknya Dihindari Ibu Menyusui

1. Puting Lecet

Semua ibu baru pasti mengalami rasa perih dan nyeri pada puting karena lecet. Proses menyusui memang tidak semudah yang dibayangkan. Puting lecet ini akan terasa perih pada bagian ujung puting, hingga ke pangkalnya. Lecetnya puting ini dapat terjadi karena posisi ibu dan Si Kecil saat menyusui, serta pelekatan mulut Si Kecil pada puting ibu yang belum tepat.

Perlekatan sudah benar ketika mulut bayi mencengkeram sebagian besar areola, yaitu bagian payudara yang berwarna gelap, bukan hanya di bagian puting saja. Ibu tidak usah khawatir, karena puting yang lecet dapat sembuh dengan sendirinya saat posisi dan pelekatan sudah tepat. Jika kondisi ibu tidak juga membaik, ibu bisa tanyakan langsung pada dokter ahli di aplikasi Halodoc untuk mengetahui posisi apa yang baik bagi ibu dan Si Kecil.

2. Mastitis

Mastitis akan ditandai dengan kemerahan serta pembengkakan akibat peradangan payudara. Payudara akan terasa keras dan sangat sakit ketika disentuh. Pembengkakan pada mastitis umumnya hanya terjadi pada salah satu bagian payudara saja, meski dapat terjadi pada kedua payudara sekaligus. Kondisi ini biasanya terjadi pasca 2-3 minggu kelahiran.

Mastitis sendiri terjadi saat posisi dan pelekatan saat menyusui yang kurang tepat, sehingga proses pengosongan payudara tidak bisa efektif. Awalnya, mastitis terjadi karena ASI terlalu lama berada di dalam payudara, sehingga menyebabkan sumbatan atau mastitis non infektif. Selain itu, mastitis juga dapat terjadi ketika adanya tekanan berlebih pada payudara, atau jeda menyusui yang terlalu lama.

Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Menyusui yang Perlu Diketahui Ibu

3. Abses

Abses pada payudara dapat ditandai dengan rasa nyeri luar biasa pada payudara, perubahan warna pada bagian yang membengkak, serta keluarnya nanah dari dalam puting. Gejala-gejala tersebut akan dialami ketika mastitis telah berkembang menjadi abses. Pada kasus yang seperti ini, biasanya dokter akan melakukan prosedur pembedahan ringan untuk mengeluarkan nanah. Dalam waktu beberapa hari setelah prosedur pembedahan, rasa sakit berkurang biasanya sudah berkurang dan dokter akan memberikan ijin ibu menyusui Si Kecil.

4. Kelebihan Pasokan ASI

Dalam hal ini ibu harus memastikan posisi dan pelekatan saat Si Kecil sedang menyusui. Baiknya ibu menyusui pada salah satu payudara hingga terasa kosong, kemudian memindahkannya pada sisi lain payudara. Hal ini penting dilakukan untuk memaksimalkan hindmilk yang diminum oleh Si Kecil. Karena jika Si Kecil terlalu banyak mengonsumsi foremilk yang kaya laktosa, Si Kecil akan mengalami kolik, perut kembung, serta BAB yang tidak lancar.

Baca juga: Ibu Menyusui Alami Konstipasi, Ini 6 Hal yang Jadi Penyebabnya

Berbagai masalah tersebut biasanya akan dialami oleh para ibu menyusui. Jika ibu mengalami kondisi dan gejala-gejala tersebut, ibu bisa diskusikan langsung dengan dokter ahli untuk mengetahui prosedur apa saja yang harus ibu jalani. Ibu, tetap semangat untuk terus memberikan nutrisi yang terbaik bagi si buah hati, ya!