5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Tarsal Tunnel Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-tarsal-tunnel-syndrome-halodoc

Halodoc, Jakarta – Belakangan ini, semakin banyak orang yang mulai peduli dengan kesehatannya dan rajin berolahraga. Itulah sebabnya berbagai jenis olahraga baru mulai bermunculan dan tempat-tempat gym pun juga semakin ramai peminatnya. Hal ini tentu saja sangat baik karena olahraga merupakan aktivitas fisik yang bermanfaat untuk kesehatan. Namun, berolahraga terlalu sering atau dengan intensitas yang tinggi juga bisa memberi tekanan yang cukup berat pada tubuh, terutama pada bagian kaki. Itulah mengapa, sering berolahraga bisa membuat kamu berisiko mengalami tarsal tunnel syndrome. Apa itu tarsal tunnel syndrome? Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini.

1. Tarsal Tunnel Syndrome adalah Penyakit Langka yang Menyerang Kaki

Tarsal tunnel syndrome adalah penyakit langka yang mengakibatkan kerusakan pada saraf tibialis posterior. Saraf ini berperan sebagai sensasi penyerap dan pengendali gerakan pada pergelangan kaki dan kaki. Itulah mengapa saat terkena penyakit ini, pengidap akan merasakan sensasi terbakar pada pergelangan kaki dan kaki bagian bawah. Tarsal tunnel syndrome merupakan kelainan saraf yang mirip dengan carpal tunnel syndrome.

Baca juga: Carpal Tunnel Syndrome Bahaya atau Tidak, Ya?

2. Sering Berolahraga Membuat Risiko Tarsal Tunnel Syndrome Semakin Besar

Penyebab tarsal tunnel syndrome biasanya adalah karena saraf tibial atau cabangnya yang berada di pergelangan kaki terjepit. Kondisi tersebut terjadi karena saraf tersebut mendapat tekanan yang berat secara berulang. Itulah mengapa orang yang sering berolahraga, seperti atlet dan orang yang pekerjaannya membutuhkan aktivitas fisik yang cukup berat, sangat rentan mengalami penyakit ini. Meski demikian, penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak.

Selain sering berolahraga, beberapa kondisi berikut juga bisa memicu terjadinya tarsal tunnel syndrome:

  • Punya telapak kaki yang rata, karena kondisi ini bisa meregangkan saraf tibialis;

  • Terdapat tumor jinak di tarsal tunnel;

  • Mengalami cedera pergelangan kaki;

  • Mengidap arthritis, rematik, atau rheumatoid arthritis; dan

  • Menggunakan sepatu dengan ukuran yang tidak sesuai.

Baca juga: 4 Fakta Hamstring yang Sering Menimpa Atlet

3. Kesemutan dan Mati Rasa adalah Gejala Tarsal Tunnel Syndrome

Saat terkena tarsal tunnel syndrome, kamu mungkin akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Rasa sakit yang sangat hebat, mati rasa, atau kesemutan yang muncul di pergelangan kaki sampai ke telapak kaki;

  • Rasa nyeri pada kaki semakin parah pada malam hari, saat bergerak, atau ketika kurang beristirahat; dan

  • Rasa sakit sering tiba-tiba datang dan pergi.

4. Tarsal Tunnel Syndrome Bisa Menyebabkan Komplikasi

Bila tarsal tunnel syndrome dibiarkan saja tanpa diobati, lama-kelamaan hal ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada saraf tibialis posterior. Kerusakan saraf ini akan menyebabkan pengidap menjadi sulit berjalan atau merasakan rasa sakit yang hebat saat berjalan, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas dengan normal. Namun, tarsal tunnel syndrome sangat jarang menyebabkan kelumpuhan.

5. Tarsal Tunnel Syndrome Bisa Diobati Secara Mandiri di Rumah

Gejala tarsal tunnel syndrome bisa diatasi secara mandiri di rumah dengan mengonsumsi obat anti radang. Namun, obat-obatan tidak bisa mengurangi tekanan pada saraf. Untuk mengurangi tekanan pada saraf, kamu dianjurkan untuk mengenakan alat sepatu medis. Sepatu tersebut dapat membantu mendistribusikan ulang berat badan dan mengurangi tekanan pada saraf pergelangan kaki.

Selain itu, kamu juga dianjurkan untuk melakukan perawatan RICE, yaitu beristirahat (resting), kompres dengan air dingin (icing), kompresi, dan elevasi, yaitu memposisikan kaki sedikit lebih tinggi. Perawatan ini efektif untuk membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Baca juga: Begini Cara Mengobati Bengkak Akibat Keseleo

Itulah lima hal yang perlu kamu tahu tentang tarsal tunnel syndrome. Bila kamu mengalami gejala penyakit pergelangan kaki, coba bicarakan saja kepada dokter Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui fitur Talk to A Doctor dan minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:

Healthline (Diakses pada 2019). Tarsal Tunnel Syndrome: Symptoms, Causes, and Treatments.
Medical News Today (Diakses pada 2019). Tarsal tunnel syndrome: Treatment, exercises, and complications.