Perlu Tahu, 5 Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Hiponatremia

Perlu Tahu, 5 Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Hiponatremia

Halodoc, Jakarta - Natrium adalah elektrolit yang bekerja mengatur jumlah air tubuh dan sel manusia. Kekurangan kadar natrium dalam darah disebut dengan kondisi hiponatremia. Akibatnya, kadar air dalam tubuh naik yang menyebabkan sel-sel membengkak. Pembengkakan sel dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dari yang ringan sampai mengancam jiwa.

Baca Juga: Perlu Tahu, Ini Faktor Risiko Munculnya Hiponatremia

Ada satu atau lebih faktor yang menyebabkan kondisi rendahnya natrium. Mulai dari kondisi medis tertentu, hingga terlalu banyak minum air yang menyebabkan natrium dalam tubuh menjadi encer. Karena itu, perawatan hiponatremia berfokus untuk menyelesaikan kondisi yang mendasarinya. Tanda dan gejala hiponatremia berupa :

  • Mual dan muntah

  • Sakit kepala

  • Kebingungan

  • Kehilangan energi

  • Mengalami kantuk

  • Kelelahan

  • Gelisah dan mudah tersinggung

  • Kelemahan otot, kejang, ataupun kram

  • Koma.

Apabila gejala berkembang menjadi muntah hingga hilang kesadaran, sebaiknya cari bantuan medis sesegera mungkin. Dokter akan merekomendasikan perawatan medis tertentu tergantung seberapa parah gejala yang dialami.

Penyebab Hiponatremia

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, natrium memainkan peran penting dalam tubuh manusia. Elektrolit ini membantu menjaga tekanan darah tetap normal, mendukung kerja saraf dan otot, dan mengatur keseimbangan cairan tubuh.

Tingkat natrium dalam darah yang normal adalah 135-145 mEq/L. Hiponatremia terjadi ketika natrium dalam darah turun sampai dibawah 135 mEq/L. Terdapat kondisi dan faktor gaya hidup yang menyebabkan hiponatremia, seperti:

  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti pil air (diuretik), antidepresan, dan obat pereda nyeri, dapat mengganggu proses hormon dan ginjal dalam menjaga kadar natrium dalam kisaran normal.

  • Gagal jantung kongestif dan penyakit yang memengaruhi ginjal atau hati dapat menyebabkan penumpukan cairan dan mengencerkan natrium dalam tubuh.

  • Sindrom hormon antidiuretik (SIADH) memicu kadar hormon antidiuretik (ADH) diproduksi dengan skala yang besar. Akibatnya, tubuh malah menahan air dan tidak mengeluarkannya melalui urine.

  • Diare dan dehidrasi parah menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit dan juga meningkatkan kadar ADH.

  • Minum terlalu banyak air yang dapat mengencerkan natrium.

  • Mengidap penyakit addison yang dapat memengaruhi kemampuan kelenjar adrenal untuk menghasilkan hormon untuk menjaga keseimbangan natrium, kalium, dan air dalam tubuh

Baca Juga: Ini Komplikasi yang Disebabkan oleh Hiponatremia

Gaya Hidup untuk Pengidap Hiponatremia

Gaya hidup ini dapat mencegah kondisi hiponatremia atau mencegah kondisi hiponatremia agar tidak semakin memburuk. Langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Obati Kondisi Pemicunya

Hiponatremia bisa disebabkan oleh beberapa kondisi tertentu. Maka dari itu, mengobati kondisi yang berkontribusi terhadap hiponatremia, seperti kekurangan kelenjar adrenal, dapat membantu mencegah turunnya kadar natrium dalam darah.

2. Lebih Peka Terhadap Kondisi Tubuh

Jika kamu memiliki kondisi medis yang berpotensi meningkatkan risiko hiponatremia atau mengonsumsi obat diuretik, perhatikan tanda dan gejala turunnya kadar natrium. Selain itu, jangan lupa untuk bicara dengan dokter apabila akan mengonsumsi obat tertentu.

3. Kelola Aktivitas yang Berintensitas Tinggi

Ambil tindakan pencegahan selama aktivitas yang memerlukan intensitas tinggi. Setelah selesai berolahraga, pastikan cairan yang kamu minum sebanyak cairan yang hilang karena berkeringat. Rasa haus bisa menjadi panduan yang baik untuk berapa banyak air atau cairan lain yang  dibutuhkan.

4. Pertimbangkan Minuman Elektrolit

Pertimbangkan meminum-minuman olahraga selama aktivitas yang menuntut. Tanyakan kepada dokter untuk mengganti air dengan minuman olahraga yang mengandung elektrolit. Biasanya, minuman elektrolit dibutuhkan dalam acara-acara ketahanan, seperti marathon, triathlon, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang menuntut.

5. Minum Air Secukupnya

Air minum sangat penting untuk kesehatan, jadi pastikan meminum cukup cairan agar tubuh tetap terhidrasi. Namun, minum air putih ternyata tidak selamanya sehat. Meminumnya secara berlebihan dapat mengencerkan natrium yang berpotensi menimbulkan kondisi hiponatremia.

Haus dan warna urine merupakan indikasi terbaik untuk seberapa banyak air yang kamu butuhkan. Jika kamu tidak haus dan urine berwarna kuning pucat, kemungkinan kamu sudah mendapatkan cukup air.

Baca Juga: Ketahui Metode Terbaik Pengobatan Hiponatremia

Apabila kamu punya pertanyaan lain tentang kondisi ini, tanyakan saja ke dokter Halodoc. Fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc memungkinkan kamu untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play! Play!