5 Gejala Gangguan Pembekuan Darah Sesuai Bagian Tubuh

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Gejala Gangguan Pembekuan Darah Sesuai Bagian Tubuh

Halodoc, Jakarta – Pembekuan darah adalah kondisi serius yang membutuhkan perawatan segera. Orang-orang dengan kanker dan mereka yang menerima perawatan kanker memiliki peningkatan risiko pembekuan darah.

Pembekuan darah normal yang disebut koagulasi adalah proses yang kompleks. Ini melibatkan sel-sel darah khusus yang disebut trombosit dan berbagai protein dalam darah yang disebut faktor pembekuan atau koagulasi.

Trombosit dan faktor koagulasi ini bersatu untuk menyembuhkan pembuluh darah yang pecah dan mengendalikan perdarahan. Faktor koagulasi yang menyebabkan perdarahan dan pembekuan harus seimbang.

Baca juga: Ini Bahaya Pembekuan Darah

Gangguan pembekuan darah terjadi ketika beberapa faktor pembekuan hilang atau rusak. Ini menyebabkan gumpalan terbentuk di dalam tubuh yang menghalangi aliran darah normal yang mengakibatkan masalah serius.

Pembekuan darah dapat terjadi dan menyebar ke berbagai bagian tubuh, termasuk:

  1. Vena, disebut trombosis vena dalam

  2. Paru-paru, disebut emboli paru

  3. Arteri (kurang umum, namun juga sangat serius)

Tanda dan Gejala Masalah Pembekuan

Orang dengan masalah pembekuan mungkin mengalami:

  1. Lengan atau kaki bengkak di satu  sisi tubuh

  2. Nyeri di lengan atau kaki di mana bekuan darah berada

  3. Kesulitan bernapas atau sakit dada saat bernafas

  4. Detak jantung cepat

  5. Kadar oksigen rendah

Baca juga: Ketahui Manfaat Donor Darah Bagi Wanita

Penyebab Masalah Pembekuan

Pengidap kanker memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pembekuan darah. Ini mungkin disebabkan oleh kanker atau perawatan, seperti:

  1. Kemoterapi

  2. Operasi

  3. Obat yang disebut steroid

  4. Penggunaan kateter dalam jangka panjang

Ketidakaktifan dalam jangka waktu lama, seperti perjalanan jauh atau naik mobil juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah. Dokter dapat menggunakan satu teknik atau lebih untuk mendiagnosis pembekuan darah:

  1. Ultrasonografi Doppler

USG menggunakan gelombang suara untuk melihat aliran darah di pembuluh darah di lengan atau kaki. Ini dapat mendeteksi penurunan aliran darah dari gumpalan darah.

  1. Pemindaian Computed Tomography (CT)

CT scan mengambil gambar bagian dalam tubuh menggunakan sinar-X yang diambil dari berbagai sudut. Pewarna khusus yang disebut media kontras disuntikkan ke pembuluh darah pasien atau diberikan sebagai pil atau cairan untuk ditelan sebelum pemindaian untuk memberikan detail gambar yang lebih baik. Dokter biasanya menggunakan CT scan untuk mendiagnosis gumpalan darah di paru-paru atau PE.

  1. Ventilasi / Perfusi Paru-Paru (VQ)

Tes ini yang dapat mendiagnosis emboli paru terdiri dari dua bagian berbeda:

  • Pemindaian ventilasi aliran udara di paru-paru

  • Pemindaian perfusi aliran darah di paru-paru

  1. Angiogram

Tes ini dapat mendeteksi pembekuan darah di arteri. Selama angiogram, pewarna disuntikkan ke dalam arteri. Dan kemudian arteri diperiksa dengan alat rontgen khusus yang disebut fluoroskopi.

Baca juga: Alasan Penggumpalan Darah di Pembuluh Vena Bikin Enggak Nyaman

Mengelola Masalah Pembekuan Darah

Seseorang dengan pembekuan darah membutuhkan perawatan segera. Perawatan yang paling umum adalah pengencer darah yang disuntikkan di bawah kulit atau ke dalam vena. Setelah darah dianggap cukup tipis, tidak ada lagi risiko pembekuan. Pada titik ini, beberapa orang dapat mulai minum pil pengencer darah yang ditelan.

Orang yang menerima pengencer darah harus dimonitor secara teratur untuk setiap peningkatan perdarahan. Beberapa orang tidak dapat menerima pengencer darah karena mereka memiliki kadar trombosit yang rendah atau risiko pendarahan yang tinggi. Bagi orang-orang ini, jenis penyaring khusus dapat ditempatkan di dalam tubuh untuk mencegah gumpalan darah dari perjalanan ke paru-paru, suatu kondisi yang bisa sangat berbahaya.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai pembekuan darah, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.