5 Pemeriksaan untuk Deteksi Infeksi Telinga pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 infeksi telinga pada anak

Halodoc, Jakarta - Ibu, selalu perhatikan kebersihan dan kesehatan telinga Si Kecil. Karena jika tidak, Si Kecil bisa saja mengidap infeksi telinga yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini akan muncul ketika cairan menumpuk di bagian gendang telinga. Infeksi telinga, atau yang lebih dikenal dengan otitis media ini merupakan penyakit yang umum terjadi pada anak-anak. Jika sudah terjadi, ini pemeriksaan yang harus dilakukan guna mendeteksi adanya infeksi telinga pada Si Kecil.

Baca juga: Kenali 7 Tanda Infeksi Telinga pada Anak

Serangkaian Pemeriksaan untuk Deteksi Infeksi Telinga pada Si Kecil

Infeksi telinga yang terjadi pada anak biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam 1-2 hari. Si Kecil akan sangat rewel karena merasa tidak nyaman. Selain itu, Si Kecil akan mengalami demam tinggi, sering menarik-narik telinga, keluar cairan dari dalam telinga, kesulitan mendengar, tidak bisa tidur, serta menangis sepanjang hari karena rasa sakitnya.

Jika infeksi telinga yang terjadi tidak membaik dengan sendirinya, sebaiknya ibu membawa Si Kecil ke dokter untuk melakukan penanganan selanjutnya. Kemudian, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti:

  1. Memeriksa telinga Si Kecil dengan menggunakan monitor telinga elektronik. Alat ini menggunakan kekuatan dari gelombang suara untuk mendeteksi adanya penumpukan cairan pada telinga.

  2. Pemeriksaan dengan otoskop untuk melihat bagian dalam telinga Si Kecil. Alat ini memungkinkan dokter untuk melihat gendang telinga dan meniup sedikit udara pada gendang telinga. Jika telinga tidak bergerak seperti biasa, atau bahkan tidak bergerak sama sekali, berarti ada penumpukan cairan di belakang gendang telinga.

  3. Pemeriksaan dengan alat bernama tympanometry. Alat ini dapat mengubah tekanan udara di dalam telinga. Selain itu, alat ini dapat merekam gerakan gendang telinga. Jika gendang telinga tidak cukup bergerak atau bahkan tidak bergerak sama sekali, hal ini menandakan ada penumpukan cairan di belakang gendang telinga.

  4. Pemeriksaan dengan alat bernama audiometry. Alat ini digunakan untuk memeriksa pendengaran Si Kecil. Si Kecil akan memakan headphone dan diminta mendengarkan beragam suara dan nada yang berbeda.

  5. Pemeriksaan dengan CT scan atau MRI scan untuk mencakup daerah yang lebih luas pada telinga. CT scan sendiri dilakukan dengan menggunakan bantuan sinar-X, sedangkan MRI digunakan dengan bantuan gelombang magnet dan radio untuk menghasilkan gambaran yang jelas.

Baca juga: Inilah 5 Fakta Tentang Infeksi Telinga Tengah

Jika Si Kecil mengalami gejalanya, sebaiknya ibu diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc. Dokter akan menganjurkan ibu untuk melakukan serangkaian pemeriksaan tersebut, serta menjelaskan langkah apa saja yang harus ibu lakukan sebelum menjalani serangkaian pemeriksaan tersebut.

Infeksi Telinga pada Si Kecil dapat Dicegah dengan Langkah Berikut

Mengajarkan Si Kecil tentang kebersihan sejak dini merupakan langkah pencegahan paling baik yang dapat lakukan. Beberapa langkah tersebut, meliputi:

  • Jangan biarkan Si Kecil minum susu dengan botol sembari berbaring.

  • Jangan merokok, serta jauhkan Si Kecil dari perokok pasif. Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi telinga.

  • Pastikan Si Kecil mendapat vaksin pneumokokus, ketika usia mereka menginjak minimal 2 bulan, dan belum pernah menjalani suntikan ini sebelumnya.

  • Pastikan Si Kecil mendapat vaksin flu yang dijalaninya setiap tahun.

Baca juga: Perbedaan Gejala Infeksi Telinga pada Anak dan Orang Dewasa

Hal paling mudah yang dapat ibu lakukan sebagai upaya pencegahan, yaitu memberikan asi eksklusif, paling tidak selama enam bulan pertama kehadirannya. ASI memiliki kandungan antibodi yang dapat digunakan untuk melawan infeksi telinga. 

Referensi:
Caring for Kids (Diakses pada 2019). Ear infections.
NIDCD (Diakses pada 2019). Ear Infections in Children.